Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mobil Listrik vs Hybrid, Mana Lebih Untung?
Mobil listrik BYD SEAL (dok. byd.com)
  • Mobil listrik menawarkan biaya energi sekitar Rp290.760 per bulan untuk baterai 60,9 kWh, jauh di bawah estimasi bensin hybrid Rp2-2,6 juta untuk perjalanan 50 km per hari.
  • Perawatan mobil listrik lebih ringkas karena minim komponen mekanis dan tidak memerlukan ganti oli mesin; hybrid tetap membutuhkan perawatan mesin pembakaran internal.
  • EV cocok bagi pengguna kota dengan akses pengisian daya, sedangkan hybrid lebih praktis untuk perjalanan jauh atau wilayah dengan SPKLU yang belum merata karena mengandalkan SPBU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik lebih hemat uang karena pakai listrik dan tidak perlu ganti oli mesin. Mobil ini juga halus dan tidak berisik. Tapi tempat isi listrik belum ada di semua tempat. Mobil hybrid masih pakai bensin, jadi enak buat pergi jauh. Pilihannya tergantung rumah dan tempat pergi kita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertanyaan ini pasti sering banget muncul di kepala kamu, apalagi di tengah harga BBM yang terus naik dan teknologi otomotif yang makin canggih. Banyak orang masih bingung harus pilih yang mana buat nemenin mobilitas sehari-hari. Tenang, kamu nggak sendirian!

Yuk, kita bedah bareng-bareng perbedaannya secara mendalam supaya kamu bisa ambil keputusan yang paling pas buat dompet dan gaya hidupmu.

1. Perbedaan biaya operasional harian

BYD Sealion 7 (dok. BYD.com)

Perbedaan paling terasa tentu ada di pengeluaran bulanan. Kalau kamu pakai mobil konvensional atau hybrid yang masih butuh bensin, dengan harga Pertamax yang tembus Rp15.950 per liter (per 1 Agustus 2026), biaya bahan bakar untuk jarak tempuh rata-rata 50 km per hari bisa makan sekitar Rp2.000.000 hingga Rp2.600.000 per bulan.

Nah, bandingkan dengan mobil listrik. Dengan kapasitas baterai 60,9 kWh, kamu cuma perlu keluarin sekitar Rp290.760 per bulan atau cuma Rp9.600 per hari! Jauh banget, kan? Efisiensinya benar-benar terasa.

2. Biaya dan jadwal perawatan rutin

Mobil Listrik (dok. Unsplash.com)

Selain irit energi, keunggulan EV juga terasa banget saat kamu servis. Mobil hybrid memang lebih irit bensin dari mobil biasa, tapi dia tetap punya mesin pembakaran internal yang butuh ganti oli mesin dan perawatan rutin lainnya.

Sebaliknya, mobil listrik minim banget komponen bergerak mekanisnya. Kamu nggak perlu pusing mikirin ganti oli mesin. Jadwal servisnya jadi jauh lebih ringkas, biayanya lebih minimal, dan pastinya lebih praktis buat kamu yang punya mobilitas tinggi.

3. Pengalaman berkendara dan kenyamanan

Mobil SUV JAECOO J7 SHS-P (JAECOO Indonesia)

Dari segi kenyamanan, mobil listrik menawarkan pengalaman berkendara yang super halus dan senyap karena gak ada suara mesin yang berisik. Akselerasinya juga instan dan responsif, bikin nyetir di dalam kota jadi sangat menyenangkan.

Di sisi lain, mobil hybrid memberikan transisi yang mulus bagi kamu yang belum siap 100% beralih ke listrik. Kamu tetap bisa merasakan sensasi senyap saat mode listrik di kecepatan rendah, tapi punya ketenangan pikiran karena ada mesin bensin sebagai cadangan saat baterai habis.

4. Tantangan infrastruktur pengisian daya

Kendaraan listrik sedang mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). ( Chuttersnap/Unsplash.com)

Ini dia yang sering jadi pertimbangan utama dan sedikit bikin ragu sebelum membeli.

Saat ini, mencari SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) memang masih jadi tantangan, terutama kalau kamu main ke luar kota besar. Meskipun di pusat kota dan rest area Tol Trans Jawa sudah mulai banyak, distribusinya belum 100% merata ke seluruh pelosok.

Sementara itu, pengguna mobil hybrid sama sekali gak perlu waswas. Mereka tetap bisa mengandalkan bensin yang SPBU-nya ada di setiap sudut Indonesia.

Ini bikin perjalanan ke daerah terpencil atau road trip dadakan jadi jauh lebih tenang tanpa harus mikirin rute pengisian daya.

5. Menentukan pilihan terbaik sesuai gaya hidup

potret mengendarai BYD Denza D9 di jalan (dok. denza.com)

Nah, sampai di sini, kamu mungkin masih bertanya-tanya, mobil listrik vs hybrid lebih untung yang mana secara keseluruhan?

Jawabannya sangat tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup kamu sehari-hari. Tidak ada jawaban mutlak yang benar atau salah, yang ada hanya yang paling cocok buat kamu.

Kalau kamu tinggal di kota besar, punya akses mudah ke charging station, atau bisa pasang charger di rumah, mobil listrik adalah pilihan super efisien.

Tapi, kalau kamu sering banget road trip ke luar kota, tinggal di daerah yang infrastrukturnya masih terbatas, atau mobilitasmu sangat tinggi, mobil hybrid adalah sahabat terbaikmu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article