Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Cairan Mobil Listrik yang Harus Diganti secara Berkala

3 min read
Daftar Cairan Mobil Listrik yang Harus Diganti secara Berkala
ilustrasi bengkel mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Mobil listrik tidak memakai oli mesin konvensional, tetapi tetap membutuhkan perawatan cairan sesuai desain kendaraan dan rekomendasi pabrikan.
  • Coolant baterai dan motor, serta minyak rem, perlu diperiksa atau diganti berdasarkan buku manual; jangan mencampur cairan yang tidak sesuai spesifikasi.
  • Oli reduksi, cairan washer, dan refrigeran AC memiliki kebutuhan perawatan berbeda; pengisian atau penggantian harus mengikuti kondisi sistem dan jadwal servis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik dikenal memiliki komponen bergerak lebih sedikit dibandingkan mobil bermesin bensin. Kendaraan ini tidak membutuhkan oli mesin konvensional, sehingga biaya perawatannya bisa lebih sederhana. Namun, bukan berarti mobil listrik terbebas dari perawatan cairan.

Ada beberapa cairan yang tetap berperan penting dalam menjaga kinerja dan keselamatan mobil listrik. Jenis serta interval penggantiannya bergantung pada desain kendaraan dan rekomendasi pabrikan. Karena itu, pemilik perlu memahami fungsi setiap cairan agar tidak terlambat melakukan perawatan.

  1. 1. Cairan pendingin baterai dan motor listrik

    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)
    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

    Pada mobil listrik yang menggunakan sistem pendingin cairan, coolant berfungsi membantu menjaga suhu baterai, motor listrik, atau komponen elektronika daya tetap dalam rentang kerja yang sesuai. Suhu yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kinerja dan mempercepat penuaan baterai. Namun, tidak semua mobil listrik menggunakan rancangan sistem pendingin yang sama.

    Coolant tidak selalu perlu diganti sesering cairan pada mobil konvensional. Interval penggantian mengikuti jadwal perawatan yang ditetapkan pabrikan, termasuk jenis cairan yang diperbolehkan. Jangan sembarangan mencampur coolant berbeda atau menambahkan cairan yang tidak sesuai spesifikasi karena dapat mengganggu sistem pendinginan. Pada beberapa model, pemeriksaan berkala lebih diutamakan daripada penggantian dalam waktu singkat.

  2. 2. Minyak rem dan cairan washer kaca

    ilustrasi minyak rem mobil (Freepik.com/freepik)
    ilustrasi minyak rem mobil (Freepik.com/freepik)

    Mobil listrik tetap menggunakan sistem pengereman hidraulis yang memerlukan minyak rem. Walaupun pengereman regeneratif membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengisi kembali energi baterai, rem konvensional tetap dibutuhkan untuk pengereman tertentu dan kondisi darurat. Minyak rem dapat menyerap kelembapan seiring waktu sehingga kinerjanya berpotensi menurun.

    Penggantian minyak rem sebaiknya mengikuti interval dalam buku manual, bukan hanya berdasarkan warna cairan. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika pedal rem terasa berbeda atau ditemukan kebocoran. Sementara itu, cairan washer kaca digunakan untuk membersihkan kaca depan agar pandangan tetap jelas. Cairan ini perlu ditambah ketika berkurang dan tidak memiliki interval penggantian tetap seperti minyak rem. Gunakan produk yang sesuai dan jangan mengisi wadah washer dengan minyak rem atau cairan lain.

  3. 3. Oli reduksi dan cairan pendingin kabin

    ilustrasi menuang minyak rem (freepik.com/peoplecreations)
    ilustrasi menuang minyak rem (freepik.com/peoplecreations)

    Sebagian besar mobil listrik menggunakan transmisi reduksi dengan susunan roda gigi yang lebih sederhana dibandingkan transmisi otomatis konvensional. Komponen tersebut tetap dapat membutuhkan oli pelumas untuk mengurangi gesekan dan membantu melindungi roda gigi. Meski sering disebut oli transmisi, spesifikasi dan interval perawatannya berbeda-beda, bahkan ada model yang tidak menetapkan penggantian rutin dalam kondisi penggunaan normal.

    Selain itu, sistem pendingin kabin dapat menggunakan refrigeran untuk menghasilkan udara dingin. Refrigeran bukan cairan yang perlu diganti secara berkala seperti minyak rem. Sistem yang sehat umumnya tidak membutuhkan pengisian rutin. Jika AC kurang dingin, teknisi perlu memeriksa kemungkinan kebocoran atau gangguan komponen sebelum menambahkan refrigeran. Pada mobil dengan pompa kalor, sistem ini juga dapat terhubung dengan pengelolaan suhu kendaraan.

    Pada akhirnya, perawatan cairan mobil listrik tetap penting meskipun tidak ada oli mesin konvensional. Periksa buku manual dan catatan servis untuk mengetahui cairan yang benar-benar digunakan serta jadwal perawatannya. Jangan mengganti atau menambahkan cairan hanya berdasarkan kebiasaan merawat mobil bensin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More