Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TPMS Sering Salah Baca Tekanan Ban, Apa yang Salah?
ilustrasi mengecek kondisi dan tekanan ban mobil sebelum road trip (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Pembacaan TPMS dapat berubah karena suhu ban dan lingkungan; bandingkan tekanan dalam kondisi ban dingin memakai alat ukur yang layak agar hasil lebih konsisten.
  • Sensor TPMS bisa terganggu akibat baterai melemah, kerusakan, atau kehilangan komunikasi setelah penggantian dan perpindahan roda; perbedaan kecil dengan alat manual masih wajar.
  • Ban yang tampak normal tetap dapat mengalami kebocoran perlahan. Jika selisih pembacaan besar atau indikator terus menyala, periksa tekanan, sensor, dan sistem di bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
TPMS kadang memberi angka angin ban yang beda. Ban yang panas setelah jalan bisa membuat angkanya berubah. Sensor TPMS juga bisa lemah atau bingung setelah ban diganti. Ban mungkin bocor pelan walau terlihat baik. Sekarang, cek ban saat dingin dengan alat ukur yang bagus. Kalau beda sekali, bawa mobil ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

TPMS atau tire pressure monitoring system membantu pengemudi memantau kondisi tekanan angin ban. Saat sistem bekerja normal, perubahan tekanan yang tidak wajar dapat diketahui lebih cepat melalui indikator atau informasi di panel instrumen.

Namun, ada kalanya tpms justru menampilkan angka yang terasa tidak sesuai. Tekanan ban terlihat terlalu rendah atau tinggi, padahal setelah diperiksa menggunakan alat pengukur lain hasilnya berbeda. Kondisi ini tidak selalu berarti ban bermasalah.

1. Perbedaan suhu bisa membuat angka tekanan berubah

ilustrasi isi tekanan angin ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tekanan udara di dalam ban dapat berubah mengikuti suhu. Ban yang baru digunakan dalam perjalanan biasanya memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan saat mobil masih terparkir dalam waktu lama, sehingga angka tekanan yang terbaca juga dapat mengalami perubahan.

Karena itu, hasil pembacaan tpms saat mobil baru selesai digunakan bisa berbeda dengan hasil pengukuran ketika ban masih dingin. Perbedaan tersebut dapat membuat pengemudi mengira sistem salah membaca, padahal kondisi tekanan memang berubah akibat perubahan suhu.

Perbedaan juga dapat muncul ketika mobil diparkir di tempat yang sangat panas atau setelah melakukan perjalanan jauh. Suhu lingkungan dan panas yang muncul dari gesekan ban dengan permukaan jalan sama-sama dapat memengaruhi tekanan udara.

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih konsisten, tekanan ban sebaiknya dibandingkan dengan kondisi yang sama. Mengukur saat ban dingin menggunakan alat yang layak dapat membantu menentukan apakah memang ada perbedaan pembacaan yang signifikan.

2. Sensor atau sistem pemantauan bisa mengalami gangguan

ilustrasi odometer mobil (pexels.com/freestocks.org)

Pada beberapa mobil, tpms menggunakan sensor yang berada di dalam atau dekat roda. Komponen tersebut dapat mengalami gangguan, terutama jika baterai sensor mulai melemah atau sensor mengalami kerusakan.

Sensor juga bisa kehilangan komunikasi dengan sistem kendaraan. Kondisi ini dapat terjadi setelah penggantian ban, perpindahan posisi roda, atau pekerjaan tertentu pada bagian kaki-kaki. Beberapa kendaraan mungkin membutuhkan proses pengenalan ulang agar sistem dapat membaca posisi sensor dengan benar.

Selain itu, angka yang ditampilkan tpms tidak selalu memiliki tingkat ketelitian yang sama dengan alat pengukur tekanan profesional. Ada toleransi pembacaan yang membuat hasil antara tpms dan alat pengukur manual sedikit berbeda.

Jika perbedaan angkanya kecil dan tekanan ban masih berada dalam rentang yang direkomendasikan, kondisi tersebut belum tentu menandakan kerusakan. Namun, jika perbedaannya besar atau indikator terus menyala, sistem perlu diperiksa lebih lanjut.

3. Tekanan ban memang bisa berubah tanpa terlihat dari luar

ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika)

Ban yang terlihat normal belum tentu memiliki tekanan sesuai rekomendasi. Kebocoran kecil dapat terjadi secara perlahan sehingga bentuk ban tidak langsung terlihat kempis, tetapi tekanan udara sebenarnya terus berkurang.

Kebocoran semacam ini dapat berasal dari paku kecil, kondisi pentil, sambungan ban dan pelek, atau kerusakan ringan pada ban. Dalam situasi seperti ini, tpms justru bisa memberikan peringatan sebelum tekanan berkurang terlalu jauh.

Jangan langsung mengabaikan peringatan hanya karena sebelumnya sistem pernah menunjukkan angka yang dianggap kurang akurat. Sebaiknya tekanan ban tetap diperiksa menggunakan alat ukur yang baik, terutama sebelum perjalanan jauh.

Jika tpms terus memberikan pembacaan yang berbeda jauh dari hasil pengukuran manual, periksa kondisi sensor dan sistemnya di bengkel. Kalibrasi atau proses pengenalan ulang mungkin diperlukan, tergantung jenis kendaraan yang digunakan.

Pada akhirnya, tpms merupakan alat bantu untuk memantau perubahan tekanan ban, bukan alasan untuk berhenti melakukan pemeriksaan secara langsung. Sistem ini dapat memberikan informasi awal, tetapi tekanan ban tetap perlu dicek secara berkala.

Jika pembacaan terlihat janggal, bandingkan dengan alat pengukur tekanan saat kondisi ban dingin. Dari situ, bisa diketahui apakah masalah berasal dari perubahan tekanan, perbedaan alat ukur, atau memang terdapat gangguan pada sensor tpms.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article