Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Mata Terasa Pedih Setiap Kali Touring Motor?
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Paparan angin kencang dan debu saat visor terbuka dapat mengeringkan serta mengiritasi mata. Gunakan visor bersih dan tertutup, lalu menepi sebelum membersihkan mata.
  • Visor yang kotor, buram, atau tergores membuat mata bekerja lebih keras karena pantulan cahaya dan fokus terganggu. Bersihkan dengan bahan aman atau ganti bila perlu.
  • Asap knalpot, polusi, dan kelelahan selama perjalanan panjang memperparah mata kering serta pedih. Beristirahatlah berkala dan jangan lanjut berkendara jika pandangan terganggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mata bisa pedih saat naik motor jauh karena kena angin, debu, asap, dan polusi. Mata juga lelah kalau visor helm kotor, buram, atau baret. Pengendara perlu memakai visor bersih dan tertutup. Kalau mata kemasukan debu, berhenti dulu dan jangan digosok. Saat mata sangat merah atau pandangan terganggu, jangan lanjut jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Touring motor memang menyenangkan, apalagi ketika rute yang dilalui menawarkan pemandangan menarik dan jalanan panjang yang menantang. Namun, ada satu masalah yang cukup sering dialami pengendara, yaitu mata terasa pedih, berair, bahkan cepat lelah.

Kondisi ini jangan dianggap sepele. Mata yang terganggu bisa membuat fokus berkendara menurun dan pandangan menjadi kurang jelas. Berikut beberapa penyebab mata terasa pedih saat touring motor.

1. Terpapar angin dan debu secara terus-menerus

ilustrasi helm motor (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Saat motor melaju, mata terus menghadapi terpaan angin dengan kecepatan tinggi. Jika menggunakan helm tanpa visor atau visor dalam keadaan terbuka, angin dapat mempercepat penguapan lapisan air mata. Akibatnya, mata menjadi kering, perih, dan terasa tidak nyaman.

Masalah ini bisa semakin parah ketika touring melewati jalan berdebu. Partikel kecil dari tanah, pasir, asap kendaraan, hingga kotoran yang terlempar dari kendaraan lain dapat masuk ke mata. Mata biasanya bereaksi dengan mengeluarkan air mata, tetapi paparan terus-menerus tetap bisa menimbulkan rasa pedih.

Karena itu, penggunaan helm dengan visor yang bersih dan tertutup sangat membantu mengurangi paparan langsung. Jika kondisi cahaya memungkinkan, kacamata pelindung yang sesuai juga dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan, terutama bagi pengendara yang menggunakan helm model terbuka.

Jangan menggosok mata ketika terasa kemasukan debu saat motor masih berjalan. Menepi terlebih dahulu di tempat yang aman, lalu bersihkan mata dengan cara yang tepat. Mengucek mata justru berisiko membuat partikel menggores permukaan mata dan memperparah rasa perih.

2. Visor kotor bisa membuat mata bekerja lebih keras

ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

Mata pedih saat touring tidak selalu disebabkan debu yang langsung masuk. Visor helm yang kotor, penuh noda, baret, atau buram juga dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus terhadap kondisi jalan.

Masalah ini sering terasa ketika berkendara pada siang hari dengan arah cahaya matahari yang menyilaukan. Goresan halus pada visor dapat membuat cahaya menyebar dan menghasilkan pantulan yang mengganggu. Mata pun terus berusaha menyesuaikan fokus sehingga lebih cepat lelah.

Sebelum touring, periksa kondisi visor dan bersihkan menggunakan bahan yang tidak merusak permukaannya. Hindari membersihkan visor dengan kain kasar karena dapat menimbulkan baret halus yang lama-kelamaan mengurangi kejernihan pandangan.

Jika visor sudah terlalu banyak goresan atau mulai buram, menggantinya bisa menjadi pilihan lebih baik. Jangan memaksakan penggunaan visor yang mengganggu pandangan hanya karena secara fisik masih terlihat utuh.

3. Asap, polusi, dan kelelahan ikut memperburuk kondisi

ilustrasi riding di tengah asap (pexels.com/Luis Pimenttel)

Perjalanan touring sering melewati berbagai kondisi jalan, termasuk kawasan padat kendaraan. Asap knalpot dan polusi dapat menjadi pemicu iritasi pada mata, terutama ketika perjalanan dilakukan dalam waktu lama dengan lalu lintas yang padat.

Selain itu, kelelahan juga bisa membuat mata lebih mudah terasa kering dan pedih. Terlalu lama berkendara tanpa beristirahat menyebabkan mata terus fokus pada jalan, spion, kendaraan sekitar, dan berbagai perubahan kondisi lalu lintas.

Agar mata tetap nyaman, lakukan istirahat secara berkala selama perjalanan panjang. Gunakan waktu berhenti untuk menjauh sejenak dari paparan angin, debu, dan polusi. Jika mata tetap terasa sangat pedih, merah, atau pandangan mulai terganggu, sebaiknya jangan memaksakan perjalanan.

Touring yang seru dimulai dari pandangan yang jelas. Jangan tunggu mata perih sampai fokus ikut hilang, karena di atas motor, satu detik kehilangan pandangan bisa berujung masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article