Ilustrasi ban motor (pexels.com/Karan Mridha)
Penggunaan ban dengan ukuran yang tidak sesuai rekomendasi dapat mengubah karakter pengendalian motor. Ban yang terlalu lebar, terlalu tinggi, atau memiliki profil berbeda bisa memengaruhi bentuk kontak ban dengan jalan serta respons motor saat dibelokkan.
Selain ukuran, karakter ban depan dan belakang juga perlu diperhatikan. Menggunakan dua ban dengan jenis atau pola tapak yang sangat berbeda dapat menghasilkan respons berkendara yang tidak seimbang, terutama pada kondisi jalan basah atau saat motor digunakan menikung.
Ban baru juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum mencapai karakter grip yang optimal. Permukaan ban yang masih baru dapat memiliki lapisan sisa proses produksi, sehingga sebaiknya tidak langsung digunakan secara agresif. Berkendaralah dengan halus selama masa awal pemakaian.
Jika motor tetap terasa oleng setelah ban digunakan beberapa waktu, jangan terus memaksakan pemakaian. Periksa kembali tekanan ban, kondisi pelek, bearing roda, komstir, suspensi, hingga kesesuaian ukuran ban yang digunakan.
Ban baru memang penting, tetapi kestabilan motor tidak hanya ditentukan oleh karet yang menyentuh aspal. Jika motor masih terasa oleng, jangan tunggu sampai masalah kecil berubah menjadi risiko besar di jalan.