Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Makan Pedas Bisa Mengusir Kantuk Saat Touring Motor?

Benarkah Makan Pedas Bisa Mengusir Kantuk Saat Touring Motor?
ilustrasi touring motor (freepik.com/bublikhaus)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Makanan pedas saat touring memang bisa memberi efek melek instan karena lonjakan adrenalin dari senyawa kapsaisin, tapi efeknya hanya sementara dan tidak menghilangkan rasa lelah sebenarnya.
  • Konsumsi makanan terlalu pedas berisiko memicu gangguan pencernaan seperti nyeri perut dan diare, yang dapat mengganggu konsentrasi serta memperburuk kondisi tubuh di tengah perjalanan jauh.
  • Alternatif aman menjaga fokus adalah dengan buah segar atau permen karet bebas gula, namun jika kantuk tak tertahankan, istirahat singkat tetap jadi solusi terbaik demi keselamatan berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Perjalanan jauh di atas sepeda motor sering kali memicu rasa lelah dan kantuk yang luar biasa bagi para pengendara. Jalur lurus yang monoton serta embusan angin malam menjadi kombinasi sempurna yang membuat mata terasa berat di tengah jalan. Dalam kondisi darurat seperti ini, banyak pengendara yang mencari berbagai cara instan agar kesadaran mereka tetap terjaga dengan baik.

Salah satu metode yang populer dilakukan oleh komunitas pencinta touring adalah menyantap makanan yang sangat pedas saat beristirahat. Sensasi terbakar di lidah dipercaya ampuh memberikan sengatan instan yang bisa membuat mata langsung melek seketika. Namun, di balik efek segar yang dirasakan sementara tersebut, ada dampak kesehatan yang justru bisa mengacaukan sisa perjalanan.

1. Efek kejut sementara dari zat kapsaisin pada lidah

ilustrasi sambal balado (freepik.com/freepik)
ilustrasi sambal balado (freepik.com/freepik)

Rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai mengandung senyawa kimia aktif yang disebut dengan kapsaisin. Ketika senyawa ini menyentuh permukaan lidah, saraf sensorik akan mengirimkan sinyal bahaya yang kuat langsung menuju ke pusat otak. Otak merespons sinyal tersebut dengan melepaskan hormon adrenalin dan endorfin ke dalam aliran darah sebagai bentuk pertahanan tubuh.

Lonjakan hormon adrenalin inilah yang menyebabkan detak jantung meningkat dan memberikan efek kejut yang membuat mata terasa segar seketika. Efek stimulan alami ini memang terbukti mampu mengusir rasa kantuk dalam waktu beberapa menit setelah makanan ditelan. Sayangnya, reaksi berantai ini bersifat sangat sementara dan tidak benar-benar menghilangkan rasa lelah yang menumpuk di dalam jaringan otot tubuh.

2. Bahaya gangguan pencernaan di tengah jalur perjalanan

ilustrasi seseorang sakit perut (freepik.com/jcomp)
ilustrasi seseorang sakit perut (freepik.com/jcomp)

Meskipun memberikan efek melek yang instan, mengonsumsi makanan terlalu pedas saat touring memiliki risiko yang sangat tinggi bagi lambung. Capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan dan mengiritasi dinding saluran pencernaan yang sedang lelah. Kondisi ini bisa memicu timbulnya rasa nyeri, kram perut, hingga gejala diare akut di tengah perjalanan yang jauh dari fasilitas umum.

Mengalami masalah pencernaan saat sedang berkendara tentu akan sangat mengganggu konsentrasi dan menurunkan stabilitas pengendalian motor. Rasa mulas yang hebat memaksa pengendara untuk terus mencari tempat berhenti, sehingga jadwal perjalanan menjadi berantakan. Selain itu, dehidrasi akibat diare justru akan mempercepat datangnya rasa lelah yang jauh lebih parah daripada sebelumnya.

3. Solusi aman dan efektif menjaga fokus tanpa risiko

ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)
ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

Menyadari risiko buruk dari makanan pedas, para pengendara sebaiknya beralih ke metode yang lebih aman untuk menjaga kebugaran tubuh. Mengonsumsi buah-buahan yang menyegarkan seperti jeruk atau apel jauh lebih direkomendasikan karena memberikan asupan vitamin tanpa merusak lambung. Mengunyah permen karet bebas gula juga efektif menjaga otot rahang tetap bergerak sehingga menstimulasi aliran darah ke otak.

Jika rasa kantuk sudah tidak bisa ditahan lagi dengan metode apa pun, itu adalah sinyal mutlak bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Tidak ada makanan atau minuman ajaib yang bisa menggantikan fungsi pemulihan sel tubuh selain tidur yang berkualitas. Mengambil waktu selama lima belas menit untuk tidur singkat di rest area adalah langkah paling bijak demi keselamatan jiwa selama touring.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More