Kasus Ioniq 5 Aa Juju Viral, Sales Hyundai Ikut Minta Maaf

- Influencer Aa Juju menyoroti kendala Ioniq 5 miliknya, meliputi fast charging, aki soak setelah parkir paralel lama, hingga mobil sempat tidak dapat digunakan.
- Hyundai Indonesia meminta maaf atas pengalaman produk serta layanan sales dan aftersales, sambil menelusuri laporan secara menyeluruh tanpa menyimpulkan penyebab teknis.
- Perselisihan Juju dengan supervisor sales Hyundai Gowa Fatmawati viral setelah perbedaan informasi parkir paralel; supervisor Widay meminta maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab.
Jakarta, IDN Times – Kasus Hyundai Ioniq 5 milik influencer Aa Juju yang viral di media sosial mulai mendapatkan respons lebih lanjut dari Hyundai. Tak hanya PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) yang menyampaikan permintaan maaf dan melakukan penelusuran, supervisor sales dari diler Hyundai Gowa Fatmawati yang terlibat perselisihan dengan Juju juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Kasus ini bermula ketika Juju mengungkap pengalamannya menggunakan Ioniq 5 yang dibeli secara tunai. Ia menyoroti sejumlah persoalan pada mobilnya, termasuk kendala fast charging, aki yang soak setelah mobil diparkir paralel dalam waktu lama, hingga kendaraan yang sempat tidak dapat digunakan.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi sorotan terhadap layanan sales dan aftersales Hyundai.
1. Hyundai Indonesia minta maaf kepada konsumen

Hyundai Ioniq 5 Bluelink (IDN Times/Ilman Nafi'an) Head of Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, mengatakan pihaknya telah menerima masukan terkait pengalaman yang dialami pelanggan.
“Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami,” ujar Rouli, Jumat (21/8/2026).
Menurut Hyundai, laporan tersebut sedang ditangani dan ditelusuri secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan dapat menentukan penyelesaian yang tepat bagi konsumen.
“Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan,” jelas Rouli.
Dengan demikian, Hyundai belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab teknis dari berbagai kendala yang dialami unit Ioniq 5 milik Juju. Penelusuran masih diperlukan sebelum perusahaan memberikan penjelasan lebih jauh mengenai persoalan tersebut.
2. Perselisihan dengan sales ikut jadi sorotan

Dashboard Hyundai Ioniq 5 Bluelink (IDN Times/Ilman Nafi'an) Selain persoalan pada kendaraan, pengalaman Juju ketika berkomunikasi dengan tenaga penjual juga menjadi bagian yang membuat kasus ini semakin ramai. Juju sebelumnya mengaku telah beberapa kali menghubungi sales ketika mobilnya mengalami masalah, tetapi merasa tidak mendapatkan respons yang sesuai harapan.
Situasi kemudian memanas ketika Juju mendatangi diler Hyundai Gowa Fatmawati untuk meminta penjelasan secara langsung. Pertemuan tersebut justru berujung pada perdebatan dengan supervisor sales.
Persoalan yang diperdebatkan salah satunya berkaitan dengan informasi mengenai parkir paralel. Juju sebelumnya menilai ada perbedaan informasi antara keterangan yang diterimanya dari sales dengan penjelasan yang disampaikan mekanik terkait penggunaan mobil dalam kondisi tersebut.
Video perselisihan tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Sikap supervisor sales dalam video turut menjadi perhatian warganet karena dianggap tidak mencerminkan pelayanan yang semestinya diberikan kepada konsumen.
3. Supervisor Sales Hyundai ikut sampaikan permintaan maaf

Hyundai Ioniq 5 Bluelink (IDN Times/Ilman Nafi'an) Setelah kasus tersebut menjadi viral, supervisor sales Hyundai Gowa Fatmawati yang diketahui bernama Widay akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Juju.
“Saya Widay atas nama pribadi berniat ingin meminta maaf kepada kakak Juju atas sikap pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya,” ujar Widay dalam video permintaan maafnya.
Widay juga menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakannya. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada konsumen, khususnya pelanggan Hyundai Gowa Fatmawati.
“Melalui kejadian ini saya menjadikan pelajaran ke depannya untuk memperbaiki kualitas layanan saya terhadap konsumen terlebih khusus kepada konsumen Hyundai Gowa Fatmawati,” katanya.
Dengan adanya permintaan maaf dari pihak supervisor sales serta respons resmi HMID, penanganan kasus Ioniq 5 milik Juju kini tidak hanya fokus pada persoalan kendaraan, tetapi juga pengalaman konsumen selama mendapatkan layanan.
Hyundai masih melakukan penelusuran terhadap laporan yang disampaikan pelanggan. Karena itu, belum ada kesimpulan resmi bahwa seluruh persoalan yang dialami Juju disebabkan oleh satu faktor tertentu, termasuk penggunaan mobil dalam kondisi parkir paralel.




















