Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Penyebab Rantai Motor Cepat Kendur Meski Sering Disetel

3 min read
4 Penyebab Rantai Motor Cepat Kendur Meski Sering Disetel
ilustrasi rantai motor (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
  • Rantai cepat kendur dapat dipicu keausan pada pin, bushing, dan penghubung, yang membuat rantai memanjang serta menimbulkan suara kasar atau kelonggaran tidak merata.
  • Sproket depan maupun belakang yang aus tidak lagi mencengkeram rantai optimal; mengganti rantai tanpa mengganti sproket aus dapat mempercepat kerusakan rantai baru.
  • Penyetelan yang tidak sesuai, roda belakang tidak sejajar, serta pelumasan dan pembersihan minim mempercepat keausan; rantai kendur berisiko lepas dari sproket.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rantai motor yang cepat keluar walau sudah sering disetel tentu sangat mengganggu karena bisa membuat suara dari area rantai semakin kasar dan mempengaruhi kenyamanan berkendara. Kondisi ini sebetulnya tidak selalu berarti penyetelannya kurang tepat karena ada beberapa komponen yang bisa membuat lantai kembali memiliki kelonggaran dalam waktu yang relatif singkat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rantai yang terlalu kendur bisa meningkatkan risiko rantai terlepas dari sproket dan membuat penyaluran tenaga mesin menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor penyebabnya agar masalah ini tidak hanya diselesaikan dengan mengencangkan rantai berulang kali tanpa memperbaiki sumber kerusakannya.

  1. 1. Rantai sudah mengalami keausan

    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Kevin Bidwell)
    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Kevin Bidwell)

    Rantai yang sudah lama digunakan ternyata bisa mengalami keausan pada bagian pin, bushing, dan komponen penghubung lainnya, sehingga jarak antar bagiannya jadi secara perlahan berubah. Perubahan tersebut bisa membuat rantai menjadi lebih panjang jika dibandingkan kondisi awal, meski secara fisik pertambahannya mungkin tidak langsung terlihat.

    Rantai yang aus biasanya turut menunjukkan gejala lain, seperti suara yang kasar, gerakan yang tidak halus, atau adanya bagian rantai yang memiliki tingkat kelonggaran berbeda pada saat rodanya diputar. Penyetelan hanya dapat mengatur posisi roda untuk mengurangi kelonggaran, namun tidak bisa mengembalikan kondisi komponen rantai yang sudah mengalami keausan.

  2. 2. Sproket sudah aus

    ilustrasi rantai motor (pexels.com/HAROLD PRODUCTIONS)
    ilustrasi rantai motor (pexels.com/HAROLD PRODUCTIONS)

    Sproket depan dan belakang bekerja bersama rantai untuk meluruskan tenaga mesin ke roda belakang, sehingga kondisinya bisa sangat mempengaruhi sistem penggerak. Gigi sproket yang sudah haus juga bisa berubah bentuk dan tidak lagi mencengkram rantai secara optimal, sehingga kerja rantai pun menjadi kurang stabil ketika motor digunakan.

    Sproket yang aus turut memiliki bentuk gigi yang terlihat lebih runcing dan tidak merata jika dibandingkan dengan kondisi normal. Jika hanya rantai yang diganti, sementara sproketnya tetap menggunakan komponen yang sudah sangat aus, maka rantai baru pun bisa mengalami keausan yang jauh lebih cepat.

  3. 3. Penyetelan rantai tidak dilakukan dengan tepat

    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Penyetelan rantai yang kurang tepat ternyata bisa membuat kelonggaran rapi tidak sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pihak pabrikan. Rantai yang terlalu kencang justru bisa memberikan beban berlebih pada rantai, sproket, bantalan, dan komponen terkait, sedangkan rantai yang terlalu kendur bisa lebih mudah bergerak dan menghasilkan hentakan.

    Bukan hanya tingkat kekencangan namun posisi roda belakang juga harus diperhatikan setelah penyetelan dilakukan. Jika posisi roda tidak sejajar karena penyetelan sisi kiri dan kanan berbeda, maka rantai bisa bekerja dengan sudut yang tidak ideal dan lebih cepat mengalami keausan.

  4. 4. Pelumasan dan perawatan rantai kurang baik

    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Nishant Aneja)
    ilustrasi rantai motor (pexels.com/Nishant Aneja)

    Rantai yang jarang dibersihkan dan dilumasi ternyata bisa mengalami gesekan yang jauh lebih besar akibat paparan debu pasir, air, dan kotoran yang menempel pada mukanya. Gesekan tersebut ternyata bisa mempercepat resiko keausan pada bagian-bagian rantai, sehingga kelonggarannya pun bertambah lebih cepat walau penyetelan sudah dilakukan secara rutin.

    Gunakan pelumas rantai yang sesuai dan lakukan pembersihan secara berkala terutama setelah motor digunakan melewati kondisi jalanan yang berdebu dan basah. Hindari menggunakan bahan pembersih atau pelumas yang tidak sesuai karena bisa mempengaruhi komponen rantai dan membuat kotorannya menjadi lebih mudah menempel.

    Rantai motor yang cepat kendur walau sering disetel sebetulnya bisa menjadi tanda adanya keausan atau masalah pada sistem penggerak. Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian rantai dan komponen lain yang ada di sekitarnya agar sumber masalah dapat diketahui dengan lebih cepat. Jangan hanya terus mengencangkan rantai karena penyetelan berulang tanpa pemeriksaan hanya akan membuat kerusakannya semakin sulit ditangani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More