Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Orang Indonesia Lebih Senang Pakai Motor? Ternyata Ini Rahasianya!

Mengapa Orang Indonesia Lebih Senang Pakai Motor? Ternyata Ini Rahasianya!
ilustrasi pengguna motor (unsplash.com/Rajudin Hax)
  • Sepeda motor diminati karena praktis untuk perjalanan pintu ke pintu, mampu melintasi gang sempit, fleksibel memilih rute, serta memudahkan parkir di kota padat.
  • Biaya operasional yang kompetitif, kredit terjangkau, dan jaringan bengkel serta suku cadang luas membuat motor mudah dimiliki berbagai lapisan masyarakat.
  • Motor menopang kurir, ojek online, dan UMKM, tetapi pertumbuhan penggunanya menambah kemacetan serta emisi; motor listrik disebut sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

"Ada lho yang lebih sayang sama sepeda motornya dibanding istrinya sendiri."

Suvei membuktikan, orang Indonesia lebih suka pakai motor. Biasanya alasannya sih simple. Mulai dari hemat BBM hingga lebih cepat sampai tujuan. Maka, jangan heran jika kemacetan semakin gak teratasi. Meskipun dibangun jalan layang, namun semakin membludaknya pengendara motor, yang ada malah makin macet.

Semakin banyak pengendara yang menggunakan motor, emisi gas pembuangan kendaraan semakin bertambah. Maka wajar, jika udara di sekitar kita udah mulai gak sehat. Bahkan, satu keluarga bisa memiliki lima motor, itu baru satu keluarga. Belum keluarga yang lain? Gimana gak macet dan berpolusi Indonesia tercinta ini.

Coba, bandingin dengan luar negeri. Meskipun masyarakatnya mayoritas menggunakan mobil, namun kemacetannya masih bisa teratasi. Apa saja rahasisanya?

  1. 1. Bisa sampai depan pintu, bebas masuk gang sempit

    ilustrasi pengendara motor di jalan raya (pexels.com/Kelly)
    ilustrasi pengendara motor di jalan raya (pexels.com/Kelly)

    Banyak pemukiman di Indonesia yang posisinya masuk gang atau jauh dari rute angkutan umum. Sepeda motor jadi solusi paling praktis karena bisa diandalkan dari pintu ke pintu (door-to-door). Kamu bisa langsung berangkat dari depan rumah dan parkir pas di depan tempat tujuan tanpa perlu capek jalan kaki.

  2. 2. Efisiensi biaya operasional untuk rute harian

    Ilustrasi berkendara motor vespa (pexels.com/setengah lima sore)
    Ilustrasi berkendara motor vespa (pexels.com/setengah lima sore)

    Meski tarif transportasi publik saat ini sudah sangat terjangkau berkat subsidi pemerintah, sepeda motor tetap menawarkan kalkulasi biaya operasional harian yang sangat kompetitif. Modal beberapa liter bahan bakar atau daya listrik rumahan sudah bisa dipakai untuk perjalanan spontan selama berhari-hari, tanpa perlu mengeluarkan biaya feeder atau transit berulang kali.

  3. 3. Kemudahan kredit dan layanan after sales

    ilustrasi dealer motor (Pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi dealer motor (Pexels.com/Gustavo Fring)

    Akses untuk memiliki sepeda motor di Indonesia sangat luas. Dengan skema pembiayaan (kredit) yang fleksibel, DP terjangkau, serta ekosistem bengkel dan sparepart yang melimpah hingga ke pelosok daerah, sepeda motor menjadi aset produktif yang paling mudah didapatkan oleh semua lapisan masyarakat.

  4. 4. Fleksibilitas waktu dan kendali penuh atas rute

    http://cdn.idntimes.com/content-images/post/old/94890-jpg.-2.jpg

    Menggunakan motor memberikan kebebasan mutlak atas manajemen waktu.

    Pengendara tidak perlu memikirkan jadwal keberangkatan bus/kereta, tidak terikat waktu transit, dan bebas menentukan jam berangkat kapan saja. Jika terjadi kemacetan mendadak, pengendara motor dapat dengan mudah mencari rute alternatif (jalan tikus) yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

  5. 5. Ketahanan dan adaptasi di berbagai kondisi jalan

    ilustrasi jalan rusak, jalan berlubang, safety riding (Dok. Indako)
    ilustrasi jalan rusak, jalan berlubang, safety riding (Dok. Indako)

    Kondisi geografis dan cuaca di Indonesia menuntut kendaraan yang tangguh. Sepeda motor modern dirancang sangat adaptif untuk menghadapi berbagai tantangan jalanan, mulai dari genangan air saat musim hujan, tanjakan terjal di area perbukitan, hingga jalanan berlubang.

  6. 6. Kemudahan parkir di area perkotaan yang padat

    ilustrasi tempat parkir motor di ruang terbuka (unsplash.com/Deski Jayantoro)
    ilustrasi tempat parkir motor di ruang terbuka (unsplash.com/Deski Jayantoro)

    Di tengah terbatasnya lahan parkir di kawasan bisnis, pasar, dan pusat keramaian, sepeda motor menawarkan kepraktisan tinggi. Cari tempat parkir motor jauh lebih cepat dan murah dibandingkan mobil. Kepraktisan ini menghemat banyak waktu, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dengan banyak titik kunjungan dalam sehari.

  7. 7. Penggerak utama ekosistem ekonomi Digital dan UMKM

    Ilustrasi ojek online (IDN Times/Ardiansyah Fajar)
    Ilustrasi ojek online (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

    Sepeda motor bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan aset produksi.

    Meledaknya ekosistem e-commerce yang membutuhkan jasa kurir, layanan pesan-antar makanan, hingga ojek online menjadikan sepeda motor sebagai tulang punggung ekonomi bagi jutaan pekerja mandiri dan pelaku UMKM di Indonesia.

  8. 8. Adaptasi teknologi ramah Lingkungan dan motor listrik

    potret baterai motor listrik (unsplash.com/Ather Energy)
    potret baterai motor listrik (unsplash.com/Ather Energy)

    Kini, stigma bahwa motor selalu identik dengan polusi tinggi mulai bergeser. Dengan tren keberlanjutan dan hadirnya sepeda motor listrik (Electric Vehicle) yang makin terjangkau, masyarakat perkotaan tetap bisa menikmati kepraktisan sepeda motor sekaligus berkontribusi mengurangi emisi karbon secara efisien.

    Pantas saja orang Indonesia sulit berpisah dengan sepeda motor setianya! Kombinasi antara efisiensi, kepraktisan, dan kesesuaian dengan kondisi geografis membuat roda dua tetap menjadi solusi mobilitas paling realistis hingga saat ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More