- Atur kecepatan dengan stabil
Tips Aman Berkendara saat Kabut Asap, Awas Jarak Pandang!

Kabut asap akibat karhutla, membatasi jarak pandang hingga sekitar 5–20 meter dan meningkatkan risiko berkendara.
Pengemudi mobil disarankan menjaga kecepatan di bawah 50 km/jam, menyalakan lampu, menjaga jarak, serta menghindari hazard kecuali darurat.
Pengendara motor perlu memakai masker, helm dengan kaca tertutup, dan lampu.
Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menutupi beberapa daerah Indonesia. Namun, di tengah jalan yang gelap karena kabut asap masyarakat masih dituntut untuk keluar rumah dan bekerja. Kegiatan terus berjalan dan tak sedikit orang yang masih berkendara, baik itu naik motor atau mobil.
Perlu dipahami, berkendara di tengah kabut asap sebenarnya sangat berbahaya. Untuk itu, praktikan beberapa tips aman berkendara saat kabut asap seperti pakai masker tebal, kendalikan kecepatan, dan tingkatkan fokus di jalan. Simak selengkapnya di bawah ini.
Table of Content
1. Tips aman berkendara naik mobil saat kabut asap

ilustrasi berkendara di kabut asap (IDN Times/Rangga Erfizal) Berkendara naik mobil sebenarnya sedikit lebih aman karena kamu berada di dalam kabin. Kamu tak akan terkena asap secara langsung dan bisa lebih fokus dalam berkendara.
Meski begitu, bukan berarti berkendara naik mobil saat kabut asap tidak memiliki risiko. Untuk mencegah risiko yang tak tidak diinginkan, simak beberapa tips berikut.
Atur kecepatan dengan stabil, jangan terlalu cepat atau lambat. Jika terlalu cepat, berisiko menabrak karena jarak pandang pendek. Namun, kalau terlalu lambat, kendaraan lain yang justru bisa menabrakmu. Dalam kondisi berasap, idealnya jangan pacu kendaraan lebih dari 50 kilometer per jam.
- Gunakan klakson sebagai alat komunikasi
Meski berukuran besar tapi mobil akan sulit terlihat di tengah kabut asap. Untuk itu, manfaatkan klakson sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lain. Kamu bisa menyalakannya ketika hendak berbelok atau menyalip agar tidak menabrak orang lain.
- Hindari menggunakan hazard
Lampu hazard rawan menimbulkan kesalahpahaman karena bisa membuat kaget dan akhirnya memicu kecelakaan. Karena itu, hindari menggunakannya kecuali di keadaan darurat seperti ban bocor, mesin rusak, atau saat mobil hendak berhenti secara mendadak karena terjadi masalah.
- Nyalakan lampu
Jarak pandang di kondisi kabut asap sangat pendek, sekitar 50 meter. Bahkan, jika kabut terlalu tebal jarak pandang bisa terbatas hanya 5—20 meter. Untuk mengatasinya kamu harus menyalakan lampu selama perjalanan. Hal tersebut bisa meningkatkan jarak pandang dan meminimalisir risiko kecelakaan.
- Selalu waspada dengan kondisi sekitar
Kondisi jalanan saat kabut asap tidak bisa diprediksi. Terkadang ada debu yang beterbangan, angin kencang, hingga mobil lain yang tiba-tiba muncul. Jadi, kamu harus selalu waspada dan fokus ketika berkendara. Hal yang sama juga harus dilakukan saat hendak berbelok, berhenti, atau membuka pintu, pastikan tidak ada kendaraan yang muncul secara tiba-tiba.
- Jaga jarak dengan kendaraan lain
Mobil adalah kendaraan yang besar sehingga sangat rawan bersenggolan, baik dengan motor atau sesama mobil. Pastikan kamu menjaga jarak aman sekitar beberapa meter dari mobil yang ada di depan. Jika terlalu sempit kamu akan kesulitan, khususnya kalau mobil di depan melakukan rem mendadak.
2. Tips aman berkendara naik motor saat kabut asap

ilustrasi berkendara di kabut asap(AFP/Reina) Berbeda dari mobil, naik motor di tengah kabut asap adalah kegiatan yang sangat berbahaya dan berisiko. Tubuh kamu secara langsung akan terkena kabut, serpihan bekas pembakaran, bahkan bisa terhempas karena angin yang kencang. Pencegahan harus dilakukan dengan lebih ekstra jika berkendara naik motor. Selain itu, jangan lupa ikuti beberapa tips berikut.
- Jaga kecepatan motor
Sama seperti mobil, motor juga harus menjaga kecepatannya, misalnya di bawah 50 kilometer per jam. Jika terlalu cepat kamu akan kesulitan mengendalikan motor, khususnya ketika jalanan licin akibat debu dari kebakaran. Pengeraman juga jadi makin sulit, bahkan bisa membuat motor jatuh karena tergelincir.
- Pakai masker dan balaclava
Saat naik motor kamu berada di luar dan tubuh secara langsung bersentuhan dengan asap. Partikel kecil bisa masuk ke sistem pernafasan dan menyebabkan kesulitan bernafas. Karenanya, selalu pakai masker untuk mencegah hal tersebut. Kamu juga bisa memakai balaclava sebagai proteksi tambahan.
- Selalu nyalakan lampu
Motor adalah kendaraan kecil, jika kabut asap terlalu tebal kamu bisa tak terlihat di jalanan. Cara untuk mengatasinya dengan menyalakan lampu tiap saat. Jika lampu kurang terang kamu bisa menggantinya dengan yang baru. Lampu bohlam sebenarnya masih cukup efektif, tapi LED bisa jauh lebih terang.
- Pakai helm dan tutup kacanya
Selain masker dan balaclava, helm juga bisa menjadi pelindung wajah dari debu serta partikel yang mengganggu pernafasan. Rekomendasi terbaik adalah helm full face yang melindungi mulut dan hidung dengan sempurna. Misal pun tak punya helm full face, helm half face juga bisa dipakai. Namun, yang jelas kamu harus menutup kacanya dan pakai helm kapanpun meski hanya bepergian dalam waktu singkat untuk mencegah gangguan pernafasan.
- Jangan hilang fokus ketika berkendara
Selalu siap siaga ketika berkendara di tengah kabut asap. Perhatikan sekitar, hindari jalan berlubang, dan jangan kehilangan fokus. Selama berkendara di kabut asap sebisa mungkin hindari mengobrol dengan orang lain, jangan main HP, dan tentunya pastikan jalanan aman untuk dilewati. Kamu juga bisa menyalakan klaskon ketika hendak berbelok atau menyalip agar pengendara lain menyadari keberadaanmu.
- Hindari melakukan pengereman mendadak
Pengeraman mendadak bisa berakibat fatal bagi dirimu dan orang lain. Saat mengerem mendadak motor bisa jatuh, tergelincir, dan terjadi kecelakaan tunggal. Saat jalan ramai pengereman mendadak juga bisa memicu kecelakaan beruntun yang akhirnya memakan lebih banyak korban jiwa.
Itulah beberapa tips aman berkendara saat kabut asap yang bisa menyelamatkan nyawamu dan meminimalisir berbagai risiko. Tak hanya berguna bagi diri sendiri, kamu juga berkontribusi dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan lain.





















