Ciri-ciri Alur Ban Motor yang Sudah Gak Aman Dipakai Saat Hujan

- Alur ban yang mendekati tread wear indicator menandakan keausan parah; kemampuan membuang air menurun dan risiko kehilangan traksi atau aquaplaning di jalan basah meningkat.
- Keausan telapak yang tidak merata, licin, bergelombang, atau terkikis dapat dipicu tekanan angin, kemudi, suspensi, atau penyelarasan roda; kondisi ini perlu diperiksa.
- Retakan, benda asing seperti paku atau batu, benjolan, serta perubahan bentuk ban dapat menandakan kerusakan; periksa juga tekanan angin dan kedalaman alur sebelum hujan.
Ban menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ketika hujan turun, kondisi ban menjadi semakin penting karena harus membantu menjaga traksi sekaligus mengalirkan air dari area kontak dengan aspal.
Alur pada telapak ban memiliki peran penting dalam proses tersebut. Jika alurnya sudah terlalu tipis atau mengalami kerusakan, kemampuan ban membuang air dapat berkurang. Akibatnya, risiko kehilangan traksi ketika melewati jalan basah atau genangan menjadi lebih besar.
1. Kedalaman alur sudah mendekati batas minimum

ilustrasi ban motor (wahanahonda.com) Salah satu tanda paling mudah diperhatikan adalah alur telapak yang semakin dangkal. Ban memiliki indikator keausan atau tread wear indicator yang berada di antara alur telapak. Jika permukaan telapak sudah sejajar dengan indikator tersebut, ban telah mengalami keausan yang cukup parah dan sebaiknya diganti.
Alur yang sudah tipis tidak mampu bekerja seoptimal ban dengan telapak yang masih tebal dalam mengalirkan air. Ketika melewati permukaan basah, air dapat lebih sulit disalurkan keluar dari area kontak ban dengan jalan. Kondisi ini meningkatkan risiko aquaplaning, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di atas genangan.
2. Alur ban aus tidak merata

ilustrasi ban motor (freepik.com/arthur) Keausan ban tidak selalu terjadi secara merata. Bagian tengah telapak bisa lebih cepat terkikis jika tekanan angin terlalu tinggi, sedangkan sisi kiri dan kanan dapat lebih cepat aus ketika tekanan terlalu rendah. Masalah pada sistem kemudi, suspensi, atau penyelarasan roda juga dapat membuat pola keausan menjadi tidak normal.
Ban dengan keausan tidak merata perlu mendapatkan perhatian karena kemampuan mencengkeram permukaan jalan dapat berbeda pada setiap bagian telapak. Selain melihat kedalaman alur, periksa apakah terdapat bagian yang lebih licin, bergelombang, atau terkikis dibandingkan area lainnya. Jika pola tersebut terlihat jelas, pemeriksaan kendaraan sebaiknya dilakukan untuk menemukan penyebabnya.
3. Alur retak atau terdapat benda yang merusak

ilustrasi ban motor (vecteezy.com/sophonnawit) Kondisi alur bukan hanya tentang kedalamannya. Ban yang sudah berusia cukup lama dapat mengalami retakan pada telapak maupun dinding meskipun alurnya terlihat masih tebal. Retakan halus yang semakin banyak dapat menjadi tanda material karet mulai mengalami penurunan kondisi.
Perhatikan juga apakah terdapat batu, paku, atau benda asing yang terselip di antara alur. Jangan mengabaikan benjolan atau bagian ban yang berubah bentuk karena dapat menunjukkan kerusakan struktur. Sebelum berkendara saat hujan, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi ban, tekanan angin, dan kedalaman alurnya. Ban yang masih layak dan memiliki alur memadai akan membantu kendaraan mempertahankan traksi ketika menghadapi jalan basah.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















