Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Faktor yang Mempengaruhi Berat Ringannya Tarikan Motor
Ilustrasi Touring (Pexels.com/Ene Marius)
  • Kondisi mesin dan pembakaran, termasuk busi, filter udara, bahan bakar, injektor, serta kualitas dan volume oli, menentukan optimal tidaknya tenaga motor.
  • Sistem penyaluran tenaga perlu dirawat sesuai jenis motor: kopling dan rantai pada motor manual, serta sabuk CVT dan puli pada motor matic memengaruhi akselerasi.
  • Beban, kondisi jalan, gaya berkendara, tekanan ban, rem, dan bantalan roda dapat menambah hambatan; tarikan berat disertai suara atau getaran perlu diperiksa ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor bisa terasa berat saat jalan karena mesin, busi, filter udara, bensin, atau oli tidak baik. Rantai, kopling, dan bagian CVT juga bisa bermasalah. Motor jadi lebih lambat kalau membawa banyak barang atau naik jalan. Ban kurang angin dan rem seret juga mengganggu. Kalau ada suara atau getaran aneh, motor perlu dibawa ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tarikan motor tentu menjadi salah satu hal yang akan sangat mempengaruhi kenyamanan dalam proses berkendara, terutama ketika harus berakselerasi di jalanan. Motor dengan tarikan yang responsif tentu akan terasa lebih mudah dikendalikan karena tenaga mesin bisa disalurkan sesuai dengan kebutuhan pengendaranya.

Pada saat tarikan motor terasa berat atau kurang bertenaga, maka penyebabnya tidak selalu berasal dari kerusakan mesin yang serius. Ada beberapa faktor berikut ini yang akan turut menentukan berat ringannya tarikan, sehingga pemilik dapat melakukan perawatan yang tepat dan mengetahui kapan kendaraan harus segera diperiksa lebih lanjut.

1. Kondisi mesin dan sistem pembakaran

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Mick Haupt)

Kondisi mesin ternyata bisa menjadi faktor utama yang turut menentukan kemampuan motor dalam menghasilkan tenaga untuk bisa menggerakkan kendaraan. Berbagai komponen penting seperti busi, filter udara, sistem bahan bakar, dan injektor pada motor berteknologi injeksi tentu semestinya harus berada dalam kondisi yang baik agar proses pembakarannya berlangsung dengan optimal.

Kualitas dan jumlah oli mesin turut berpengaruh terhadap kelancaran kerja dari komponen yang saling bergesekan di dalam mesin. Kondisi oli yang sudah menurun kualitasnya atau volumenya tidak sesuai justru bisa mengurangi efektivitas pelumasan dan bahkan meningkatkan risiko gesekan pada komponen tertentu.

2. Kondisi sistem transmisi dan penyaluran tenaga

ilustrasi motor (pexels.com/David McElwee)

Tenaga yang dihasilkan mesin harus disalurkan melalui sistem transmisi agar motor bisa bergerak sesuai putaran dan kecepatan yang dibutuhkan. Untuk motor manual, kondisi kopling dan rantai ternyata bisa sangat mempengaruhi penyaluran tenaga, sedangkan motor matic biasanya kerap mengandalkan sistem transmisi otomatis atau CVT yang memang terdiri atas sejumlah komponen.

Perawatan sistem transmisi harus disesuaikan dengan jenis motor karena setiap mekanisme pasti memiliki komponen dan juga kebutuhan pemeriksaan yang berbeda-beda. Untuk motor matic, sabuk CVT yang sudah mulai aus atau komponen puli yang bermasalah justru bisa mempengaruhi akselerasi, sedangkan untuk rantai motor manual yang kondisinya terlalu kendur atau terlalu kencang justru bisa mengganggu penyaluran tenaganya.

3. Beban kendaraan dan kondisi jalan

ilustrasi membawa muatan (unsplash.com/Maksym Tymchyk 🇺🇦)

Beban yang dibawa motor ternyata turut mempengaruhi berat atau ringannya tarikan karena mesin harus menghasilkan tenaga yang lebih besar agar dapat menggerakkan kendaraan dan juga pengendaranya. Pada saat motor membawa penumpang, barang bawaan, atau muatan yang cukup berlebihan, maka akselerasinya pun akan terasa lebih lambat, apalagi di kondisi jalan yang menanjak.

Bukan hanya beban, namun kondisi jalan turut menentukan seberapa besar tenaga yang diperlukan motor untuk bergerak dengan lancar. Untuk menjaga performa dan keselamatan diri, maka sesuaikan kecepatan dan penggunaan gigi pada motor manual dengan kondisi jalan, serta hindari membawa muatan berlebih dan pastikan tekanan ban selalu mengikuti rekomendasi pabrikan.

4. Gaya berkendara dan kondisi komponen pendukung

ilustrasi motor (unsplash.com/Harley-Davidson)

Cara pengendara dalam mengoperasikan motor ternyata bisa turut mempengaruhi respons tarikan, terutama pada saat membuka gas, mengganti gigi, atau mempertahankan kecepatan di berbagai kondisi jalan. Membuka gas secara mendadak tanpa melakukan penyesuaian kondisi kendaraan justru bisa membuat akselerasinya terasa kurang halus dan bisa meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Bukan hanya gaya berkendara, namun kondisi komponen pendukung seperti tekanan ban, rem dan bantalan roda ternyata bisa mempengaruhi kemudahan motor dalam bergerak. Kondisi ban yang kurang angin ternyata bisa meningkatkan hambatan ulir sementara rem yang serat atau bantalan roda yang bermasalah justru bisa menambah hambatan pada saat roda berputar.

Berat ringannya tarikan motor tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada. Perawatan secara berkala dan pemeriksaan komponen yang tepat bisa membantu menjaga tenaga motor agar bisa disalurkan dengan baik. Jika tarikan motor tiba-tiba terasa berat atau disertai suara hingga getaran yang tidak biasa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke bengkel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article