ilustrasi merawat kampas rem motor matic (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengganti kampas rem hanya ketika motor sudah terasa sulit berhenti. Padahal, menunggu hingga kondisi tersebut terjadi berarti ketebalan kampas mungkin sudah sangat berkurang atau bahkan habis.
Kampas rem yang terlalu tipis dapat membuat bagian lain ikut bekerja lebih berat. Pada sistem rem cakram, gesekan yang tidak semestinya berpotensi merusak permukaan cakram. Jika kerusakan sudah terjadi, biaya perbaikannya tentu bisa lebih besar dibandingkan sekadar mengganti kampas.
Pemeriksaan visual juga sebaiknya dilakukan secara berkala. Pada beberapa motor, ketebalan kampas dapat dilihat dari sela kaliper tanpa harus membongkar seluruh komponen. Jika sulit terlihat, pemeriksaan di bengkel bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Interval penggantian kampas rem tidak selalu sama untuk setiap motor. Kebiasaan berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, hingga seberapa sering rem digunakan dapat membuat kampas lebih cepat atau lebih lambat aus.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan patokan jarak tempuh. Dengarkan suara, rasakan perubahan respons rem, dan lakukan pemeriksaan rutin. Kebiasaan sederhana tersebut bisa membantu mengetahui kampas rem yang mulai menipis sebelum pengereman benar-benar terganggu dan membahayakan perjalanan.