Dos and Don’ts Liburan di Spanyol, biar Makin Seru dan Berkesan

- Wisatawan disarankan menyesuaikan jadwal makan lokal, mengecek jam toko dan pantai, serta memakai transportasi umum untuk perjalanan yang lebih lancar.
- Aturan ketertiban cukup ketat: kebisingan, akses pantai malam hari, merokok, alkohol, atau berenang telanjang di lokasi tertentu dapat berujung denda.
- Jaga barang di kawasan ramai, hormati budaya dan aturan tempat bersejarah, nikmati kota dengan berjalan kaki, serta pastikan izin jika mengadakan pesta.
Setiap negara memiliki budaya dan kebiasaan yang membuat pengalaman berwisata terasa berbeda, termasuk Spanyol. Di balik pesona kota-kotanya yang indah dan suasana yang hangat, terdapat sejumlah etika serta kebiasaan lokal yang sebaiknya dipahami wisatawan. Meski terdengar sepele, hal-hal tersebut bisa memengaruhi kenyamanan selama perjalanan.
Oleh karena itu, sebelum berangkat liburan ke sana, ada baiknya kamu mengenal apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari selama berada di Spanyol. Langsung saja simak do's and don'ts berikut, agar liburanmu semakin berkesan dan menyenangkan!
1. Do: ikuti jam makan ala warga lokal
Salah satu hal yang paling sering membuat wisatawan bingung adalah jam makan di Spanyol. Sarapan biasanya ringan, makan siang baru dimulai sekitar pukul 14.00–16.00, sedangkan makan malam umumnya berlangsung setelah pukul 20.30-22.00.
Jika kamu datang terlalu awal ke restoran, bukan tidak mungkin kamu akan menemukan dapur yang belum buka. Cobalah menyesuaikan jadwal makan selama berada di Spanyol, agar lebih mudah menemukan restoran yang sedang beroperasi.
2. Don't: membuat keributan di area publik

Potret La Pedrera yang terletak di Barcelona, Spanyol (pexels.com/Max Photography) Jika berlibur ke wilayah pesisir Spanyol, terutama di kawasan Alicante, Valencia, sebaiknya perhatikan volume suara saat berada di ruang publik maupun hotel. Pemerintah setempat menerapkan aturan yang cukup ketat untuk mengurangi polusi suara yang dianggap mengganggu warga sekitar.
Wisatawan dilarang memutar musik dengan volume keras di pantai maupun membuat keributan di area penginapan, terutama pada malam hari. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai denda yang nilainya mencapai sekitar 100 Euro-6.000 Euro (sekitar Rp1,7 juta hingga Rp105 juta). Maka dari itu, tetaplah menikmati liburan dengan menghormati kenyamanan orang lain.
3. Do: cari tahu aturan pantai sebelum berkunjung pada malam hari
Pantai di Spanyol memang menjadi destinasi favorit wisatawan, tetapi tidak semuanya dapat dikunjungi selama 24 jam. Beberapa kota wisata, seperti Benidorm, melarang aktivitas di pantai mulai tengah malam hingga pukul 07.00 waktu setempat.
Aturan tersebut diberlakukan untuk menjaga keamanan wisatawan, mencegah tindak kriminal, sekaligus mengurangi insiden kecelakaan laut saat tidak ada penjaga pantai yang bertugas. Wisatawan yang melanggar dapat dikenai denda sekitari 750 Euro-1.300 Euro (sekitar Rp13 juta hingga Rp22 juta). Sebelum berkunjung, pastikan terlebih dahulu apakah pantai tujuanmu memiliki pembatasan jam operasional.
4. Don't: berenang telanjang atau merokok sembarangan di pantai

Potret suasana pantai di Barcelona (pexels.com/Lazar Krstić) Tidak semua pantai di Spanyol memperbolehkan wisatawan berenang tanpa busana. Jika melakukannya di pantai umum yang bukan diperuntukkan bagi nudis, kamu bisa dikenai denda sekitar 750 Euro atau sekitar Rp15 juta.
Selain itu, beberapa kota wisata seperti Benidorm juga melarang aktivitas merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol di sejumlah pantai. Aturan ini diterapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus melindungi kesehatan pengunjung. Pelanggar dapat dikenai denda mulai 450 Euro-2.000 Euro atau sekitar Rp9 juta–Rp40 juta, tergantung jenis pelanggarannya.
5. Don't: menganggap semua toko buka sepanjang hari
Banyak wisatawan mengira pusat perbelanjaan di Spanyol selalu buka tanpa jeda. Padahal, terutama di kota-kota kecil, masih banyak toko keluarga yang menerapkan jam istirahat siang atau siesta. Beberapa toko bisa tutup selama 2-3 jam sebelum kembali buka pada sore hari. Sebaiknya selesaikan urusan belanja pada pagi hari atau cek terlebih dahulu jam operasional toko melalui Google Maps maupun situs resminya.
6. Do: naik transportasi umum

Potret Barcelona, Spanyol (pexels.com/Adrian Dorobantu) Spanyol memiliki sistem transportasi publik yang sangat mumpuni. Kota-kota besar seperti Madrid, Barcelona, Valencia, hingga Sevilla dilengkapi jaringan metro, bus, dan kereta yang nyaman serta mudah digunakan wisatawan.
Selain lebih hemat dibandingkan taksi, transportasi umum juga menjadi cara terbaik untuk menghindari kemacetan, terutama saat musim liburan. Jika berencana tinggal beberapa hari, pertimbangkan membeli kartu transportasi harian atau mingguan agar biaya perjalanan lebih ekonomis.
7. Don't: mengabaikan keamanan barang bawaan
Walaupun Spanyol relatif aman, kasus pencopetan masih cukup sering terjadi, terutama di kawasan wisata yang ramai seperti La Rambla di Barcelona, Puerta del Sol di Madrid, maupun stasiun kereta dan metro. Hindari meletakkan ponsel atau dompet di saku belakang celana. Gunakan tas selempang yang selalu berada di depan tubuh, serta jangan meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan saat menikmati kafe atau restoran.
8. Do: hormati budaya dan tradisi setempat

Potret Barcelona, Spanyol (pexels.com/Aleksandar Pasaric) Setiap daerah di Spanyol memiliki identitas budaya yang kuat. Misalnya Catalonia, Andalusia, hingga Basque Country memiliki bahasa, tradisi, bahkan kuliner khas masing-masing. Saat mengunjungi gereja, katedral, atau bangunan bersejarah, kenakan pakaian yang sopan dan ikuti aturan yang berlaku. Menghormati budaya lokal akan membuat pengalaman liburan terasa lebih menyenangkan, sekaligus memberikan kesan baik kepada masyarakat setempat.
9. Do: luangkan waktu menikmati kota dengan berjalan kaki
Banyak kota di Spanyol dirancang untuk dinikmati sambil berjalan kaki. Jalan-jalan kecil di kawasan tua, alun-alun bersejarah, pasar tradisional, hingga deretan kafe terbuka menjadi daya tarik utama yang sering kali tidak bisa dinikmati jika hanya menggunakan kendaraan. Selain lebih hemat, berjalan kaki juga memberi kesempatan menemukan toko lokal, bangunan bersejarah, maupun sudut-sudut kota yang tidak selalu masuk dalam daftar destinasi wisata populer.
10. Don't: hanya fokus pada destinasi terkenal

Potret Kastil Alhambra Granada, Spanyol (pexels.com/Julio GM) Barcelona dan Madrid memang menjadi tujuan utama banyak wisatawan, tetapi Spanyol memiliki banyak kota menarik lainnya yang tidak kalah indah. Sevilla menawarkan arsitektur khas Andalusia, Granada memiliki Istana Alhambra yang ikonik, Valencia terkenal dengan pantai dan paella autentiknya, sementara San Sebastián menjadi surga bagi pencinta kuliner. Jika kamu memiliki waktu lebih panjang, jangan ragu mengeksplorasi kota-kota tersebut, agar pengalaman liburanmu makin seru!
11. Don't: mengadakan pesta tanpa izin
Mallorca dan Ibiza memang terkenal sebagai destinasi pesta kelas dunia. Namun, bukan berarti wisatawan bebas menggelar pesta di vila atau rumah sewaan tanpa izin resmi.
Pemerintah setempat menerapkan aturan ketat terhadap pesta ilegal, terutama yang diselenggarakan di properti pribadi. Penyelenggara maupun peserta pesta dapat dikenai denda 300 Euro-300 ribu Euro (sekitar Rp6 juta sampai Rp6 miliar) apabila acara berlangsung tanpa izin atau melanggar ketentuan keselamatan.
Setiap lokasi pesta wajib memenuhi persyaratan seperti kapasitas pengunjung, jalur evakuasi, hingga keberadaan petugas keamanan. Jika kamu berencana mengadakan acara bersama teman, pastikan seluruh izin telah dipenuhi, agar liburan tetap aman dan bebas masalah.
Liburan di Spanyol akan terasa jauh lebih menyenangkan jika kamu memahami kebiasaan masyarakat setempat. Jadi, sebelum berangkat, pastikan kamu telah memahami berbagai do's and don'ts yang berlaku di sana, ya!



















