ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika)
Ban yang terlihat normal belum tentu memiliki tekanan sesuai rekomendasi. Kebocoran kecil dapat terjadi secara perlahan sehingga bentuk ban tidak langsung terlihat kempis, tetapi tekanan udara sebenarnya terus berkurang.
Kebocoran semacam ini dapat berasal dari paku kecil, kondisi pentil, sambungan ban dan pelek, atau kerusakan ringan pada ban. Dalam situasi seperti ini, tpms justru bisa memberikan peringatan sebelum tekanan berkurang terlalu jauh.
Jangan langsung mengabaikan peringatan hanya karena sebelumnya sistem pernah menunjukkan angka yang dianggap kurang akurat. Sebaiknya tekanan ban tetap diperiksa menggunakan alat ukur yang baik, terutama sebelum perjalanan jauh.
Jika tpms terus memberikan pembacaan yang berbeda jauh dari hasil pengukuran manual, periksa kondisi sensor dan sistemnya di bengkel. Kalibrasi atau proses pengenalan ulang mungkin diperlukan, tergantung jenis kendaraan yang digunakan.
Pada akhirnya, tpms merupakan alat bantu untuk memantau perubahan tekanan ban, bukan alasan untuk berhenti melakukan pemeriksaan secara langsung. Sistem ini dapat memberikan informasi awal, tetapi tekanan ban tetap perlu dicek secara berkala.
Jika pembacaan terlihat janggal, bandingkan dengan alat pengukur tekanan saat kondisi ban dingin. Dari situ, bisa diketahui apakah masalah berasal dari perubahan tekanan, perbedaan alat ukur, atau memang terdapat gangguan pada sensor tpms.