ilustrasi Vinfast VF6 (vinfastauto.com)
Kurang dari satu dekade setelah memasuki industri otomotif, VinFast telah berkembang dari perusahaan rintisan yang ambisius menjadi produsen kendaraan terbesar di Vietnam dan salah satu merek global paling dikenal dari negara tersebut. Didukung oleh Vingroup, konglomerat swasta terbesar di Vietnam, dan didirikan oleh miliarder Pham Nhat Vuong, perusahaan ini dibangun di atas visi yang luar biasa berani, yaitu menciptakan produsen kendaraan listrik yang mampu bersaing secara global dari negara yang praktis belum memiliki industri otomotif modern sendiri.
Saat ini, visi tersebut telah berkembang jauh melampaui Vietnam. Seiring perusahaan membangun pusat manufaktur di Thoothukudi, Tamil Nadu dan Subang, Jawa Barat, serta memperluas ekosistem mobilitasnya melalui perusahaan seperti Green SM, VinFast turut membawa model industri berpusat pada produksi lokal, pengembangan tenaga kerja, dan pembangunan ekosistem jangka panjang. Fasilitas-fasilitas tersebut bukan hanya dibangun untuk merakit kendaraan listrik, tetapi juga menciptakan sesuatu yang mungkin berkelanjutan, yaitu peluang.
Pengalaman Dennis hanyalah salah satu contoh. Di tengah ekosistem VinFast yang terus berkembang, karyawan lainnya telah menemukan jalan berbeda menuju tujuan yang sama: kehidupan yang lebih baik. Sarah Ainun Majid memasuki ekosistem ini dari balik kemudi, bukan dari lantai pabrik. Sebagai pengemudi Green SM di Indonesia, ia mengukur kesuksesan bukan berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikannya, melainkan melalui kemandirian dan fleksibilitas yang diberikan oleh pekerjaan tersebut. "Dulu saya seorang ibu rumah tangga," ujar Sarah. “Sekarang saya bisa dengan percaya diri menjalankan kedua peran tersebut: sebagai seorang ibu dan seorang wanita pekerja.”
Di India bagian selatan, yang berjarak lebih dari 3.000 kilometer, Jemima, seorang staf HR yang membantu VinFast membangun tenaga kerja untuk pusat manufakturnya di Tamil Nadu, melihat perusahaan ini sebagai peluang untuk kembali ke profesi yang sempat ia tinggalkan setelah menjadi seorang ibu. Kini, ia turut merekrut talenta lokal yang akan mendukung operasional fasilitas tersebut, yang diperkirakan akan menciptakan 3.000 hingga 3.500 lapangan kerja langsung, serta ribuan lapangan kerja lainnya di sepanjang rantai pasok yang lebih luas.
"Saat saya mendapatkan pekerjaan di sini sebagai staf HR, saya sangat senang karena akhirnya bisa menjalani pekerjaan yang sesuai dengan bidang utama saya," katanya. "Saya mandiri secara finansial. Saya mengurus anak saya sendiri dan tidak bergantung pada siapa pun. Pekerjaan ini juga membantu saya menabung untuk masa depan."