LiDAR Bermasalah, Geely Tarik Hampir 93 Ribu Mobil di China

- Geely menarik hampir 93.000 kendaraan di China akibat potensi kerusakan Power IC pada LiDAR yang dapat mengganggu pengenalan objek dan fitur bantuan mengemudi.
- Recall mencakup 74.037 unit Lynk & Co produksi Januari–Desember 2025 serta 18.878 unit Geely Galaxy M9; penggantian LiDAR dilakukan gratis.
- Keluhan kegagalan LiDAR depan muncul sejak Juni 2026, membatasi fitur bantuan mengemudi; proses perbaikan dan kompensasi purnajual turut menjadi sorotan pemilik.
Geely melakukan penarikan kembali atau recall terhadap hampir 93.000 kendaraan di China akibat masalah pada komponen LiDAR. Sebagian besar kendaraan yang terdampak berasal dari merek Lynk & Co, sementara sisanya merupakan Geely Galaxy M9.
Masalah ini cukup serius karena LiDAR menjadi salah satu komponen penting dalam sistem bantuan mengemudi. Kerusakan pada sensor tersebut berpotensi membuat kendaraan tidak mampu mengenali objek secara optimal ketika fitur bantuan berkendara sedang digunakan.
1. Lebih dari 74 ribu unit Lynk & Co masuk daftar recall

potret Geely EX5 (global.geely.com) Administrasi Regulasi Pasar Negara China atau SAMR mengumumkan bahwa Zhejiang Geely Automobile akan menarik kembali 74.037 unit kendaraan Lynk & Co. Mobil yang terdampak diproduksi antara 8 Januari hingga 12 Desember 2025.
Model yang masuk dalam program recall meliputi Lynk & Co 900, Lynk & Co 10 EM-P, Lynk & Co 07, serta Lynk & Co 08. Berdasarkan laporan carnewschina.com, penyebab masalah berasal dari proses produksi komponen di tingkat pemasok.
Power IC atau integrated circuit pada sebagian unit LiDAR disebut berpotensi mengalami kerusakan selama proses manufaktur. Kondisi tersebut dapat membuat kemampuan sistem dalam mengenali, memberikan peringatan, atau menangani objek tertentu menjadi tidak optimal.
Risiko tersebut muncul ketika fitur bantuan mengemudi terintegrasi sedang aktif. Dalam kondisi tertentu, kegagalan LiDAR dapat menciptakan potensi bahaya keselamatan. Sebagai solusi, Lynk & Co berkomitmen mengganti unit LiDAR yang terdampak tanpa membebankan biaya kepada pemilik kendaraan.
2. Keluhan pemilik muncul berbulan-bulan sebelum recall

Interior Geely EX5 (Geely) Recall ini terjadi setelah munculnya keluhan dari sejumlah pemilik sejak Juni 2026. Beberapa pengguna melaporkan munculnya peringatan kegagalan fungsi LiDAR depan yang kemudian menyebabkan fitur bantuan mengemudi tingkat lanjut tidak dapat digunakan.
Dalam sejumlah kasus, pemilik mengaku awalnya tidak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab gangguan tersebut. Ada pula keluhan bahwa beberapa diler 4S sempat menduga masalah terjadi akibat kaca depan yang kotor.
Salah satu pesan peringatan yang muncul pada kendaraan berbunyi, “LiDAR depan mengalami gangguan, silakan hubungi diler.” Setelah peringatan tersebut muncul, sebagian fungsi bantuan mengemudi kendaraan dapat dibatasi atau dinonaktifkan sebagai langkah perlindungan.
Seorang pemilik Lynk & Co 10 EM-P bahkan mengaku mengalami dua kali kegagalan dalam waktu kurang dari satu tahun. Setelah mengalami gangguan berulang, pemilik tersebut mengaku tidak lagi berani menggunakan fitur berkendara pintar di jalan perkotaan karena khawatir sistem tiba-tiba mengalami kegagalan.
Menurut informasi yang dikutip dari Jiemian News, LiDAR pada kendaraan Lynk & Co yang terdampak dipasok oleh RoboSense. Perusahaan tersebut diketahui memiliki kerja sama erat dengan Geely dan produknya digunakan pada sejumlah kendaraan dari merek Zeekr, Lynk & Co, serta Galaxy.
3. Total hampir 93 ribu kendaraan terdampak

potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com) Selain 74.037 kendaraan Lynk & Co, Geely juga menarik kembali 18.878 unit Galaxy M9 dengan penyebab masalah yang sama. Dengan demikian, total kendaraan yang terdampak dari lima model berbeda mencapai hampir 93.000 unit.
Skala recall ini tergolong besar. Data penjualan yang dikutip dalam laporan menyebut total penjualan empat model Lynk & Co tersebut sepanjang 2025 mencapai 147.800 unit. Artinya, sekitar setengah dari populasi kendaraan tersebut berpotensi masuk dalam program recall.
Persoalan ini juga memunculkan kekhawatiran terkait proses penggantian LiDAR. Untuk mengganti komponen tersebut, teknisi perlu membongkar sebagian lapisan plafon kendaraan. Sejumlah pemilik khawatir proses tersebut dapat memicu bunyi-bunyi dari interior, masalah kerapatan, hingga berdampak terhadap nilai jual kembali mobil.
Penanganan purnajual Lynk & Co juga menjadi sorotan karena adanya laporan kompensasi yang berbeda-beda. Sejumlah pemilik disebut hanya menerima voucher perawatan, sementara yang lain mendapatkan penawaran garansi seumur hidup atau poin sebagai bentuk kompensasi.
Recall ini datang ketika Lynk & Co sedang menghadapi tekanan penjualan. Penjualan merek tersebut pada Juli 2026 dilaporkan turun 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan kumulatif mencapai 160.600 unit atau masih di bawah 40 persen dari target tahunan sebanyak 400.000 kendaraan.
Masalah LiDAR ini pun menjadi tantangan tambahan bagi Geely dan Lynk & Co. Di tengah semakin populernya teknologi bantuan mengemudi, keandalan sensor menjadi faktor penting karena gangguan kecil pada komponen dapat membuat fitur keselamatan dan bantuan berkendara tidak bekerja sebagaimana mestinya.



















