Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Pabrik Mercedes Terancam Tutup di Jerman, Ini Penyebabnya
ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
  • Mercedes-Benz berpotensi menutup satu pabrik perakitan dan satu pabrik powertrain di Jerman jika target peningkatan produktivitas serta penghematan biaya tidak tercapai.
  • IG Metall menolak ancaman penutupan dan akan menentangnya, sementara Mercedes membutuhkan kesepakatan pengurangan biaya karena ongkos manufaktur di Jerman relatif tinggi.
  • Persaingan produsen China, penurunan penjualan 30 persen di China pada kuartal kedua, impairment 800 juta dolar AS, dan tarif AS menekan kinerja Mercedes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mercedes-Benz mungkin menutup dua pabrik di Jerman kalau biaya tidak bisa dikurangi dan kerja tidak lebih cepat. Bos Mercedes memberi tahu pekerja tentang ini. Serikat pekerja IG Metall tidak setuju. Mercedes juga sulit karena mobil dari China lebih murah, penjualan di China turun, dan ada biaya tarif dari Amerika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mercedes-Benz menghadapi tekanan besar di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat. Produsen mobil asal Jerman tersebut bahkan berpotensi menutup dua fasilitas produksinya di dalam negeri jika upaya meningkatkan produktivitas dan menekan biaya tidak membuahkan hasil.

Ancaman ini menambah daftar persoalan yang sedang dihadapi industri otomotif Jerman. Sebelumnya, Volkswagen juga dilaporkan mempertimbangkan penutupan sejumlah pabrik di negaranya akibat tantangan biaya produksi dan persaingan dengan produsen asal China.

1. Mercedes pertimbangkan tutup dua fasilitas

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Mengutip Carscoops.com, kepala produksi Mercedes-Benz Michael Schiebe menyampaikan kondisi tersebut kepada para pekerja di pabrik Sindelfingen pada awal pekan lalu. Ia mengatakan perusahaan memiliki target untuk mempertahankan seluruh lokasi produksinya di Jerman, tetapi ada kemungkinan langkah berbeda jika target tersebut tidak tercapai.

"Tujuan jelas kami adalah mempertahankan seluruh lokasi kami di Jerman. Jika kami tidak dapat melakukan ini, kami harus menutup satu pabrik perakitan dan satu pabrik powertrain di Jerman," kata Schiebe seperti dikutip Carscoops.com.

Mercedes saat ini memiliki tiga fasilitas perakitan kendaraan dan tujuh pabrik powertrain di Jerman. Perusahaan belum mengungkap fasilitas mana yang berpotensi ditutup. Nasib pabrik-pabrik tersebut disebut berkaitan dengan pembahasan mengenai langkah penghematan biaya bersama serikat pekerja IG Metall.

2. Serikat pekerja menolak ancaman penutupan

Mercedes-Benz C-Class (mercedes-benz.co.id)

IG Metall, serikat pekerja yang mewakili ribuan karyawan Mercedes-Benz, langsung merespons rencana tersebut. Serikat pekerja menilai ancaman penutupan pabrik bukan cara yang tepat untuk menentukan masa depan perusahaan dan menegaskan akan menentang langkah tersebut.

"Threatening plant closures is no way to shape the future," ujar IG Metall. Pernyataan tersebut juga disertai penolakan terhadap pendekatan yang dianggap memberikan pilihan antara memberikan konsesi atau menghadapi penutupan pabrik.

Di sisi lain, Mercedes menyatakan membutuhkan kondisi yang dapat meningkatkan produktivitas di Jerman. Perusahaan juga perlu mencapai kesepakatan mengenai langkah pengurangan biaya dengan IG Metall. Persoalan biaya produksi menjadi semakin penting karena ongkos manufaktur di Jerman relatif tinggi dibandingkan sejumlah lokasi produksi lainnya.

3. Persaingan China tekan kinerja Mercedes

Kapasitas pabrik BYD sebulan hampir 10 ribu unit (Dok. BYD)

Tekanan terhadap Mercedes tidak hanya berasal dari tingginya biaya produksi. Perusahaan juga menghadapi persaingan yang semakin kuat dari produsen otomotif China seperti BYD, Geely, GAC, dan Changan. Produk dari perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan harga yang relatif kompetitif di sejumlah pasar.

Persaingan tersebut turut terasa di China, salah satu pasar penting bagi Mercedes. Penjualan Mercedes di China pada kuartal kedua dilaporkan turun 30 persen. Perusahaan juga mencatat impairment sebesar 800 juta dolar AS di pasar tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang dihadapi merek premium Jerman di pasar otomotif terbesar dunia.

Selain itu, Mercedes juga terdampak kebijakan tarif Amerika Serikat. Pada 2025, tarif tersebut disebut memberikan beban lebih dari 1,1 miliar dolar AS kepada perusahaan. Kombinasi persaingan dari produsen China, biaya produksi tinggi di Jerman, serta tekanan tarif membuat Mercedes harus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengganggu jaringan produksinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article