ilustrasi tampilan CVT motor matik (dok. Suzuki)
Debu yang menumpuk dapat mengganggu kerja komponen CVT. Pada kampas ganda, misalnya, debu yang berlebihan bisa memengaruhi proses kontak dengan rumah kopling. Gejalanya dapat berupa getaran ketika motor mulai berjalan, tarikan terasa kurang halus, atau muncul suara dari area CVT saat akselerasi.
Penumpukan debu juga dapat bercampur dengan kotoran lain dan membuat permukaan komponen menjadi lebih cepat kotor. Jika kondisi tersebut dibiarkan, performa CVT berpotensi menurun dan komponen tertentu bisa mengalami keausan lebih cepat. Karena itu, rumah CVT perlu dibersihkan secara berkala sesuai jadwal perawatan motor.
Debu CVT tidak selalu berarti ada kerusakan. Serbuk dalam jumlah tertentu merupakan konsekuensi normal dari gesekan komponen selama motor digunakan. Yang perlu diperhatikan adalah jika debu muncul sangat banyak dalam waktu singkat atau disertai gejala seperti getaran, suara kasar, dan tarikan yang berubah.
Saat melakukan servis CVT, teknisi sebaiknya tidak hanya membersihkan debu, tetapi juga memeriksa kondisi v-belt, roller, pulley, kampas ganda, dan rumah kopling. Dengan pemeriksaan menyeluruh, sumber debu berlebihan bisa diketahui dan komponen yang mulai aus dapat segera ditangani.