Mobil Bermesin Besar Bisa Irit Bahan Bakar, Ini Rahasianya!

- Mobil bermesin besar tetap bisa irit dengan akselerasi halus dan putaran mesin rendah
- Kondisi kendaraan yang optimal sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar
- Manfaatkan fitur teknologi dan rencanakan perjalanan dengan bijak untuk mengoptimalkan efisiensi berkendara
Memiliki mobil bermesin besar memang memberikan sensasi berkendara yang berbeda—tenaga melimpah, torsi kuat, dan akselerasi spontan yang mampu menaklukkan berbagai kondisi jalan. Namun, di balik kenikmatan tersebut, pemiliknya kerap harus berdamai dengan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dibanding mobil bermesin kecil.
Meski begitu, boros bukanlah takdir. Dengan kebiasaan berkendara yang tepat, perawatan yang konsisten, dan strategi penggunaan kendaraan yang lebih cerdas, mobil bermesin besar tetap bisa memiliki efisiensi yang masuk akal. Kuncinya adalah memahami bagaimana mesin bekerja dan menyesuaikan gaya berkendara agar bahan bakar tidak terbuang sia-sia.
1. Hindari akselerasi mendadak dan jaga putaran mesin tetap rendah

Mesin besar biasanya menghasilkan torsi tinggi pada putaran rendah, sehingga tidak perlu dipaksa menginjak pedal gas terlalu dalam. Akselerasi agresif hanya akan membuat injektor menyemprotkan lebih banyak bahan bakar. Biasakan berkendara halus—mulai bergerak perlahan, naikkan kecepatan bertahap, dan hindari stop-and-go berkepanjangan. Selain itu, perhatikan tachometer dan usahakan putaran mesin berada di rentang efisien, biasanya antara 1.500–2.500 rpm pada mobil bensin modern.
Jika mobil Anda memiliki mode berkendara seperti Eco, manfaatkan fitur tersebut untuk membatasi respon throttle dan perpindahan gigi. Berkendara dengan kecepatan stabil di jalan tol juga jauh lebih irit dibanding memacu mobil di kecepatan tinggi, karena hambatan udara meningkat drastis saat melewati 100 km/jam.
2. Pastikan kondisi kendaraan selalu optimal

Konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi kondisi teknis kendaraan. Filter udara kotor, tekanan ban kurang, oli terlalu kental, atau busi aus dapat memaksa mesin bekerja lebih berat dan menyedot lebih banyak bensin. Karena itu, lakukan servis berkala tepat waktu sesuai rekomendasi pabrikan, termasuk pengecekan injektor, throttle body, hingga sistem pembakaran.
Perhatikan pula beban kendaraan. Banyak pemilik mobil bermesin besar tidak sadar membawa barang-barang tidak penting di bagasi, menambah bobot dan membuat mesin boros. Gunakan oli dengan spesifikasi yang direkomendasikan, karena viskositas yang tidak sesuai dapat meningkatkan gesekan internal. Jika mobil memiliki tekanan angin ban direkomendasikan tertentu, ikuti angka tersebut agar rolling resistance tetap ideal.
3. Manfaatkan teknologi dan rencanakan perjalanan dengan bijak

Mobil modern umumnya telah dilengkapi fitur seperti trip computer, indikator konsumsi BBM real-time, cruise control, hingga start-stop engine. Gunakan fitur-fitur ini untuk memantau dan mengoptimalkan efisiensi berkendara. Cruise control sangat efektif menjaga kecepatan stabil di jalan bebas hambatan tanpa fluktuasi gas yang berlebihan.
Selain itu, perencanaan perjalanan juga memengaruhi konsumsi bahan bakar. Pilih rute lancar, hindari jam padat, dan manfaatkan aplikasi navigasi yang memberi perkiraan lalu lintas. Semakin sedikit waktu terjebak dalam kemacetan, semakin hemat bahan bakar yang digunakan. Mengisi bensin di tempat sesuai standar kualitas juga penting agar pembakaran tetap optimal.
Pada akhirnya, mobil bermesin besar tidak harus selalu identik dengan boros. Dengan perilaku berkendara yang cerdas, perawatan rutin, dan pemanfaatan teknologi kendaraan, Anda tetap bisa menikmati performa tanpa mengorbankan efisiensi. Hemat bukan soal ukuran mesin, melainkan cara memperlakukannya.













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Favoritmu Bisa Ungkap Gaya Berkendaramu!](https://image.idntimes.com/post/20250401/1-c2e6310e825805d6c876709eb8ef8d4b.jpg)





