Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terlalu Sering Parkir Motor Pakai Standar Samping, Ini Efek Buruknya
ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Abhinav Toppo)
  • Parkir motor lama dengan standar samping dapat mengubah posisi bahan bakar, terutama pada sistem lama, bentuk tangki tertentu, atau saat isi tangki sangat sedikit.
  • Bobot motor bertumpu pada satu sisi; di permukaan lunak atau tidak rata, kaki standar bisa masuk tanah, kemiringan berubah, dan risiko motor terjatuh meningkat.
  • Posisi miring dapat membuat pembacaan oli tidak akurat serta menumpuk air dan kotoran; untuk penyimpanan lama, gunakan standar tengah atau prosedur pabrikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau motor lama-lama pakai standar samping, motor jadi miring. Bensin dan oli bisa berkumpul di satu sisi. Motor juga bisa jatuh kalau tanahnya lunak atau tidak rata. Untuk parkir sebentar tidak apa-apa. Kalau lama, lebih baik pakai standar tengah dan taruh motor di lantai yang rata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memarkir motor menggunakan standar samping memang terasa lebih praktis. Tidak perlu mengangkat motor ke posisi tegak, cukup menurunkan standar lalu mematikan mesin. Karena itu, banyak pemilik motor terbiasa menggunakan standar samping, termasuk saat motor diparkir dalam waktu lama.

Namun, membiarkan motor terus-menerus berada dalam posisi miring juga bisa menimbulkan beberapa dampak. Efeknya memang bergantung pada jenis motor dan kondisi parkir, tetapi ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan.

1. Distribusi bahan bakar bisa berubah pada motor tertentu

ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Rachel Claire)

Saat motor berada di standar samping, posisi kendaraan menjadi miring sehingga bahan bakar di dalam tangki ikut terkumpul ke salah satu sisi. Pada motor modern dengan sistem injeksi, kondisi ini umumnya tidak langsung menimbulkan masalah karena sistem bahan bakar dirancang untuk bekerja dalam berbagai posisi penggunaan normal.

Namun, pada motor tertentu, terutama yang menggunakan sistem bahan bakar lama atau memiliki bentuk tangki tertentu, posisi parkir yang terlalu lama dapat memengaruhi posisi bahan bakar dan proses penyalurannya. Kondisi ini bisa lebih terasa ketika isi tangki sudah sangat sedikit.

Karena itu, jangan langsung menganggap motor yang sulit menyala setelah lama diparkir selalu mengalami kerusakan pada mesin. Periksa juga jumlah bahan bakar dan kondisi sistem bahan bakarnya, terutama jika motor sudah lama tidak digunakan.

Jika motor akan ditinggalkan dalam waktu sangat lama, mengikuti posisi dan prosedur penyimpanan yang direkomendasikan pabrikan menjadi pilihan yang lebih aman. Selain posisi motor, kondisi bahan bakar dan kebersihan tangki juga perlu diperhatikan.

2. Beban bertumpu pada satu sisi dalam waktu lama

ilustrasi menggunakan standar samping motor (Pexels.com/Gijs Coolen)

Ketika menggunakan standar samping, sebagian besar bobot motor bertumpu pada roda dan kaki standar di satu sisi. Berbeda dengan standar tengah yang membuat motor berada dalam posisi lebih tegak dan distribusi beban terasa lebih seimbang.

Untuk parkir dalam waktu normal, kondisi tersebut tentu sudah diperhitungkan dalam desain motor. Namun, jika motor disimpan sangat lama, terutama di permukaan yang tidak rata atau tanah yang lunak, posisi motor bisa menjadi kurang stabil.

Standar samping juga dapat menekan permukaan tanah pada satu titik. Jika permukaan parkir lunak, kaki standar berisiko masuk ke tanah sehingga kemiringan motor berubah dan risiko motor terjatuh dapat meningkat.

Pastikan motor diparkir di permukaan yang keras dan rata. Jika motor akan ditinggalkan dalam waktu lama, penggunaan standar tengah bisa menjadi pilihan untuk menjaga posisi motor lebih tegak, selama motor memang dilengkapi komponen tersebut.

3. Oli dan cairan bisa berada pada posisi yang tidak merata

ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Daniel Lai)

Posisi motor yang miring membuat cairan di dalam kendaraan ikut bergerak ke salah satu sisi, termasuk oli mesin. Dalam kondisi parkir biasa, hal tersebut umumnya tidak menjadi masalah karena sistem pelumasan motor memang dirancang untuk menghadapi kemiringan saat digunakan.

Namun, membiarkan motor dalam posisi yang sama dalam waktu sangat lama dapat membuat pemeriksaan level oli menjadi tidak akurat jika dilakukan ketika motor masih berada di standar samping. Beberapa motor bahkan memiliki prosedur khusus untuk memeriksa oli dalam posisi tegak.

Karena itu, jangan langsung menambahkan oli hanya karena levelnya terlihat rendah ketika motor sedang berada di standar samping. Tegakkan motor sesuai prosedur pemeriksaan yang dianjurkan agar pembacaan volume oli tidak menyesatkan.

Selain itu, posisi miring yang terus-menerus juga bisa membuat motor lebih sulit dibersihkan pada sisi tertentu karena air dan kotoran dapat terkumpul di beberapa area. Jika parkir dilakukan di tempat terbuka, kelembapan yang terperangkap juga perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, memarkir motor menggunakan standar samping dalam waktu singkat bukanlah masalah besar. Komponen standar samping memang dirancang untuk menopang motor ketika berhenti dan diparkir dalam kondisi normal.

Namun, untuk penyimpanan dalam waktu lama, standar tengah atau metode penyimpanan sesuai rekomendasi pabrikan dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Pastikan juga motor berada di permukaan rata, bahan bakar dan oli diperiksa dengan benar, serta kondisi kendaraan tetap dipantau sebelum kembali digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article