Regulasi EREV di China Diperketat, Pasar Tembus 1 Juta Unit per Tahun

- Pemerintah China memperbarui regulasi teknis EREV setelah penjualannya menembus satu juta unit per tahun, dengan standar baru QC/T1086-2026 yang berlaku mulai 1 November 2026.
- Aturan baru menetapkan parameter performa terukur seperti akurasi kontrol daya generator dan batas deviasi output, guna menciptakan standar kualitas yang lebih seragam di industri otomotif.
- Regulasi ini juga menambahkan aspek kenyamanan, keandalan jangka panjang, serta menunjukkan kematangan pasar EREV China yang kini fokus pada pengalaman pengguna dan daya tahan kendaraan.
Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan pesat kendaraan listrik dengan teknologi range extender atau extended range Electric Vehicle (EREV) di China mendorong pemerintah setempat memperbarui regulasi teknis yang mengatur teknologi tersebut.
Langkah ini diambil setelah penjualan EREV di negara tersebut menembus angka lebih dari satu juta unit per tahun dan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri otomotif.
Mengutip Carnewschina, standar baru yang diberi kode QC/T1086-2026 akan mulai berlaku pada 1 November 2026. Regulasi tersebut menggantikan standar lama yang telah digunakan sejak 2017 dan menghadirkan sejumlah parameter teknis yang lebih rinci untuk memastikan kualitas, keandalan, serta kenyamanan kendaraan EREV generasi terbaru.
1. Aturan baru beralih dari standar umum ke parameter terukur

Dalam standar sebelumnya, banyak ketentuan masih bersifat umum dan bergantung pada spesifikasi yang ditetapkan masing-masing produsen. Melalui revisi terbaru, pemerintah China mulai menerapkan target performa yang dapat diukur secara kuantitatif.
Salah satu contohnya adalah akurasi kontrol daya generator. Sistem range extender dengan output hingga 50 kW diwajibkan menjaga deviasi daya maksimum sebesar sekitar 1,5 kW.
Sementara itu, sistem dengan output lebih besar harus mempertahankan akurasi dalam batas 3 persen. Perubahan ini diharapkan menciptakan standar performa yang lebih seragam di seluruh industri.
2. Fokus pada kenyamanan dan keandalan jangka panjang

Selain performa, regulasi baru juga memasukkan sejumlah aspek yang sebelumnya belum diatur secara detail. Pemerintah kini menetapkan persyaratan terkait electromagnetic compatibility (EMC), tingkat kebisingan dan getaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), serta ketahanan sistem dalam penggunaan jangka panjang.
Penambahan parameter tersebut menunjukkan bahwa teknologi EREV telah memasuki fase yang lebih matang.
Jika sebelumnya fokus utama berada pada efisiensi dan jarak tempuh, kini perhatian mulai bergeser ke pengalaman pengguna serta daya tahan kendaraan selama masa pakai yang panjang.
3. Menandai kematangan pasar EREV China

Revisi standar ini juga menjadi indikator penting bahwa pasar EREV di China telah berkembang pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi tersebut semakin diminati karena menawarkan kombinasi kemampuan berkendara listrik dengan fleksibilitas mesin pembangkit listrik sebagai penambah jarak tempuh.
Popularitas EREV mendorong produsen untuk menghadirkan model-model baru dengan performa yang semakin tinggi.
Karena itu, pemerintah menilai diperlukan regulasi yang lebih komprehensif agar kualitas produk tetap terjaga seiring meningkatnya volume penjualan.
Standar baru tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan generasi EREV berikutnya sekaligus menjaga daya saing industri otomotif China di tengah transisi menuju elektrifikasi.
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Supir yang Seperti Apa](https://image.idntimes.com/post/20250730/ros-2_2856ae7e-09f3-41c8-9b8d-8519d7165e58.jpeg)

















