Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
MPMX Perluas Program Pembinaan yang Berawal dari Mekanik
MPMRent tawarkan layanan sewa kendaraan (MPMRent)
  • MPMX memperluas program sosialnya melalui MPM BISA untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, melanjutkan inisiatif Life Skill Training Center yang dimulai sejak 2015.
  • Program ini menggandeng Mien R. Uno Foundation dan melibatkan 30 wirausaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan daksa untuk mengikuti pelatihan serta pendampingan usaha.
  • Selama tiga bulan, peserta mendapat pelatihan literasi keuangan, keamanan digital, etika bisnis, hingga kesempatan memperoleh dana hibah bagi tiga peserta terbaik sebagai modal pengembangan usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dunia otomotif tidak hanya berbicara soal kendaraan dan mobilitas, tetapi juga kontribusi terhadap masyarakat. Hal itu yang coba ditunjukkan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melalui program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Program tersebut menjadi pengembangan dari Life Skill Training Center (LSTC), inisiatif sosial MPMX yang selama ini tumbuh seiring perjalanan bisnis perusahaan di sektor otomotif dan mobilitas.

1. Berawal dari pelatihan mekanik hingga pemberdayaan UMKM

Program MPM BISA merupakan pengembangan dari LSTC (Dok. Istimewa)

LSTC pertama kali dijalankan MPMX pada 2015 sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga mekanik yang sejalan dengan bisnis otomotif perusahaan.

Program tersebut kemudian berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent serta memberikan edukasi literasi keuangan bagi komunitas pengemudi ojek online, taksi online, hingga mahasiswa.

Memasuki 2026, cakupan program diperluas dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas. Melalui MPM BISA, perusahaan ingin mendorong kesetaraan akses terhadap edukasi dan peluang ekonomi melalui pelatihan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha, keamanan digital, penguatan kepercayaan diri, hingga pendampingan usaha.

2. Gandeng Mien R. Uno Foundation dan libatkan 30 peserta

MPMX perluas program pembinaan yang berawal dari mekanik (Dok. Istimewa)

Untuk menjalankan program ini, MPMX menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana.

Sebanyak 30 wirausaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa terpilih mengikuti program setelah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang kolaborasi yang lebih inklusif.

“Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Menurut Natalia, akses terhadap pengetahuan menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang usaha yang lebih luas. Karena itu, MPMX berharap program tersebut dapat ikut mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

3. Ada pelatihan bisnis hingga dana hibah usaha

MPMRent kolaborasi dengan Otoklix (MPMRent)

Program MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026. Rangkaian kegiatan mencakup rekrutmen, pelatihan, enrichment, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan.

Pada sesi pelatihan tatap muka yang berlangsung 9-10 Juni 2026, peserta mendapatkan materi literasi keuangan, manajemen risiko finansial, digital security, etika digital, dan etika bisnis.

MPMX juga melibatkan sejumlah karyawan sebagai fasilitator dan trainer yang berbagi pengalaman sesuai kebutuhan peserta.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi peserta, perusahaan menilai program ini juga memberikan perspektif baru bagi para relawan mengenai semangat kewirausahaan dan ketangguhan penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, MPMX menyiapkan dana hibah bagi tiga peserta terbaik yang akan digunakan sebagai modal pengembangan usaha.

Editorial Team

Related Article