Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jaket Motor Gore-Tex: Apakah Sebanding dengan Harganya yang Mahal?

2 min read
Jaket Motor Gore-Tex: Apakah Sebanding dengan Harganya yang Mahal?
ilustrasi touring motor (pexels.com/Efrem Efrem)
  • Jaket Gore-Tex menahan air dari luar sambil melepas uap keringat, menawarkan kenyamanan dan perlindungan saat perjalanan jauh dalam cuaca yang berubah-ubah.
  • Harga premium, seperti REV'IT! Vertical GTX sekitar Rp16,8 juta dan KLIM Carlsbad Rp15,64 juta, juga dipengaruhi konstruksi, ventilasi, resleting, pelindung benturan, serta material antiaus.
  • Untuk pemakaian perkotaan dan hujan sesekali, jaket waterproof kelas menengah sekitar Rp394 ribu hingga Rp500 ribuan menjadi pilihan lebih rasional dibanding Gore-Tex.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jaket motor berbahan Gore-Tex dikenal sebagai salah satu perlengkapan riding premium. Material ini menawarkan kombinasi ketahanan terhadap air dan kemampuan melepas uap panas dari tubuh, sehingga pengendara tetap terlindungi ketika hujan tanpa terlalu mudah merasa gerah.

Namun, harga jaket dengan teknologi tersebut bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Pertanyaannya, apakah keunggulan Gore-Tex benar-benar terasa untuk penggunaan sehari-hari di Indonesia?

  1. 1. Gore-Tex menawarkan perlindungan lebih dari sekadar antiair

    ilustrasi mengenakan jaket motor di tengah musim hujan
    ilustrasi mengenakan jaket motor di tengah musim hujan (pexels.com/Duy Nod)

    Gore-Tex bukan sekadar lapisan yang membuat air sulit masuk. Membran ini dirancang agar air dari luar tertahan, sementara uap air dari keringat dapat keluar. Karakter tersebut membuatnya menarik untuk perjalanan jauh dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

    Sebagai gambaran, REV'IT! Vertical GTX yang tersedia di Indonesia dibanderol sekitar Rp16,8 juta. Sementara itu, KLIM Carlsbad Jacket tercantum sekitar Rp15,64 juta di salah satu distributor Indonesia. Keduanya menunjukkan bahwa jaket riding premium memang membutuhkan anggaran yang cukup besar.

  2. 2. Harganya mahal karena bukan cuma soal bahan

    ilustrasi pria memakai jaket motor (unsplash.com/The Ride Academy)
    ilustrasi pria memakai jaket motor (unsplash.com/The Ride Academy)

    Harga jaket Gore-Tex kelas premium biasanya tidak hanya membayar membrannya. Konstruksi jaket, ventilasi, resleting tahan air, perlindungan benturan, material antiaus, serta desain untuk perjalanan jauh turut memengaruhi harga.

    Contohnya, KLIM Badlands Pro menggunakan GORE-TEX 3-layer Pro Shell dan perlindungan CE Level 2, sementara versi terbarunya dipasarkan sekitar US$1.299,99 sebelum memperhitungkan biaya impor dan komponen harga di Indonesia. Artinya, jaket seperti ini memang ditujukan untuk kebutuhan adventure dan touring serius, bukan sekadar menghadapi hujan saat perjalanan pulang kerja.

  3. 3. Ada alternatif lebih masuk akal untuk harian

    ilustrasi pria dengan jaket motor (pexels.com/Abhinav Vaghela)
    ilustrasi pria dengan jaket motor (pexels.com/Abhinav Vaghela)

    Bagi pengendara yang lebih sering melewati jalan perkotaan, jaket dengan perlindungan air yang baik tetapi tanpa Gore-Tex bisa menjadi pilihan lebih rasional. Salah satunya Respiro FLEXO TR1.3 yang tersedia di kisaran Rp394 ribu, sementara Respiro Venoz TR1.3 berada sekitar Rp498 ribu berdasarkan hasil pencarian produk saat ini.

    Pilihan lain juga tersedia untuk kebutuhan touring ringan, seperti jaket waterproof dengan harga sekitar Rp400 ribuan hingga Rp500 ribuan. Dengan selisih harga yang sangat jauh, jaket kelas menengah lebih masuk akal bagi pengguna yang hanya membutuhkan perlindungan dari hujan sesekali. Gore-Tex baru terasa sebanding jika motor sering dipakai touring jauh, menghadapi hujan berjam-jam, atau membutuhkan satu jaket yang mampu memberikan perlindungan cuaca sekaligus kenyamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More