ilustrasi ban motor (pexels.com/Rahul Soni)
Ban yang sering terkena sinar matahari langsung, panas, kelembapan, atau lingkungan yang banyak menghasilkan ozon dapat mengalami penuaan lebih cepat. Sebaliknya, ban yang disimpan dan digunakan dalam kondisi lingkungan yang baik bisa memiliki kondisi berbeda meski usianya sama.
Karena itu, tidak ada satu angka usia yang bisa dijadikan patokan mutlak untuk semua ban tanpa melihat rekomendasi pabrikan dan kondisi aktualnya. Jika ban sudah berusia cukup lama, menunjukkan retakan, mengalami perubahan bentuk, atau daya cengkeram terasa menurun, sebaiknya diperiksa oleh teknisi sebelum kembali digunakan.
Jadi, ban motor yang masih tebal belum tentu otomatis masih dalam kondisi terbaik. Ketebalan tapak perlu dilihat bersama usia, kondisi karet, pola keausan, serta lingkungan tempat ban digunakan dan disimpan.
Jika terdapat keraguan terhadap kondisi ban, pemeriksaan di bengkel atau toko ban dapat membantu menentukan kelayakannya. Mengganti ban sebelum kondisinya benar-benar memburuk bisa menjadi langkah penting untuk menjaga traksi dan keselamatan selama berkendara.