Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jok Motor Rembes Saat Hujan, Padahal Gak Ada yang Sobek?
ilustrasi jok motor (suzuki.co.id)
  • Jok motor dapat merembes setelah hujan meski permukaannya tampak utuh, karena air masuk ke busa dan keluar kembali saat jok diduduki.
  • Celah jahitan menyisakan lubang mikro yang memungkinkan air hujan meresap perlahan ke dalam busa jok.
  • Pelapis sintetis yang menua dapat berpori mikro, sementara lapisan plastik pelindung di dalam jok bisa bergeser, robek, atau hancur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jok motor bisa membuat celana basah setelah hujan walau kulit luarnya tidak sobek. Air dapat masuk lewat lubang jahitan yang sangat kecil. Kulit jok yang sudah tua juga bisa punya lubang kecil. Plastik pelindung di dalam jok mungkin robek. Sekarang busa jok menyimpan air dan air keluar saat diduduki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sensasi tidak menyenangkan saat menduduki jok motor yang basah kerap kali dirasakan seusai hujan turun deras. Bagian luar permukaan pembungkus kulit sintetis mungkin terlihat sangat mulus tanpa ada sedikit pun celah sobekan yang kasat mata.

Namun, air hujan yang merembes ke bagian dalam busa tetap bisa membuat celana menjadi basah saat mendudukinya. Fenomena yang membingungkan ini sebenarnya dipicu oleh beberapa masalah teknis pada bagian struktur jok yang jarang disadari oleh para pemilik kendaraan.

1. Kebocoran pada bagian celah jahitan dan sambungan kulit

Ilustrasi jok motor (Pexels/cottonbro studio)

Penyebab paling sering dari masalah rembesan air ini terletak pada bagian celah jahitan yang menyatukan potongan kulit pelapis. Jarum yang menembus bahan sintetis saat proses penjahitan akan meninggalkan lubang-lubang mikro yang menjadi jalur masuk bagi molekul air.

Air hujan yang menetes di atas permukaan jok akan mengalir secara perlahan menembus celah benang jahitan tersebut. Cairan ini kemudian terserap dan mengendap di dalam busa hingga akhirnya tertekan keluar saat permukaan jok mendapatkan beban dudukan.

2. Pori-pori mikro pada bahan kulit yang mulai menua

ilustrasi jok motor (pexels.com/Long Canon)

Bahan pelapis sintetis yang digunakan pada kendaraan memiliki masa pakai terbatas akibat paparan panas matahari dan cuaca ekstrem. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat menurunkan elastisitas bahan serta merusak lapisan kedap air pada permukaan kulit.

Kondisi tersebut menyebabkan timbulnya pori-pori mikro yang tidak terlihat langsung oleh mata telanjang. Air hujan dengan mudah meresap melalui pori-pori halus tersebut dan membasahi bagian busa yang berada tepat di bawah lapisan pelindung luar.

3. Kerusakan pada lapisan plastik pelindung bagian dalam

Jok motor (Pexels/Faruk Tokluoğlu)

Sebagian besar fabrikasi jok kendaraan dibekali dengan lapisan plastik tipis yang dipasang di antara busa dan kulit luar. Lapisan plastik transparan ini berfungsi sebagai benteng pertahanan utama untuk mencegah air masuk meresap ke dalam busa jok.

Seiring berjalannya waktu dan tingginya intensidad pemakaian, lapisan plastik pelindung ini dapat bergeser, robek, atau bahkan hancur. Tanpa adanya pembatas kedap air di bagian dalam, setiap tetesan air yang berhasil menembus kulit luar akan langsung diserap oleh busa secara maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article