Sering Kebiasaan Stater Motor Sambil Buka Gas? Ini Efek Buruknya

- Pada motor injeksi modern, membuka gas saat menekan starter tidak diperlukan karena sistem elektronik sudah mengatur suplai bahan bakar dan udara untuk menyalakan mesin.
- Gas yang dibuka saat mesin baru hidup dapat membuat putaran melonjak ketika pelumasan belum sepenuhnya bersirkulasi, sehingga komponen mesin bekerja lebih berat.
- Jika motor sulit menyala, jangan terus menekan starter sambil membuka gas; beri jeda dan periksa aki, busi, bahan bakar, atau sensor bila masalah berulang.
Menyalakan motor mungkin terasa seperti rutinitas sederhana. Tinggal putar kontak, tekan tombol starter, lalu mesin hidup. Namun, masih ada kebiasaan yang dilakukan sebagian pengendara, yaitu membuka gas ketika tombol starter ditekan.
Pada motor modern, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Sistem injeksi sudah mengatur kebutuhan bahan bakar dan udara ketika mesin dinyalakan. Jika terlalu sering dilakukan, membuka gas saat starter justru bisa memberikan beban tambahan pada beberapa komponen.
1. Putaran mesin bisa melonjak tiba-tiba

ilustrasi starter motor (unsplash.com/Joseph Recca) Membuka gas ketika mesin baru menyala dapat membuat putaran mesin langsung meningkat. Kondisi ini membuat komponen di dalam mesin bekerja lebih keras ketika pelumasan belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh bagian yang membutuhkan oli.
Sesaat setelah mesin hidup, pelumas memang membutuhkan waktu untuk mencapai berbagai komponen bergerak. Karena itu, lebih baik membiarkan mesin menyala dengan putaran normal terlebih dahulu. Tidak perlu langsung menarik gas dalam-dalam hanya untuk memastikan mesin sudah hidup.
2. Sistem injeksi sudah mengatur bahan bakar

ilustrasi electric starter motor (dok. Suzuki) Pada motor injeksi, pengaturan suplai bahan bakar dilakukan oleh sistem elektronik berdasarkan berbagai parameter mesin. Ketika mesin distarter, sistem akan menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan agar mesin dapat menyala tanpa perlu bantuan dari bukaan gas yang berlebihan.
Membuka gas saat starter juga bisa membuat respons awal mesin menjadi kurang nyaman. Pada kondisi tertentu, putaran mesin dapat naik lebih tinggi dari yang dibutuhkan. Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, pengendara justru kehilangan manfaat dari sistem pengaturan mesin yang sudah dirancang untuk melakukan proses start secara otomatis.
3. Komponen starter ikut mendapat beban

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio) Tombol starter bekerja dengan mengaktifkan motor starter untuk memutar mesin hingga pembakaran berlangsung. Ketika mesin belum menyala, sistem starter sudah membutuhkan energi cukup besar dari aki. Karena itu, proses menyalakan mesin sebaiknya dilakukan dengan cara yang sederhana dan tidak memberikan beban tambahan yang tidak diperlukan.
Jika motor sulit menyala, jangan terus-menerus menekan tombol starter sambil membuka gas. Kebiasaan tersebut tidak menyelesaikan sumber masalah jika penyebabnya berasal dari aki lemah, busi bermasalah, sistem bahan bakar, atau gangguan sensor. Lebih baik beri jeda sebelum mencoba kembali dan periksa kondisi motor jika masalah terus berulang.
Sebenarnya, membuka gas ketika menyalakan motor tidak selalu langsung menyebabkan kerusakan. Namun, kebiasaan tersebut juga tidak memberikan keuntungan berarti pada motor injeksi modern. Cara paling aman adalah menyalakan mesin sesuai prosedur, membiarkan putaran stabil, kemudian mulai berkendara dengan halus.
Jika motor menggunakan sistem karburator, perilakunya bisa berbeda karena kebutuhan bahan bakar saat mesin dingin tidak sama dengan motor injeksi. Karena itu, prosedur menyalakan motor sebaiknya disesuaikan dengan teknologi mesin yang digunakan.
Intinya, tidak perlu terburu-buru menarik gas setelah menekan tombol starter. Biarkan mesin hidup secara normal dan berikan waktu singkat agar pelumasan serta sistem kerja mesin berjalan sebagaimana mestinya. Kebiasaan kecil ini bisa membantu menjaga kenyamanan sekaligus mengurangi beban yang tidak perlu pada motor.


















