Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita 10 Tahun Merawat Yamaha NMAX yang Masih Dipakai Harian
Yamaha NMAX Old yang berusia 10 tahun (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Yamaha NMAX 2016 masih dipakai harian hampir 10 tahun karena sejak awal menawarkan bodi matik besar dengan harga lebih terjangkau dibanding Honda PCX CBU.

  • Motor bermesin standar ini pernah menempuh touring pulang-pergi Tangerang Selatan–Lampung sekitar 600 kilometer tanpa gangguan mesin berarti; modifikasi hanya eksterior dan CVT.

  • Perawatan rutin berupa servis berkala, CVT, serta penggantian oli mesin dan transmisi menjaga performa; konsumsi BBM tercatat 35–38 km per liter, meski suspensi belakang bawaan terasa keras.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2016

Penulis membeli Yamaha NMAX untuk penggunaan sehari-hari karena harganya dinilai masih masuk akal.

sampai sekarang

Yamaha NMAX tersebut masih disimpan di garasi dan digunakan harian setelah dirawat rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yamaha NMAX keluaran 2016 masih digunakan harian setelah hampir 10 tahun, termasuk untuk perjalanan dalam kota dan touring pulang-pergi sekitar 600 kilometer.
  • Who?
    Pemilik Yamaha NMAX generasi awal yang membeli motor tersebut pada 2016 dan merawatnya melalui servis serta penggantian komponen berkala.
  • Where?
    Motor digunakan untuk aktivitas harian, sementara salah satu perjalanan jarak jauhnya dilakukan dari Tangerang Selatan menuju Lampung.
  • When?
    NMAX dibeli pada 2016 dan hingga saat ini, setelah hampir satu dekade, masih disimpan di garasi serta digunakan.
  • Why?
    NMAX dipilih karena berukuran besar, nyaman untuk penggunaan sehari-hari, dan saat dibeli harganya lebih terjangkau dibandingkan Honda PCX versi CBU.
  • How?
    Kondisi motor dijaga dengan servis berkala, servis CVT, penggantian oli mesin dan oli transmisi, serta penggantian komponen yang sudah waktunya diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sejak 2016, seseorang punya motor Yamaha NMAX dan masih memakainya setiap hari. Motor itu pernah diajak pergi jauh sampai Lampung, sekitar 600 kilometer pulang-pergi. Mesinnya masih baik karena sering servis, ganti oli, dan ganti bagian yang sudah tua. Sekarang motornya masih nyaman, walau bagian belakangnya dulu terasa keras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengalaman hampir satu dekade ini menunjukkan bahwa perawatan rutin dan penggantian komponen tepat waktu dapat menjaga NMAX tetap andal untuk mobilitas harian maupun perjalanan jauh. Dengan mesin standar, kebutuhan servis yang sederhana, konsumsi BBM yang masih oke, serta biaya perawatan relatif terjangkau, motor ini tetap memberi nilai pakai yang konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hampir 10 tahun bisa dibilang bukan waktu yang sebentar untuk sebuah kendaraan.

Apalagi motor yang setiap hari digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sekadar berangkat kerja, jalan-jalan, sampai sesekali diajak touring jarak jauh. Tapi sampai sekarang, Yamaha NMAX yang saya beli sejak 2016 masih ada di garasi dan masih saya gunakan.

Kalau melihat kondisinya sekarang, mungkin tidak ada yang terlalu istimewa dari NMAX generasi awal ini. Mesinnya masih standar, modifikasi lebih banyak bermain di eksterior dan sedikit ubahan di bagian CVT.

Tetapi justru dari motor inilah saya belajar bahwa kendaraan yang dirawat secara rutin sebenarnya tidak perlu dibuat rumit. Selama kebutuhan dasarnya terpenuhi, NMAX ini masih enak diajak beraktivitas bahkan setelah hampir satu dekade.

1. Awal mula beli NMAX karena harganya masih masuk akal

ilustrasi modifikasi NMAX simpel dengan hasil elegan dan mewah (instagram.com/nmaxnation)

Kalau ditarik ke belakang, alasan saya membeli NMAX pada 2016 sebenarnya cukup sederhana.

Waktu itu saya memang sedang mencari motor matik yang ukurannya lebih besar dari kebanyakan matik di zaman itu tetapi harganya masih masuk akal.

NMAX ketika itu menurut saya punya posisi yang menarik. Motor ini menjadi salah satu pelopor matik bongsor yang semakin populer di Indonesia, tetapi harganya masih relatif terjangkau dibandingkan kompetitornya.

Ada Honda PCX yang juga menarik perhatian, tetapi saat itu masih CBU sehingga harganya jauh lebih mahal daripada NMAX.

Akhirnya pilihan saya jatuh ke NMAX. Niat awalnya sederhana saja, punya motor yang nyaman buat dipakai sehari-hari. Ternyata, semakin lama digunakan, semakin terasa kalau keputusan membeli NMAX waktu itu cukup tepat.

2. Sudah diajak touring 600 km

Yamaha NMAX Old setelah 10 tahun pemakaian (IDN Times/Fadhliansyah)

Selama hampir satu dekade, penggunaan NMAX saya cukup beragam. Bukan cuma dipakai untuk perjalanan sehari-hari di dalam kota, motor ini juga beberapa kali saya bawa untuk perjalanan yang lebih jauh.

Salah satu yang paling berkesan adalah ketika saya membawanya touring dari Tangerang Selatan menuju Lampung. Kalau dihitung pulang-pergi, jaraknya sekitar 600 kilometer.

Yang menarik, selama perjalanan tersebut tidak ada masalah berarti. Motor tetap berjalan normal dan tidak ada kejadian yang membuat perjalanan harus terganggu karena masalah mesin. Padahal, NMAX tersebut sudah bukan motor baru.

Mesinnya juga masih standar. Saya tidak melakukan modifikasi ekstrem untuk mengejar performa.

Modifikasi yang dilakukan lebih banyak di bagian eksterior, sementara kalau bicara performa, saya hanya bermain di area CVT (Continuosly Variable Transmission) atau yang biasa disebut main kirian.

Dari pengalaman itu, saya semakin yakin kalau NMAX sebenarnya punya daya tahan yang cukup baik.

Bukan berarti motor ini tanpa kekurangan. Salah satu hal yang cukup saya rasakan selama menggunakannya adalah karakter suspensi belakang bawaan NMAX Old yang menurut saya cenderung keras.

3. Suspensi belakang jadi salah satu kekurangannya

suspensi yamaha new nmax

Karakter suspensi belakang yang cukup keras ini paling terasa ketika melewati jalan yang tidak rata atau permukaan jalan yang memiliki banyak sambungan. Bantingannya menurut saya masih terasa kurang nyaman, terutama ketika motor digunakan untuk perjalanan yang cukup jauh.

Untuk masalah ini, menurut saya solusi paling masuk akal memang mengganti shock belakang dengan produk aftermarket. Setelah menggunakan shock yang karakter redamannya lebih sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan berkendara bisa terasa lebih baik.

Jadi, meskipun secara umum saya cukup puas dengan NMAX Old, bukan berarti motor ini sempurna. Ada beberapa hal yang menurut saya bisa ditingkatkan, dan suspensi belakang menjadi salah satunya.

4. Perawatannya terbilang gak ribet

Cocok untuk harian hingga touring (Dok. Yamaha)

Selama menggunakan NMAX, saya juga tidak melakukan perawatan yang aneh-aneh. Prinsipnya adalah jangan malas servis dan jangan menunda komponen yang memang sudah waktunya diganti.

Perawatan rutinnya meliputi servis berkala, servis CVT, ganti oli mesin, dan ganti oli transmisi. Hal-hal dasar seperti ini yang menurut saya justru paling penting untuk menjaga motor tetap nyaman digunakan.

Soal konsumsi BBM pun masih tergolong oke untuk ukuran NMAX generasi lama. Dalam pemakaian saya, konsumsi bahan bakarnya masih berada di kisaran 1:35-38.

Artinya, satu liter BBM bisa membawa motor melaju sekitar 35 sampai 38 kilometer, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

Setelah hampir 10 tahun, saya justru merasa NMAX ini punya karakter yang cocok untuk dipelihara dalam jangka panjang. Tidak terlalu banyak drama, biaya perawatan masih relatif terjangkau, dan kebutuhan servisnya juga tidak macam-macam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article