Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Tunggu Mogok, Ini Cara Mudah Mendeteksi Kebocoran Aki Mobil

Jangan Tunggu Mogok, Ini Cara Mudah Mendeteksi Kebocoran Aki Mobil
ilustrasi aki mobil (freepik.com/senivpetro)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Aki mobil berperan penting dalam pasokan listrik kendaraan dan kebocoran dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani.
  • Deteksi dini bisa dilakukan dengan memeriksa fisik aki, mencari retakan, rembesan cairan, atau kerak putih kehijauan di kutub terminal.
  • Pengecekan voltmeter dan multitester membantu mengetahui penurunan tegangan serta kebocoran arus parasit yang menandakan masalah pada sistem kelistrikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Komponen penampung daya atau aki mobil memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kelancaran pasokan arus listrik ke seluruh sistem kendaraan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan akibat faktor pemakaian, komponen ini bisa saja mengalami masalah kebocoran, baik berupa rembesan cairan kimia maupun kebocoran arus listrik statis.

Masalah kebocoran yang dibiarkan tanpa penanganan cepat dapat memicu kerusakan parah pada area sekitar mesin akibat sifat cairan asam yang korosif. Oleh karena itu, pemilik kendaraan harus memahami cara melakukan deteksi dini secara mandiri di rumah agar terhindar dari risiko kerusakan komponen elektronik yang berbiaya mahal.

1. Mengamati tanda kerusakan fisik dan rembesan cairan di sekitar wadah

ilustrasi aki mobil
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee)

Langkah awal yang paling mudah dilakukan adalah melakukan inspeksi visual atau pengamatan langsung pada seluruh permukaan bodi plastik luar bodi penampung daya tersebut. Periksalah apakah terdapat retakan halus, perubahan bentuk bodi yang menggembung, atau adanya cairan bening yang keluar di sekitar tutup sel dan kutub terminal.

Cairan asam yang bocor biasanya akan memicu timbulnya gumpalan kerak atau serbuk putih kehijauan yang menempel ketat pada kepala kutub positif atau negatif. Keberadaan serbuk korosif ini menjadi indikasi kuat bahwa terjadi kebocoran uap atau cairan elektrolit dari dalam sel yang dapat menghambat kelancaran hantaran arus listrik ke sasis mobil.

2. Mengukur penurunan tegangan statis menggunakan alat voltmeter

ilustrasi aki mobil
ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Worawuth Sawaengsuk)

Metode deteksi berikutnya adalah dengan memanfaatkan alat ukur tegangan digital atau voltmeter untuk mengetahui kesehatan sel bagian dalam secara akurat. Pengujian ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat kondisi mesin mobil belum dinyalakan sama sekali dalam jangka waktu minimal delapan jam.

Hubungkan kabel penguji voltmeter ke masing-masing kutub terminal yang sesuai dan cermatilah angka yang muncul pada layar digital tersebut. Jika instrumen menunjukkan angka di bawah 12,4 Volt, hal tersebut mengindikasikan adanya pelemahan daya, yang salah satu penyebab utamanya adalah kebocoran sel internal yang membuat setrum terbuang secara perlahan.

3. Melakukan tes kebocoran arus parasit dengan menggunakan multitester

ilustrasi aki mobil
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Daniel @ bestjumpstarterreview.com)

Jenis kebocoran lain yang sering kali mengecoh pemilik kendaraan adalah kebocoran arus parasit, di mana daya listrik terus tersedot meskipun kunci kontak mati. Untuk mendeteksinya, lepaskan kabel kutub negatif aki terlebih dahulu, lalu ubah mode alat multitester ke pilihan pengukuran arus atau Ampere.

Sambungkan satu ujung kabel multitester ke kabel negatif mobil dan ujung lainnya ke kutub negatif logam yang kosong untuk melihat sirkulasi arus. Apabila layar instrumen menunjukkan angka penyerapan arus yang melebihi batas standar 0,05 Ampere saat mobil mati, maka dipastikan telah terjadi korsleting atau kebocoran jalur kelistrikan pada sistem kabel kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More