Ilustrasi naik motor (Pexels/Jonathan Shembere)
Kunci utama saat menghadapi jalan berkerikil adalah mengantisipasi kondisi tersebut lebih awal. Saat touring, pandangan sebaiknya tidak hanya terpaku pada kendaraan di depan, tetapi juga memperhatikan permukaan jalan untuk mencari kerikil, pasir, tumpahan material, atau kondisi lain yang dapat mengurangi traksi.
Jika melihat area kerikil, kurangi kecepatan sebelum mencapainya dan pilih jalur yang terlihat lebih stabil apabila kondisi jalan memungkinkan. Hindari melakukan manuver mendadak hanya untuk menghindari beberapa bagian kerikil karena perubahan arah yang tiba-tiba juga dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali.
Kondisi ban turut menentukan kemampuan motor saat melintasi jalan seperti ini. Ban yang sudah aus atau tekanan anginnya tidak sesuai dapat membuat pengendalian terasa kurang optimal. Sebelum touring, pastikan kondisi ban masih layak, tekanan angin sesuai rekomendasi, dan tidak terdapat kerusakan yang dapat mengganggu keselamatan.
Jalan berkerikil memang membutuhkan perhatian lebih, tetapi bukan berarti harus langsung panik ketika roda motor sudah memasuki permukaannya. Kunci utamanya adalah menjaga gerakan tetap halus, mengurangi kecepatan secara bertahap, dan menghindari pengereman atau manuver mendadak.
Dengan membaca kondisi jalan lebih awal dan menjaga kontrol motor, risiko kehilangan traksi dapat dikurangi. Touring pun bisa tetap dilanjutkan dengan lebih aman, meski harus melewati permukaan jalan yang tidak selalu mulus.