Memakai jaket yang tebal sering kali menjadi pilihan utama saat harus berkendara menembus udara dingin malam hari atau wilayah pegunungan. Harapannya, pakaian penahan angin tersebut dapat melindungi tubuh secara maksimal dari risiko masuk angin dan menjaga suhu badan tetap hangat. Namun, banyak pengendara yang tidak menyadari bahwa pemilihan jenis pakaian ini memiliki efek samping yang tidak terduga.
Alih-alih menjaga tubuh tetap bugar dan fokus, penggunaan jaket yang terlalu tebal justru bisa menjadi pemicu utama datangnya rasa kantuk yang luar biasa. Fenomena ini berkaitan erat dengan cara tubuh manusia merespons perubahan suhu ekstrem yang terjadi di balik lapisan kain. Memahami dampak fisiologis ini sangat penting demi menjaga keselamatan dan kewaspadaan selama menempuh perjalanan jauh.
