BYD menghadapi situasi yang cukup kontras pada paruh pertama 2026. Di satu sisi, penjualan kendaraan energi baru atau NEV perusahaan mengalami penurunan. Di sisi lain, ekspor ke pasar luar China justru melonjak tajam dan menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan.
Berdasarkan laporan interim yang dirilis BYD pada 28 Agustus 2026 dan dikutip CarNewsChina.com, pendapatan perusahaan pada semester pertama mencapai sekitar 344,815 miliar yuan atau sekitar Rp50,6 triliun, turun 7,13 persen secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga merosot 20,54 persen menjadi sekitar 12,32 miliar yuan.
