Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Sistem Tukar Baterai Mulai Dilirik Pengguna Motor Listrik?
Baterai motor listrik VinFast (Dok. VinFast)
  • Sistem tukar baterai motor listrik menawarkan efisiensi tinggi karena pengguna bisa menukar baterai kosong dengan yang penuh hanya dalam sekitar satu menit tanpa perlu menunggu pengisian daya.
  • VinFast menghadirkan skema berlangganan baterai dengan biaya penukaran Rp6 ribu per transaksi dan program gratis hingga 20 kali per bulan, membuat biaya operasional lebih terukur bagi pengguna.
  • Keberhasilan sistem ini bergantung pada ekosistem stasiun penukaran yang luas; VinFast memperluas jaringan V-GREEN sambil melengkapi motor Evo dengan dua baterai LFP berkapasitas total 3 kWh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sistem tukar baterai atau battery swapping mulai menjadi salah satu pendekatan yang banyak ditawarkan di pasar motor listrik Indonesia.

Berbeda dengan model pengisian daya konvensional, konsep ini memungkinkan pengguna menukar baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh dalam waktu singkat sehingga kendaraan bisa kembali digunakan tanpa harus menunggu proses pengisian. Skema tersebut dinilai relevan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, termasuk pengemudi ojek online maupun kurir.

Selain mengurangi waktu berhenti, sistem tukar baterai juga dinilai dapat membuat biaya operasional lebih mudah diprediksi dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. VinFast menjadi salah satu produsen yang mulai mengadopsi konsep tersebut melalui motor listrik Evo.

1. Efisiensi waktu menjadi keunggulan utama

VinFast buka pemesanan motor listriknya di Indonesia (Dok. VinFast)

Salah satu kendala yang masih sering dikaitkan dengan kendaraan listrik adalah lamanya proses pengisian daya. Sistem tukar baterai hadir sebagai alternatif karena pengguna cukup mengganti baterai yang habis dengan baterai yang telah terisi penuh di stasiun penukaran.

VinFast mengeklaim proses tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit. Pengguna juga dapat mencari lokasi stasiun penukaran melalui aplikasi sebelum melanjutkan perjalanan.

Konsep ini membuat waktu operasional kendaraan dapat dimaksimalkan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan sepeda motor sebagai alat bekerja.

2. Biaya operasional menjadi lebih terukur

Panel instrumen digital motor listrik VinFast (Dok. VinFast)

Selain memangkas waktu, sistem tukar baterai juga menawarkan fleksibilitas dalam kepemilikan. Pada VinFast Evo, konsumen dapat memilih membeli motor beserta baterai atau menggunakan skema berlangganan baterai.

VinFast mematok biaya penukaran sebesar Rp6 ribu per baterai untuk setiap transaksi. Perusahaan juga menawarkan program penukaran gratis hingga 20 kali setiap bulan selama satu tahun di jaringan V-GREEN.

Dengan skema seperti ini, pengguna tidak hanya mengetahui biaya energi yang harus dikeluarkan, tetapi juga tidak terlalu terpengaruh fluktuasi harga bahan bakar.

3. Ekosistem menjadi penentu keberhasilan

Motor listrik VinFast bisa pakai sistem sewa baterai (Dok. VinFast)

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, sistem tukar baterai tetap bergantung pada ketersediaan jaringan stasiun penukaran. Semakin luas infrastruktur yang tersedia, semakin besar pula kemudahan yang dirasakan pengguna dalam aktivitas sehari-hari.

VinFast menyatakan tengah memperluas jaringan penukaran baterai melalui kerja sama dengan V-GREEN.

Di sisi produk, Evo dibekali dua baterai LFP berkapasitas masing-masing 1,5 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 150 kilometer dalam sekali pengisian penuh, serta motor listrik berdaya maksimum 5.200 watt.

Kombinasi produk dan pengembangan infrastruktur tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sistem tukar baterai tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem yang mendukungnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article