Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mengukur Lingkar Kepala, Biar Helm Nyaman Dipakai
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Pemilihan helm dengan ukuran presisi penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara, karena ukuran yang salah bisa menyebabkan pergeseran atau tekanan berlebih pada kepala.
  • Pengukuran lingkar kepala dilakukan di titik terluas di atas alis dan telinga menggunakan pita ukur fleksibel, dengan hasil yang konsisten agar sesuai tabel ukuran tiap merek helm.
  • Setelah pengukuran, uji kecocokan fisik perlu dilakukan untuk memastikan helm tidak terlalu longgar atau sempit, serta memberikan perlindungan maksimal tanpa menimbulkan rasa sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keamanan berkendara dimulai dari pemilihan helm yang memiliki ukuran presisi sesuai kontur kepala. Helm yang terlalu longgar akan mudah bergeser saat terjadi benturan, sementara helm yang terlalu sempit dapat memicu sakit kepala hebat serta mengurangi fokus pengendara akibat tekanan berlebih pada saraf di area pelipis.

Mendapatkan ukuran yang akurat adalah langkah teknis yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang sering membeli perlengkapan berkendara secara daring. Pengukuran yang benar memastikan sistem perlindungan internal helm dapat bekerja maksimal dalam menyerap energi benturan dan menjaga posisi kepala tetap stabil dalam berbagai kondisi medan jalan.

1. Menentukan titik pengukuran yang tepat di atas dahi

ilustrasi helm (pexels.com/MIXU)

Langkah awal untuk mendapatkan angka lingkar kepala yang akurat adalah dengan menyiapkan pita ukur jahit yang fleksibel. Proses pengukuran harus dilakukan pada titik terluas kepala, yaitu tepat di atas alis mata dan di atas telinga. Pastikan pita ukur melingkar secara horizontal melintasi bagian belakang kepala yang paling menonjol (oksipital). Titik ini merupakan diameter maksimal tempurung kepala yang akan menjadi tumpuan utama busa Expanded Polystyrene (EPS) di dalam helm.

Saat melingkarkan pita, pastikan posisi pita tetap lurus dan tidak melintir atau miring. Mintalah bantuan orang lain jika merasa kesulitan untuk memastikan pita ukur berada di posisi yang sejajar dari depan hingga ke belakang. Posisi yang miring akan menghasilkan angka yang lebih besar dari ukuran sebenarnya, yang berisiko membuat helm terasa goyah saat digunakan untuk berkendara dalam kecepatan tinggi.

2. Mengambil angka hasil pengukuran tanpa tekanan berlebih

ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Setelah pita ukur melingkar sempurna, perhatikan angka pertemuan ujung pita tanpa menariknya terlalu kencang atau membiarkannya terlalu kendur. Tekanan pita harus pas, menyerupai cara helm akan memeluk kepala nantinya. Lakukan pengukuran sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan konsistensi angka yang didapat. Jika hasil pengukuran berada di antara dua ukuran (misalnya antara 57 cm dan 58 cm), sangat disarankan untuk memilih ukuran yang terkecil agar busa helm dapat menyesuaikan dengan bentuk wajah seiring waktu pemakaian.

Setiap merek helm biasanya memiliki standar tabel ukuran (size chart) yang berbeda-beda meskipun angka sentimeternya sama. Sebagai contoh, ukuran M pada merek helm premium Eropa mungkin akan terasa berbeda dengan ukuran M pada merek lokal. Oleh karena itu, selalu cocokkan angka sentimeter hasil pengukuran mandiri dengan tabel spesifik yang disediakan oleh pabrikan helm yang diincar guna menghindari kesalahan pemilihan ukuran yang berujung pada ketidaknyamanan.

3. Melakukan uji kecocokan fisik pasca pengukuran

ilustrasi helm (pexels.com/MIXU)

Angka lingkar kepala hanyalah panduan dasar, namun kenyamanan akhir ditentukan oleh bentuk kepala, apakah cenderung bulat (round) atau lonjong (long oval). Setelah helm dengan ukuran hasil pengukuran tersebut dicoba, lakukan tes sederhana dengan menggoyangkan helm ke kiri dan ke kanan saat tali pengikat sudah terpasang. Helm yang pas tidak akan berputar secara bebas dan akan ikut menarik kulit pipi saat digerakkan. Pastikan tidak ada titik tekanan (hotspot) yang menyakitkan di bagian dahi atau ubun-ubun.

Selain itu, cobalah untuk memasukkan satu jari telunjuk di antara dahi dan busa helm. Jika jari dapat masuk dengan terlalu mudah, artinya helm tersebut masih terlalu besar. Sebaliknya, jika sulit sekali memasukkan jari dan dahi terasa tertekan, maka ukuran tersebut terlalu kecil. Helm yang aman harus terasa mendekap seluruh area kepala secara merata tanpa ada ruang kosong yang signifikan. Dengan melakukan pengukuran lingkar kepala yang detail, perlindungan maksimal bagi organ paling vital dapat terjamin selama melakukan mobilitas di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team