Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kesalahan Putar Balik Saat Mengendarai Motor, Hati-hati!

4 Kesalahan Putar Balik Saat Mengendarai Motor, Hati-hati!
ilustrasi motor (unsplash.com/Aditya Chinchure)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Putar balik motor sering dianggap mudah, padahal banyak pengendara melakukan kesalahan kecil yang bisa memicu kecelakaan jika tidak memperhatikan kecepatan, posisi, dan kondisi sekitar.
  • Kesalahan umum meliputi tidak menurunkan kecepatan, terlambat menyalakan lampu sein, serta mengambil jalur terlalu lebar atau sempit saat bermanuver di titik putar balik.
  • Tidak mengecek lalu lintas dari dua arah menjadi faktor berisiko tinggi; kebiasaan waspada dan disiplin sinyal dapat membantu pengendara melakukan putar balik dengan aman dan terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Putar balik merupakan manuver sederhana yang dilakukan hampir setiap pengendara motor, namun faktanya masih banyak pengendara yang melakukannya dengan cara yang kurang tepat, sehingga membahayakan diri sendiri dan orang lain. Meski terlihat mudah, namun putar balik memerlukan perhatian pada kecepatan, posisi kendaraan, hingga kondisi lingkungan.

Banyak kecelakaan kecil di jalan raya terjadi akibat kesalahan sepele pada saat putar balik yang semestinya dapat dihindari dengan kebiasaan berkendara yang aman. Berikut ini merupakan beberapa kesalahan sepele pemotor yang harus dihindari pada saat putar balik, sehingga tetap memprioritaskan keselamatan.

1. Tidak menurunkan kecepatan sebelum masuk area putar balik

ilustrasi motor
ilustrasi motor (unsplash.com/Roberto Nickson)

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah dengan tidak menurunkan kecepatan sebelum memasuki titik putar balik, sehingga motor pun sulit dikendalikan. Kecepatan yang terlalu tinggi akan membuat pengendara kesulitan untuk membajak situasi sekitar, seperti kendaraan dari arah berlawanan atau pun pejalan kaki.

Dengan menurunkan kecepatan secara bertahap, maka pengendara pun akan menjaga keseimbangan motor agar tetap terkendali. Selain itu, kecepatan rendah juga dapat memberikan waktu yang cukup untuk pengendara dalam mengantisipasi kendaraan lain yang mungkin melintas secara tiba-tiba.

2. Tidak memberi sinyal lampu sein lebih awal

ilustrasi motor
ilustrasi motor (unsplash.com/Ali Arif Soydaş)

Banyak pemotor karena menyalakan lampu sein terlalu dekat dengan titik putar balik, sehingga pengendara lain pun tidak memiliki waktu yang cukup untuk memahami niat pergerakannya. Kondisi ini bisa memicu adanya kebingungan diantara pengguna jalan yang mungkin berada di posisi belakang atau di samping, khususnya pada saat lalu lintas sedang padat.

Coba berikan sinyal lebih awal agar membantu pengendara lain untuk menyesuaikan kecepatan dan posisi yang aman, sehingga putar balik pun tidak sampai mengganggu arus lalu lintas yang ada. Sinyal yang jelas akan membantu menciptakan komunikasi visual antar pengguna jalan dengan aman.

3. Memotong jalur terlalu lebar atau terlalu sempit

ilustrasi mengendarai motor
ilustrasi mengendarai motor (pexels.com/Optical Chemist)

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengambil jalur putar balik terlalu lebar, sehingga justru mengganggu lajur berlawanan atau terlalu sempit hingga kehilangan keseimbangan. Pemotor kerap kali salah dalam memperkirakan sudut belok karena terburu-buru atau kurang perhitungan.

Mengambil jalur yang tepat memungkinkan pengendara untuk bermanuver dengan mulus tanpa mengganggu kendaraan lain yang mungkin melintas di sekitar. Dengan menjaga posisi motor agak tetap berada pada lintasan yang aman, maka pengendara pun bisa meminimalisir risiko cidera yang sering terjadi karena memang salah perhitungan sudut belok.

4. Tidak mengecek kondisi lalu lintas dari dua arah

ilustrasi mengendarai motor
ilustrasi mengendarai motor (pexels.com/Viễn Đông)

Beberapa pengendara hanya melihat satu arah sebelum putar balik, padahal kendaraan bisa saja datang dari kedua arah dengan kecepatan yang sulit diprediksi. Kecerobohan kecil bisa menyebabkan kecelakaan karena pengendara masuk terlalu cepat ke jalur yang sedang dilalui oleh kendaraan lain.

Memastikan kedua sisi aman dapat memberikan ruang gerak yang cukup, sehingga motor pun dapat melakukan putar balik tanpa harus terburu-buru. Dengan membiasakan diri untuk selalu memeriksa kondisi lalu lintas, maka pengendara bisa menghindari situasi berbahaya yang sebetulnya dapat dicegah.

Kebiasaan sepele pada saat putar balik sering menjadi penyebab insiden yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Dengan memahami dan menghindari beberapa kesalahan umum di atas, maka pemotor bisa melakukan manuver putar balik dengan lebih aman, nyaman, dan terkontrol. Tetap harus selalu waspada, khususnya pada saat akan putar balik di jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More