Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Menjaga Suhu Baterai EV Tetap Stabil Saat Cuaca Panas Ekstrem

3 min read
Tips Menjaga Suhu Baterai EV Tetap Stabil Saat Cuaca Panas Ekstrem
Mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)
  • Cuaca panas ekstrem menambah beban pendinginan baterai EV; BMS dapat mengatur kinerja saat suhu terlalu tinggi untuk melindungi komponen lithium-ion.
  • Parkir di tempat teduh atau bersirkulasi baik membantu mengurangi paparan panas, sementara pelindung kaca depan hanya menekan panas kabin dan tidak mendinginkan baterai langsung.
  • Lakukan pengisian saat lebih sejuk sesuai rekomendasi pabrikan, perhatikan peringatan suhu, manfaatkan sistem pendingin, serta hentikan kendaraan di lokasi aman bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca panas ekstrem bukan hanya membuat pengendara merasa gerah, tetapi juga menjadi tantangan bagi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Suhu lingkungan yang tinggi dapat menambah beban sistem pendingin baterai, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh atau terjebak kemacetan.

Baterai lithium-ion bekerja optimal dalam rentang suhu tertentu. Jika suhunya terlalu tinggi, sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS) akan mengatur kinerja untuk melindungi komponen. Agar baterai tetap awet, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan saat cuaca panas.

  1. 1. Pilih tempat parkir yang teduh

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)

    Memarkir mobil listrik di bawah naungan atau di dalam gedung parkir dapat membantu mengurangi paparan panas matahari secara langsung. Sebaliknya, mobil yang terparkir berjam-jam di ruang terbuka berpotensi mengalami peningkatan suhu kabin dan komponen kendaraan, termasuk area baterai yang terpengaruh kondisi lingkungan.

    Jika tidak tersedia tempat teduh, gunakan pelindung kaca depan untuk mengurangi panas yang masuk ke kabin. Namun, perlu dipahami bahwa pelindung kaca tidak mendinginkan baterai secara langsung. Sistem pendingin kendaraan tetap berperan penting dalam menjaga suhu baterai sesuai batas yang ditentukan pabrikan.

    Kebiasaan sederhana lainnya adalah memilih lokasi parkir dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari meninggalkan kendaraan terlalu lama di tempat yang sangat panas apabila tersedia alternatif yang lebih sejuk dan aman.

  2. 2. Atur pengisian daya sesuai rekomendasi pabrikan

    Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
    Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)

    Pengisian daya menghasilkan panas, sehingga mengecas ketika suhu baterai sudah tinggi dapat menambah beban termal. Jika memungkinkan, lakukan pengisian saat cuaca lebih sejuk, misalnya pada pagi hari atau malam hari. Ikuti pula batas daya pengisian yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan.

    Pengisian cepat atau DC fast charging memang praktis untuk perjalanan jauh, tetapi dapat menghasilkan panas lebih besar dibandingkan pengisian AC dalam kondisi tertentu. Ketika suhu baterai tinggi, mobil mungkin membatasi kecepatan pengisian secara otomatis. Kondisi tersebut merupakan salah satu mekanisme perlindungan, bukan selalu tanda kerusakan.

    Hindari memaksakan pengisian ketika muncul peringatan suhu baterai. Berikan waktu agar sistem mendinginkan baterai, lalu ikuti petunjuk pada layar kendaraan atau buku manual.

  3. 3. Manfaatkan sistem pendingin dan hindari penggunaan berlebihan

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

    Sebagian mobil listrik memiliki sistem pendingin cairan, sedangkan model lain menggunakan metode pendinginan berbeda. Sistem ini membantu menjaga baterai tetap berada dalam rentang suhu kerja yang sesuai. Karena itu, jangan mengabaikan pesan peringatan terkait pendinginan atau melakukan modifikasi yang mengganggu sirkulasi udara dan cairan pendingin.

    Perjalanan panjang saat cuaca terik juga perlu direncanakan dengan baik. Gunakan navigasi untuk memperkirakan kebutuhan pengisian daya dan pilih tempat istirahat yang aman. Jika muncul peringatan suhu tinggi, kurangi beban kendaraan dan berhenti di lokasi aman sesuai instruksi pabrikan. Jangan membuka atau mendinginkan baterai dengan menyiramnya menggunakan air.

    Pada akhirnya, menjaga suhu baterai EV bukan berarti harus selalu membuatnya dingin, melainkan membantu sistem mempertahankan suhu kerja yang aman. Parkir dengan bijak, mengatur waktu pengisian, dan memperhatikan peringatan kendaraan merupakan langkah sederhana untuk mendukung performa serta umur pakai baterai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More