Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahaya Riding Terlalu Lama saat Mudik Motor

Bahaya Riding Terlalu Lama saat Mudik Motor
ilustrasi riding motor Yamaha Filano (dok. Yamaha)
Intinya Sih
  • Riding motor terlalu lama tanpa istirahat bisa menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan fisik.
  • Pengendara disarankan berhenti setiap 1,5–2 jam untuk istirahat 10–15 menit agar fokus dan refleks tetap terjaga.
  • Tanda-tanda tubuh lelah seperti mata berat atau tangan pegal perlu diwaspadai, terutama saat riding malam dengan visibilitas terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perjalanan mudik menggunakan motor sering kali memakan waktu berjam-jam, bahkan seharian penuh. Dalam kondisi tertentu, pengendara kerap memaksakan diri untuk terus melaju demi cepat sampai tujuan, tanpa mempertimbangkan kondisi fisik yang mulai menurun.

Padahal, riding terlalu lama tanpa istirahat justru meningkatkan risiko kecelakaan. Faktor kelelahan atau fatigue menjadi salah satu penyebab utama menurunnya konsentrasi yang bisa berdampak fatal saat berkendara jarak jauh.

1. Batas aman lama riding sepeda motor

Bahaya Riding Terlalu Lama saat Mudik Motor
Ilustrasi riding motor di bulan Ramadan (Dok. YIMM)

Melansir beberapa sumber, dalam perjalanan jauh tubuh memiliki batas toleransi terhadap kelelahan. Idealnya, pengendara motor berhenti untuk istirahat setiap 1,5 hingga 2 jam sekali.

Istirahat singkat selama 10–15 menit cukup untuk mengembalikan fokus dan mengurangi ketegangan otot. Jika dipaksakan lebih lama tanpa jeda, refleks tubuh akan melambat dan risiko kehilangan konsentrasi meningkat.

2. Kenali tanda tubuh yang mulai lelah

ilustrasi riding bareng naik Vespa (MIE)
ilustrasi riding bareng naik Vespa (MIE)

Kelelahan saat riding tidak selalu terasa secara langsung. Ada beberapa tanda yang sering diabaikan, seperti mata mulai berat, sering menguap, hingga sulit menjaga fokus pada jalan.

Selain itu, posisi duduk yang mulai tidak nyaman atau tangan terasa pegal juga menjadi indikasi tubuh butuh istirahat. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera menepi dan berhenti sejenak.

3. Jangan paksakan riding di malam hari

Ilustrasi riding malam (pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi riding malam (pexels/cottonbro studio)

Banyak pemudik memilih riding malam hari untuk menghindari panas dan kemacetan. Namun, kondisi ini justru lebih berisiko jika tubuh sudah dalam keadaan lelah.

Visibilitas yang terbatas, ditambah kondisi tubuh yang menurun, bisa memperbesar potensi kecelakaan. Jika sudah merasa tidak fit, lebih baik berhenti dan beristirahat cukup sebelum melanjutkan perjalanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Automotive

See More