VinFast VF MPV 7 punya TCO yang terbaik di kelasnya (IDN Times/Fadhliansyah)
Dampak ketidakpastian insentif bukan hanya pada konsumen dan produsen kendaraan. Industri komponen lokal juga berpotensi terdampak karena investasi di sektor ini berkaitan erat dengan proyeksi produksi kendaraan dan arah kebijakan pemerintah.
Pengembangan kendaraan listrik membutuhkan rantai pasok yang kuat, mulai dari komponen kendaraan hingga baterai.
Pemerintah juga memiliki agenda meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), mendorong hilirisasi baterai berbasis nikel, serta memperkuat kemampuan manufaktur nasional.
Menurut Yannes, kebijakan insentif seharusnya dirancang bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat kapasitas industri di dalam negeri.
“Karena yang penting bukan hanya mendorong penjualan, melainkan memastikan dukungan pemerintah benar-benar memperkuat kemampuan industri dalam negeri di 2028 sesuai dengan program Presiden,” ujarnya.
Tanpa kepastian mengenai skema dukungan pemerintah, perusahaan dapat menunda investasi atau reinvestasi karena belum memiliki dasar yang cukup kuat untuk menghitung kebutuhan produksi dan potensi permintaan.
Penundaan tersebut berisiko menghambat pengembangan pemasok lokal serta upaya meningkatkan kandungan komponen dalam negeri.
Yannes memahami bahwa pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola anggaran. Namun, ia menilai kehati-hatian fiskal perlu diikuti keputusan yang jelas mengenai kelanjutan insentif pada 2027.
Dengan demikian, pemerintah perlu memastikan apakah insentif akan dilanjutkan, diubah, atau dihentikan, termasuk jika dukungan hanya diberikan kepada kendaraan roda dua.
Kepastian sejak awal akan membantu konsumen, produsen, dan industri komponen mengambil keputusan dengan lebih terukur, sekaligus menjaga momentum pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.