Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Sederhana Mengecek Kampas Rem Motor, Gak Perlu Alat
Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)
  • Kampas rem menipis akibat gesekan rutin dan dapat dikenali dari bunyi decit, gesekan, atau suara kasar yang terus muncul saat pengereman.
  • Perubahan respons rem, seperti tuas atau pedal terasa lebih dalam dan jarak berhenti memanjang, perlu diperiksa sebelum daya pengereman menurun.
  • Jangan hanya mengandalkan jarak tempuh; cek ketebalan kampas berkala secara visual atau di bengkel untuk mencegah kerusakan cakram maupun gangguan pengereman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kampas rem motor bisa jadi tipis karena sering dipakai berhenti. Kita bisa dengar bunyi cit-cit atau bunyi kasar saat rem ditekan. Kita juga bisa merasa tuas rem jadi lebih dalam dan motor lebih lama berhenti. Jangan tunggu rem susah berhenti. Lihat kampasnya atau minta bengkel memeriksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kampas rem termasuk komponen yang bekerja setiap kali motor melambat atau berhenti. Karena terus bergesekan dengan cakram atau tromol, ketebalannya akan berkurang seiring pemakaian.

Masalahnya, banyak pengendara baru menyadari kampas rem sudah tipis ketika pengereman mulai bermasalah. Padahal, kondisi tersebut sebenarnya bisa dikenali lebih awal dari beberapa kebiasaan sederhana saat menggunakan motor.

1. Dengarkan suara saat tuas rem ditekan

Ilustrasi rem motor (freepik.com/freepik)

Salah satu cara paling mudah untuk mengenali kondisi kampas rem adalah membiasakan diri mendengarkan suara motor saat pengereman. Kampas yang mulai menipis terkadang menimbulkan bunyi berdecit, bergesekan, atau suara kasar ketika tuas maupun pedal rem digunakan.

Namun, suara tidak selalu berarti kampas rem pasti habis. Bunyi juga dapat muncul akibat kotoran, debu, air, atau permukaan cakram dan tromol yang mengalami masalah. Meski begitu, suara yang terus muncul dan semakin sering sebaiknya tidak diabaikan.

Jika sebelumnya pengereman terasa senyap lalu mulai terdengar suara tidak biasa, lakukan pemeriksaan. Jangan hanya menaikkan volume musik di helm atau menganggap bunyi tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Membiasakan diri mengenali suara normal motor dapat membantu mendeteksi perubahan lebih cepat. Semakin awal masalah ditemukan, semakin kecil risiko komponen lain ikut mengalami kerusakan akibat kampas rem yang sudah terlalu tipis.

2. Perhatikan perubahan rasa pada tuas dan pedal

ilustrasi rem motor (pexels.com/cottonbro studio)

Selain suara, perubahan karakter pengereman juga bisa menjadi tanda yang mudah dirasakan. Tuas rem mungkin terasa lebih dalam saat ditarik atau motor membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti dibandingkan biasanya.

Pada rem cakram, perubahan tersebut bisa berkaitan dengan ketebalan kampas, kondisi minyak rem, atau adanya masalah lain pada sistem pengereman. Sementara pada rem tromol, pedal atau tuas yang harus ditekan semakin jauh juga perlu mendapatkan perhatian.

Karena itu, penting untuk mengenali karakter rem ketika motor masih dalam kondisi normal. Jika titik pengereman mulai berubah atau respons rem terasa berbeda, jangan menunggu sampai daya pengereman benar-benar berkurang.

Biasakan melakukan pengecekan sederhana sebelum berkendara, terutama saat motor sering digunakan setiap hari. Cukup tekan tuas rem depan dan injak pedal atau tarik tuas rem belakang untuk merasakan apakah responsnya masih normal.

3. Jangan tunggu sampai rem blong

ilustrasi merawat kampas rem motor matic (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengganti kampas rem hanya ketika motor sudah terasa sulit berhenti. Padahal, menunggu hingga kondisi tersebut terjadi berarti ketebalan kampas mungkin sudah sangat berkurang atau bahkan habis.

Kampas rem yang terlalu tipis dapat membuat bagian lain ikut bekerja lebih berat. Pada sistem rem cakram, gesekan yang tidak semestinya berpotensi merusak permukaan cakram. Jika kerusakan sudah terjadi, biaya perbaikannya tentu bisa lebih besar dibandingkan sekadar mengganti kampas.

Pemeriksaan visual juga sebaiknya dilakukan secara berkala. Pada beberapa motor, ketebalan kampas dapat dilihat dari sela kaliper tanpa harus membongkar seluruh komponen. Jika sulit terlihat, pemeriksaan di bengkel bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Interval penggantian kampas rem tidak selalu sama untuk setiap motor. Kebiasaan berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, hingga seberapa sering rem digunakan dapat membuat kampas lebih cepat atau lebih lambat aus.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan patokan jarak tempuh. Dengarkan suara, rasakan perubahan respons rem, dan lakukan pemeriksaan rutin. Kebiasaan sederhana tersebut bisa membantu mengetahui kampas rem yang mulai menipis sebelum pengereman benar-benar terganggu dan membahayakan perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article