Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sering Cas Mobil Listrik Sampai 100 Persen, Bikin Baterai Cepat Drop?

ilustrasi fast charging mobil listrik (pexels.com/pexels)
ilustrasi fast charging mobil listrik (pexels.com/pexels)
Intinya sih...
  • Baterai bekerja paling stabil di kisaran 20-80 persen, mengisi sampai 100 persen bisa mempercepat degradasi dalam jangka panjang.
  • Ngecas penuh sesekali wajar, tapi kebiasaan ngecas penuh setiap hari tanpa dibutuhkan bisa mempercepat penurunan kapasitas baterai.
  • Sistem manajemen baterai mobil listrik sangat canggih dan dapat mengatur pengisian serta melindungi sel baterai dari stres berlebihan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil listrik makin sering terlihat di jalanan Indonesia, tapi bareng popularitasnya muncul juga banyak mitos soal perawatan baterai. Salah satu yang paling sering dibahas adalah kebiasaan mengecas sampai 100 persen setiap hari yang katanya bisa bikin baterai cepat rusak.

Sebagian orang jadi ragu penuh-penuhin baterai, sementara yang lain santai aja ngecas sampai penuh tanpa mikir panjang. Biar gak terus terjebak info simpang siur, yuk bedah mana yang benar-benar mitos dan mana yang faktanya soal baterai mobil listrik.

1. Baterai memang paling “nyaman” di kisaran tertentu

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

Baterai lithium-ion sebenarnya bekerja paling stabil di kisaran 20 sampai 80 persen. Di rentang ini, tekanan kimia di dalam sel baterai relatif lebih ringan dan usia pakainya bisa lebih panjang.

Kalau kamu sering mengisi sampai 100 persen, baterai memang berada di zona tegangan tinggi. Tapi ini bukan berarti langsung rusak, hanya saja dalam jangka panjang bisa mempercepat degradasi kalau dilakukan terus-menerus tanpa jeda.

2. Cas penuh sesekali bukan masalah besar

mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)
mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)

Banyak orang salah paham seolah-olah ngecas sampai 100 persen itu pantangan mutlak. Padahal produsen mobil listrik sudah merancang baterai dengan sistem proteksi agar tetap aman saat penuh.

Kalau kamu butuh jarak tempuh maksimal untuk perjalanan jauh, ngecas penuh justru sangat wajar. Yang jadi masalah adalah kalau setiap hari selalu penuh meski sebenarnya gak dibutuhkan.

3. Mobil listrik modern sudah pintar mengatur pengisian

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/pexels)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/pexels)

Sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS) di mobil listrik sekarang sangat canggih. Teknologi ini mengatur arus masuk, suhu, dan batas aman pengisian supaya baterai gak stres berlebihan.

Bahkan saat indikator menunjukkan 100 persen, biasanya masih ada buffer tersembunyi yang melindungi sel baterai. Jadi sebenarnya baterai tidak benar-benar dipaksa ke kapasitas mentah maksimalnya.

4. Kebiasaan lebih penting daripada sekali dua kali penuh

potret mobil listrik (Pexels.com/Kindel Media)
potret mobil listrik (Pexels.com/Kindel Media)

Yang bikin baterai lebih cepat drop bukan satu kali ngecas penuh, tapi pola jangka panjang yang ekstrem. Terlalu sering penuh 100 persen lalu langsung panas karena dipakai agresif bisa mempercepat penurunan kapasitas.

Kalau penggunaan harian kamu cuma butuh 60–70 persen daya, lebih sehat kalau cukup isi sampai sekitar 80–90 persen. Ini membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

5. Suhu panas jauh lebih berbahaya dari sekadar penuh

Mobil Listrik/Unsplash.com
Mobil Listrik/Unsplash.com

Banyak orang fokus ke persentase baterai tapi lupa soal suhu. Panas berlebih adalah musuh utama baterai lithium-ion, bahkan lebih merusak daripada kebiasaan ngecas penuh.

Ngecas di tempat panas ekstrem atau langsung dipacu setelah pengisian cepat bisa mempercepat degradasi. Jadi selain mikirin persentase, kamu juga perlu perhatikan kondisi lingkungan saat ngecas.

Jadi, anggapan bahwa ngecas mobil listrik sampai 100 persen setiap hari langsung bikin baterai rusak sebenarnya lebih dekat ke mitos yang dibesar-besarkan. Faktanya, baterai modern sudah dirancang cukup aman untuk pengisian penuh.

Namun kalau kamu ingin umur baterai lebih panjang, kebiasaan ngecas di kisaran ideal dan menjaga suhu tetap stabil jauh lebih penting. Intinya bukan takut penuh, tapi pintar mengatur pola pengisian sesuai kebutuhan harian kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Baterai Xiaomi SU7 Tetap Sehat Usai Menempuh Jarak 265 Ribu km

06 Feb 2026, 23:05 WIBAutomotive