ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)
Tidak semua marka memiliki tingkat kelicinan yang sama. Jenis material, tekstur, usia marka, kondisi permukaan, serta tingkat kebasahan dapat memengaruhi karakter traksinya. Marka yang sudah aus juga bisa memiliki kondisi permukaan yang berbeda dibandingkan marka baru.
Kondisi ban motor juga sangat menentukan. Ban dengan alur yang sudah tipis, tekanan angin tidak sesuai, atau karet yang sudah menua akan memiliki kemampuan mencengkeram yang berbeda. Ketika hujan, perbedaan tersebut bisa semakin terasa, terutama saat motor melewati marka, pelat logam, atau permukaan jalan lain yang memiliki karakter berbeda dari aspal.
Karena itu, marka jalan sebaiknya diperlakukan sebagai area yang perlu dilewati dengan lebih hati-hati ketika basah. Kurangi kecepatan sebelum melintasinya dan usahakan motor tetap dalam posisi stabil.
Hindari mengerem keras, melakukan akselerasi mendadak, atau menikung secara agresif tepat di atas marka basah. Dengan teknik berkendara yang lebih halus dan kondisi ban yang baik, risiko kehilangan traksi saat hujan dapat dikurangi.