Kondisi wiper yang mati memang tampak sederhana, tetapi risikonya cukup serius bagi pengendara. Air hujan yang menempel di kaca depan dapat mengaburkan jarak pandang jika tidak segera dibersihkan. Berikut penyebab tuas wiper tidak berfungsi yang perlu kamu ketahui.
4 Penyebab Tuas Wiper Tidak Berfungsi yang Perlu Kamu Ketahui

- Tuas wiper yang tidak berfungsi saat hujan dapat mengaburkan pandangan pengemudi karena kaca depan tidak mampu dibersihkan secara optimal.
- Korsleting atau sekring terbakar dapat menghentikan aliran listrik ke motor wiper, sehingga tuas tidak merespons ketika diaktifkan.
- Motor wiper yang rusak serta mur poros yang longgar dapat membuat lengan wiper melambat, berhenti, atau menyapu kaca secara tidak maksimal.
Pernahkah kamu mendapati tuas wiper mobil tidak mau bergerak di tengah hujan deras? Padahal alat pembersih kaca ini sangat dibutuhkan agar pandangan tetap jernih saat berkendara. Namun kerusakan ringan saja sudah cukup membuat fungsinya terganggu.
1. Korsleting

ilustrasi wiper mobil (unsplash.com/Dylan Michaud) Gangguan pada sistem kelistrikan dapat membuat tuas wiper tidak dapat digunakan. Hubungan arus yang tidak normal akan mengganggu penyaluran daya ke komponen tersebut. Akibatnya, perangkat pembersih kaca menjadi tidak merespons saat diaktifkan.
Masalah korsleting sering kali menjadi penyebab utama aliran listrik terhenti. Jika kabel atau sekring mengalami kerusakan, maka daya tidak akan sampai ke motor wiper. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa bagian kelistrikan agar fungsi tuas dapat kembali normal.
2. Sekring terbakar

ilustrasi wiper mobil (unsplash.com/Anshul Gurjar) Kondisi sekring yang putus kerap menjadi penyebab tuas wiper mobil tidak dapat bekerja. Komponen ini berperan sebagai pelindung pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Apabila sekring mengalami kerusakan, maka arus listrik menuju wiper akan terhenti.
Tanpa aliran listrik yang stabil, motor wiper tidak akan menerima daya untuk beroperasi. Hal tersebut membuat tuas tidak merespons meskipun telah diaktifkan. Karena itu, kamu sebaiknya segera memeriksa sekring jika wiper tiba-tiba mati agar sistem kembali berfungsi dengan baik.
3. Motor wiper rusak

ilustrasi wiper mobil (unsplash.com/Roman Petrov) Motor wiper yang sudah lemah atau mengalami kerusakan akan menghambat kinerja pembersih kaca. Komponen ini bertugas menggerakkan lengan wiper agar dapat menyapu air pada kaca depan. Jika kondisinya tidak optimal, gerakan wiper pun menjadi lambat atau berhenti sama sekali.
Kerusakan pada motor membuat wiper tidak merespons meskipun tuas sudah dioperasikan dengan benar. Tanpa tenaga penggerak yang memadai, sistem pembersih tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Kamu perlu memeriksa kondisi motor wiper agar visibilitas saat berkendara tetap terjaga.
4. Mur poros longgar

ilustrasi wiper mobil (unsplash.com/Tigran Shishmanyan) Pengikat yang menyambungkan tuas wiper dengan porosnya dapat mengalami kelonggaran seiring pemakaian. Kondisi tersebut sering terjadi karena getaran dan tekanan berulang saat wiper digunakan. Akibatnya, tenaga dari tuas tidak tersalurkan dengan baik ke bagian lengan.
Jika baut penghubung sudah tidak kencang, maka lengan wiper tidak akan bergerak secara maksimal. Meskipun tuas pembersih kaca telah diaktifkan, sapuan pada kaca tetap tidak optimal. Kamu sebaiknya memeriksa dan mengencangkan kembali mur tersebut agar fungsi wiper kembali normal.


















