ilustrasi jas hujan untuk touring (pexels.com/Labskiii)
Tanda tubuh sudah tidak siap riding tidak selalu berupa rasa kantuk. Pikiran yang sulit fokus, mudah lupa, atau mulai terlambat merespons situasi di jalan juga perlu diperhatikan. Misalnya, baru menyadari kendaraan di depan mengerem setelah jarak sudah terlalu dekat.
Pengendara yang mulai lelah juga bisa lebih mudah melakukan kesalahan kecil, seperti salah memperkirakan jarak, terlambat membaca kondisi lalu lintas, atau beberapa kali melakukan koreksi arah secara berlebihan. Jika kondisi seperti ini mulai muncul, jangan memaksakan diri untuk terus mengejar target perjalanan.
Selain kelelahan, kondisi tubuh yang sedang tidak fit juga dapat membuat riding terasa lebih berat. Pusing, mual, badan lemas, pandangan tidak nyaman, atau rasa tidak enak badan sebaiknya menjadi pertimbangan untuk menunda perjalanan atau mencari tempat aman untuk berhenti.
Pada akhirnya, keselamatan riding tidak hanya bergantung pada kondisi ban, rem, lampu, dan mesin motor. Tubuh pengendara juga merupakan bagian penting yang menentukan seberapa baik motor dapat dikendalikan di berbagai situasi.
Jadi, jangan menunggu sampai benar-benar kehilangan konsentrasi atau merasa hampir tidak mampu mengendalikan motor. Saat tubuh mulai memberikan tanda kelelahan, beristirahat adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada memaksakan perjalanan. Tujuan memang penting, tetapi tiba dengan selamat tetap menjadi hal yang utama.