Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sama-sama Ron 92, Kenapa Pertamax Lebih Murah dari Bensin Swasta?
ilustrasi isi bensin, BBM (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Pertamax RON 92 lebih murah karena Pertamina memiliki kilang internal, jaringan distribusi luas, dan skala ekonomi yang menekan biaya operasional per liter.
  • Per Juli 2026, Pertamax dijual Rp16.250 per liter, lebih rendah daripada BP 92 seharga Rp16.670 per liter serta Shell Super yang rata-rata lebih mahal.
  • Harga bensin swasta turut dipengaruhi impor, biaya pengiriman, formulasi aditif khusus, strategi margin, dan pembiayaan fasilitas serta layanan tambahan di SPBU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertamax dan bensin swasta sama-sama punya RON 92. Tapi Pertamax lebih murah. Pertamina punya banyak tempat bikin dan kirim bensin di Indonesia, jadi biayanya bisa lebih kecil. Pada Juli 2026, Pertamax harganya Rp16.250 per liter. BP 92 Rp16.670. Shell dan BP juga memakai campuran khusus dan punya layanan tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perbedaan harga bahan bakar minyak dengan Research Octane Number (RON) 92 sering kali memicu rasa penasaran di kalangan pengguna kendaraan. Meskipun sama-sama menawarkan kadar oktan serupa, produk keluaran Pertamina cenderung dipatok dengan nominal yang lebih terjangkau dibandingkan perusahaan swasta.

Situasi ini membuat banyak konsumen bertanya-tangan mengenai faktor utama yang memengaruhi penetapan nilai jual tersebut di pasaran. Ada beberapa alasan mendasar dari segi bisnis, skala distribusi, hingga struktur biaya yang menjadi penyebab utamanya.

1. Efisiensi rantai pasok dan skala ekonomi Pertamina

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang memiliki jaringan terluas di seluruh Indonesia, Pertamina memiliki keunggulan besar pada aspek skala ekonomi. Kapasitas kilang pengolahan internal serta infrastruktur distribusi yang sangat masif memungkinkan biaya operasional per liter dapat ditekan semaksimal mungkin.

Di sisi lain, jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum milik perusahaan swasta umumnya masih terbatas pada kota-kota besar. Skala impor bahan bakar jadi serta biaya pengiriman yang ditanggung swasta cenderung lebih tinggi, sehingga memengaruhi harga jual akhir kepada masyarakat.

2. Perbandingan harga terkini Pertamax dengan Shell Super dan BP 92

ilustrasi isi bensin (Unsplash/Jesse Donoghoe)

Berdasarkan data harga bahan bakar non-subsidi per Juli 2026, Pertamax milik Pertamina dibanderol seharga Rp16.250 rupiah per liter. Angka ini tercatat lebih murah dibandingkan produk sejenis di jaringan pengisian bahan bakar milik swasta.

Sebagai perbandingan, Shell Super dijual menyesuaikan wilayah namun rata-rata berada di angka yang lebih tinggi, sementara BP 92 dipatok seharga Rp16.670 per liter. Terdapat selisih harga ratusan rupiah per liter untuk produk beroktan setara.

3. Perbedaan formulasi aditif dan strategi margin keuntungan

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Selain masalah distribusi, perbedaan harga juga dipengaruhi oleh paket aditif khusus yang dicampurkan oleh masing-masing produsen. Perusahaan swasta seperti Shell dan BP mengklaim penggunaan racikan aditif pembersih mesin serta pengurang gesekan tingkat lanjut yang dikembangkan secara mandiri.

Strategi pengambilan keuntungan dan biaya operasional purna jual juga sangat memengaruhi pembentukan harga. Fasilitas tambahan serta pelayanan intensif yang ditawarkan oleh stasiun pengisian swasta membutuhkan pembiayaan lebih tinggi yang dibebankan pada komoditas utama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article