Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Asal Nyalakan Lampu Jauh saat Motor Menembus Asap Karhutla
ilusrasi lampu motor (pexels.com/cottonbro studio)
  • Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang pengendara motor, sehingga kendaraan, marka, tikungan, dan hambatan jalan lebih sulit dikenali.
  • Lampu jauh dapat memantul dan terhambur oleh partikel asap, memicu silau serta mengurangi kontras; gunakan lampu dekat dan pastikan seluruh lampu berfungsi baik.
  • Pengendara perlu mengurangi kecepatan, memperlebar jarak aman, menghindari menyalip, serta menepi dan menunda perjalanan bila asap terlalu pekat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan membuat jalan susah dilihat saat naik motor. Jangan pakai lampu jauh, karena cahayanya bisa memantul di asap dan bikin mata silau. Pakai lampu dekat, lalu jalan pelan dan jaga jarak. Kalau asap sangat tebal, berhenti di tempat aman dan tunggu dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa membuat perjalanan menggunakan sepeda motor menjadi lebih berisiko. Jarak pandang yang menurun membuat pengendara kesulitan mengenali kendaraan di depan, marka jalan, hingga tikungan. Dalam kondisi seperti ini, pencahayaan yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keselamatan.

Sebagian pengendara mungkin mengira lampu jauh bisa membantu menembus asap karena sorotnya lebih kuat. Padahal, penggunaan lampu jauh justru dapat memperburuk pandangan ketika partikel asap cukup tebal. Alih-alih meningkatkan visibilitas, cahaya yang dipantulkan bisa menimbulkan silau dan membuat objek di depan semakin sulit dikenali.

1. Cahaya lampu jauh bisa memantul pada partikel asap

Ilustrasi lampu motor (Freepik/photoangel)

Lampu jauh atau high beam dirancang untuk menerangi jalan lebih jauh ketika kondisi gelap dan tidak ada pengguna jalan lain yang terganggu oleh sorotnya. Namun, ketika udara dipenuhi kabut atau asap, cahaya yang kuat dapat dihamburkan dan dipantulkan oleh partikel-partikel di udara. Akibatnya, pengendara bisa melihat semacam tirai cahaya di depan mata.

Efek tersebut dapat mengurangi kontras antara objek dan lingkungan sekitarnya. Kendaraan, pembatas jalan, atau lubang di permukaan aspal menjadi lebih sulit dibedakan. Kondisi ini berbahaya bagi pengendara motor karena tubuh tidak terlindungi kabin seperti pada mobil. Karena itu, jangan menganggap sorot lampu yang lebih terang selalu menghasilkan jarak pandang yang lebih baik ketika menembus asap karhutla.

2. Gunakan lampu dekat dan pastikan lampu berfungsi

lampu motor menyala (unsplash.com/Fábio Alves)

Saat berkendara di tengah kabut asap, lampu dekat atau low beam umumnya menjadi pilihan yang lebih tepat. Sorotnya diarahkan ke area jalan di depan motor sehingga membantu pengendara melihat permukaan aspal sekaligus membuat kendaraan lebih mudah dikenali pengguna jalan lain. Lampu dekat juga mengurangi risiko menyilaukan pengendara dari arah berlawanan dibandingkan lampu jauh yang digunakan secara tidak tepat.

Sebelum berangkat, periksa kondisi lampu utama, lampu belakang, dan lampu rem. Pastikan mika lampu bersih dan arah sorot tidak berubah akibat dudukan yang longgar. Jika motor dilengkapi lampu kabut tambahan, gunakan hanya jika sesuai dengan petunjuk pabrikan dan aturan yang berlaku. Jangan memasang lampu berdaya terlalu besar tanpa memperhatikan spesifikasi kelistrikan serta potensi silau bagi pengguna jalan lain.

3. Kurangi kecepatan ketika jarak pandang menurun

berkendara dengan lampu motor menyala (Unsplash.com/Deep Sagar)

Lampu yang tepat tidak otomatis membuat perjalanan aman jika asap terlalu pekat. Ketika jarak pandang berkurang, pengendara memiliki waktu lebih sedikit untuk bereaksi terhadap kendaraan yang mengerem, lubang, atau hambatan lain. Oleh karena itu, kurangi kecepatan secara bertahap dan jaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan. Hindari menyalip jika kondisi jalan tidak terlihat dengan jelas.

Jika asap semakin tebal hingga batas jalan sulit dikenali, menepi di lokasi aman dan menunda perjalanan merupakan pilihan yang lebih bijak. Hindari berhenti mendadak di tengah jalur atau bahu jalan yang sempit tanpa visibilitas memadai. Jangan pula menggunakan lampu hazard sebagai pengganti lampu utama ketika motor masih berjalan. Keselamatan harus menjadi prioritas, bukan sekadar upaya agar perjalanan cepat selesai.

Pada akhirnya, menembus kabut asap bukan soal memilih lampu paling terang, melainkan menggunakan pencahayaan yang sesuai dengan kondisi. Gunakan lampu dekat, jaga kecepatan, dan hentikan perjalanan ketika jarak pandang sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article