Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CVT Motor Setelah Dipakai Mudik, Perlu Servis Apa Saja?
Ilustrasi cvt motor (wahanahonda.com)
  • Sistem CVT motor matik bekerja ekstra saat mudik, terutama di kondisi macet dan tanjakan, sehingga perlu perawatan agar performanya tidak menurun.
  • Debu dan kotoran yang menumpuk di rumah CVT harus dibersihkan dengan kompresor udara untuk menjaga kerja pulley dan belt tetap optimal.
  • Pengecekan V-belt serta roller penting dilakukan karena perjalanan jauh bisa mempercepat keausan, ditandai tarikan berat atau getaran saat akselerasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang naik motor matik waktu mudik karena enak dan gampang. Tapi motornya capek, apalagi bagian CVT-nya kerja keras di jalan jauh dan macet. Setelah pulang, CVT bisa kotor dan harus dibersihkan. Sabuk dan roller juga dicek, kalau rusak diganti. Kalau motor jadi berat nariknya, berarti perlu servis lagi biar lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Motor matik jadi pilihan favorit saat mudik karena praktis dan nyaman digunakan. Namun di balik kemudahannya, sistem CVT bekerja ekstra keras selama perjalanan jauh, terutama saat menghadapi macet dan tanjakan.

Tanpa perawatan yang tepat setelah mudik, performa CVT bisa menurun dan berujung pada kerusakan yang lebih mahal.

1. Debu dan kotoran menumpuk di rumah CVT

membersihkan CVT motor matic (Dok. IDN Times)

Selama perjalanan jauh, debu halus bisa masuk ke dalam rumah CVT. Kotoran ini berpotensi mengganggu kerja pulley dan belt sehingga performa motor terasa menurun atau tidak responsif.

Oleh karena itu, pembersihan CVT menjadi langkah penting setelah mudik. Biasanya dilakukan dengan membuka cover dan membersihkan bagian dalam menggunakan kompresor udara.

2. Cek kondisi V-belt dan roller

ilustrasi proses servis CVT motor matic di bengkel Honda (dok. Wahana Honda)

Komponen seperti V-belt dan roller punya usia pakai yang dipengaruhi intensitas penggunaan. Perjalanan mudik yang panjang bisa mempercepat keausan, terutama jika sering melewati tanjakan atau membawa beban berat.

Jika ditemukan retakan pada V-belt atau roller sudah aus, sebaiknya segera diganti untuk mencegah putus di tengah jalan.

3. Performa tarikan jadi indikator

Servis CVT motor matic (IDN Times/Fadhliansyah)

Penurunan performa CVT biasanya bisa dirasakan dari tarikan motor yang lebih berat atau muncul getaran saat akselerasi awal. Ini jadi sinyal bahwa sistem CVT perlu dicek lebih lanjut.

Servis ringan seperti pembersihan dan pengecekan rutin sebenarnya cukup untuk menjaga performa tetap optimal, selama tidak ada komponen yang sudah melewati batas usia pakai.

Editorial Team