ilustrasi macet (unsplash.com/Kent Lâm)
Kesalahan berikutnya adalah hanya fokus pada kendaraan di depan tanpa memperhatikan situasi di sekeliling. Saat terjebak aksi massa, penting untuk mengetahui posisi jalan, jalur alternatif, serta kemungkinan arah untuk keluar apabila situasi berubah.
Gunakan aplikasi navigasi atau informasi lalu lintas jika memungkinkan untuk mencari rute lain. Namun, jangan langsung mengikuti jalur alternatif yang belum jelas kondisinya, terutama jika rute tersebut melewati jalan sempit atau justru menuju pusat kerumunan lain.
Perhatikan juga perkembangan situasi. Jika terlihat tanda-tanda kericuhan, seperti orang mulai berlarian, terdengar suara benturan, atau aparat mulai mengamankan lokasi, jangan mendekat hanya karena ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
Kesalahan terakhir adalah mengabaikan instruksi petugas di lapangan. Jika ada polisi atau petugas lalu lintas yang mengarahkan kendaraan untuk berhenti, berputar, atau menggunakan jalur tertentu, ikuti arahan tersebut selama aman dilakukan.
Terjebak aksi massa memang dapat membuat perjalanan tertunda dan memicu rasa kesal. Namun, lima kesalahan seperti panik, memaksa menerobos, melakukan tindakan provokatif, sibuk menggunakan ponsel, serta mengabaikan situasi sekitar justru dapat meningkatkan risiko.
Jika kondisi memungkinkan, tetap tenang, jaga jarak dari kerumunan, dan segera cari jalan keluar yang aman. Dalam situasi seperti ini, sampai ke tujuan lebih lambat jauh lebih baik daripada mengambil keputusan terburu-buru yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.