ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Worawuth Sawaengsuk)
Pada kondisi normal, aki 12 volt mobil listrik biasanya mendapatkan pengisian dari baterai utama melalui perangkat pengubah tegangan atau dc-dc converter. Sistem ini menggantikan fungsi alternator yang biasa ditemukan pada mobil bermesin pembakaran.
Namun, dalam kondisi tertentu, aki 12 volt tetap bisa kehilangan daya. Misalnya, ketika ada sistem elektronik yang terus aktif saat kendaraan diparkir, terjadi gangguan pada sistem pengisian, atau usia aki sudah menurun sehingga kemampuannya menyimpan daya berkurang.
Kondisi seperti penggunaan towing mode dalam waktu lama juga dapat membuat aki 12 volt bekerja terus untuk menopang sistem tertentu. Jika baterai utama tidak melakukan pengisian ke aki dalam kondisi tersebut, daya bisa terkuras hingga kendaraan sulit diaktifkan.
Karena itu, mobil listrik tetap membutuhkan pemeriksaan sistem kelistrikan secara berkala. Perhatikan tanda seperti mobil sulit diaktifkan, muncul peringatan pada layar, atau perangkat elektronik bekerja tidak normal. Baterai besar memang menjadi sumber tenaga utama mobil listrik, tetapi aki 12 volt tetap menjadi komponen kecil dengan peran yang sangat besar.