Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Paksa Lewat, Ini Tanda Jalan Dekat Karhutla Sudah Berbahaya
ilustrasi seorang pengendara motor melintas di jalan tempat kebakaran hutan dan lahan terjadi (Image by AI Gemini)
  • Asap tebal di area karhutla dapat menurunkan jarak pandang hingga marka dan kendaraan sulit terlihat, sehingga pengendara perlu memperlambat laju, menjaga jarak, dan berhenti di lokasi aman.
  • Bau terbakar yang menyengat serta abu beterbangan menandakan paparan asap; bila mata perih, napas tidak nyaman, atau konsentrasi terganggu, pengendara diminta menjauh dari kawasan terdampak.
  • Api, bara, atau vegetasi terbakar di tepi jalan berisiko meluas dan memicu pohon tumbang; pengendara wajib mematuhi penutupan jalur serta mencari rute alternatif resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau jalan dekat hutan terbakar, asap tebal bisa bikin kita tidak bisa melihat jelas. Bau terbakar dan abu yang terbang juga tanda bahaya. Api mungkin ada dekat jalan walau tidak terlihat. Kita harus pelan-pelan dan jangan memaksa lewat. Kalau petugas menyuruh putar balik, kita harus ikut dan cari jalan lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan melewati kawasan hutan dan lahan yang terbakar bukan perkara sepele. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa membuat jalan tertutup asap tebal, jarak pandang menurun drastis, hingga membahayakan pengendara yang melintas.

Masalahnya, bahaya tidak selalu terlihat dari kobaran api di pinggir jalan. Asap yang menyelimuti jalur, bau terbakar yang semakin menyengat, dan abu beterbangan bisa menjadi peringatan bahwa kondisi sudah tidak aman. Mengenali tanda-tanda tersebut penting agar pengendara tidak memaksakan perjalanan.

1. Asap tebal membuat jarak pandang menurun

ilustrasi seorang pengendara motor melintas di jalan tempat kebakaran hutan dan lahan terjadi (Image by AI Gemini)

Salah satu tanda paling jelas bahwa jalan dekat lokasi karhutla mulai berbahaya adalah munculnya asap yang menghalangi pandangan. Asap dapat menyebar hingga menutupi jalan, terutama ketika angin membawa hasil pembakaran menuju jalur yang dilalui kendaraan. Dalam kondisi tertentu, pengendara mungkin kesulitan melihat kendaraan di depan, marka jalan, bahkan batas tepi aspal.

Situasi ini berisiko memicu tabrakan beruntun, kendaraan keluar jalur, atau pengendara terlambat mengantisipasi hambatan. Jangan menunggu sampai pandangan benar-benar tertutup untuk mengambil keputusan. Jika asap mulai mengurangi jarak pandang, kurangi kecepatan secara bertahap, jaga jarak aman, dan cari tempat berhenti yang aman di luar jalur lalu lintas. Jangan berhenti mendadak di tengah jalan karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.

2. Bau terbakar menyengat disertai abu beterbangan

ilustrasi seorang pengendara motor melintas di jalan tempat kebakaran hutan dan lahan terjadi (Image by AI Gemini)

Bau kayu atau vegetasi terbakar yang semakin kuat dapat menjadi petunjuk bahwa kebakaran berada di sekitar jalur perjalanan atau asapnya terbawa angin ke lokasi tersebut. Abu dan partikel halus yang beterbangan juga menunjukkan adanya paparan asap. Meski api tidak terlihat, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena sumber kebakaran bisa berada di balik pepohonan atau di area lahan yang tidak terlihat langsung dari jalan.

Paparan asap karhutla dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Pengendara sepeda motor menghadapi risiko tambahan karena terpapar udara luar secara langsung. Jika mata mulai perih, napas terasa tidak nyaman, atau konsentrasi terganggu, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Menutup kaca helm atau menggunakan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi sebagian paparan, tetapi bukan jaminan keselamatan ketika konsentrasi asap tinggi. Pilihan paling aman adalah menjauh dari kawasan terdampak.

3. Terlihat api di tepi jalan atau muncul peringatan petugas

ilustrasi seorang pengendara motor melintas di jalan tempat kebakaran hutan dan lahan terjadi (Image by AI Gemini)

Tanda bahaya berikutnya adalah munculnya api di dekat jalan, bara yang terbawa angin, atau vegetasi yang terbakar di sepanjang jalur. Api yang tampak kecil tidak selalu berarti aman. Perubahan arah angin dapat membuat asap bergerak cepat, sedangkan kobaran api berpotensi meluas ke area yang sebelumnya belum terbakar. Pengendara juga perlu mewaspadai pohon atau ranting yang terbakar dan berisiko tumbang.

Jika petugas memasang penghalang, mengarahkan kendaraan untuk putar balik, atau menyatakan jalur tidak aman, patuhi instruksi tersebut. Jangan menerobos hanya karena merasa perjalanan tinggal sebentar lagi. Cari jalur alternatif melalui informasi resmi kepolisian, dinas terkait, atau pengelola jalan. Hindari mengambil jalan pintas melewati kawasan hutan yang tidak dikenal. Dalam situasi karhutla, menunda perjalanan jauh lebih baik daripada mempertaruhkan keselamatan diri dan pengguna jalan lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article