Sempat Populer di Indonesia, Apa Kabar Kymco Sekarang?

- Kymco masuk Indonesia sekitar 2000 lewat Jetmatic, menjadi pelopor skutik setelah Vespa Corsa 125 dan pernah meraih pangsa pasar 5,25 persen pada 2005.
- Popularitas Kymco meredup ketika Yamaha Mio dan Honda Vario memperkuat dominasi, didukung jaringan penjualan serta layanan yang lebih luas.
- Kymco masih berjualan di Indonesia dengan Racing King 150i, Downtown 250i, Like 150i, dan X-Town 250i, kini fokus pada pasar yang lebih niche.
Kymco pernah menjadi salah satu nama yang cukup mencuri perhatian ketika tren motor matik mulai tumbuh di Indonesia. Merek asal Taiwan ini bahkan hadir lebih awal daripada Honda Vario dan sempat bersaing dengan Yamaha di masa awal perkembangan skutik.
Namun, popularitas Kymco kemudian meredup setelah pasar skutik Indonesia dikuasai merek Jepang. Meski begitu, Kymco sebenarnya belum benar-benar pergi dari Indonesia dan masih menawarkan sejumlah model hingga sekarang.
1. Kymco pernah jadi pemain penting skutik

Kymco Like 150i (dok. KYMCO Indonesia) Kymco masuk ke Indonesia sekitar 2000 melalui produk Jetmatic. Menurut Kompas, Kymco menjadi merek motor matik kedua yang hadir di Indonesia setelah Vespa Corsa 125. Pada masa itu, Jetmatic menjadi salah satu pilihan alternatif ketika pasar skutik belum sebesar sekarang.
Kymco bahkan sempat mencatat sejumlah pencapaian menarik. Jetmatic pernah menjalani perjalanan Jakarta-Bali tanpa henti selama 100 jam dan masuk Museum Rekor Indonesia. Kymco juga pernah memiliki pangsa pasar 5,25 persen pada 2005 ketika persaingan skutik masih didominasi Yamaha.
2. Kenapa nama Kymco kemudian meredup?

Kymco X-Town 250i (Kymco/kymco.co.id) Masuknya semakin banyak pemain membuat persaingan skutik berubah drastis. Yamaha melalui Mio berhasil memperbesar pasar skutik, kemudian Honda ikut mengeluarkan Vario pada 2006 dan secara bertahap memperkuat posisinya melalui berbagai model lainnya. Kymco akhirnya kehilangan banyak pangsa pasar ketika konsumen semakin terkonsentrasi pada merek dengan jaringan penjualan dan layanan yang lebih luas.
Meski tidak lagi sepopuler era awal 2000-an, Kymco tetap mencoba bertahan melalui segmen tertentu. Salah satu contohnya adalah Kymco AK 550 yang diperkenalkan di Indonesia pada 2018 oleh PT Smart Motor Indonesia. Skutik besar tersebut membawa karakter sporty dan menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh.
3. Kymco masih ada, tapi bermain di pasar niche

Kymco iONEX (dok. Kymco) Kymco saat ini masih tercatat memiliki beberapa model yang dipasarkan di Indonesia. Pada 2026 mencatat empat model Kymco yang tersedia, yaitu Racing King 150i, Downtown 250i, Like 150i, dan X-Town 250i. Artinya, merek ini belum sepenuhnya meninggalkan pasar Indonesia, meskipun skalanya jauh lebih kecil dibandingkan pemain utama seperti Honda dan Yamaha.
Di pasar global, Kymco juga tetap mengembangkan beragam skutik dari kapasitas kecil hingga maxi scooter. Katalog Kymco mencantumkan model seperti AK 550 Premium, Xciting VS 400, CV3, Downtown GT 350, hingga KRV 180. Hal ini menunjukkan bahwa secara produk Kymco masih aktif mengembangkan teknologi dan model baru.
Jadi, kabar Kymco di Indonesia bukan menghilang, melainkan berubah menjadi pemain yang lebih niche. Setelah pernah menjadi bagian penting dalam sejarah awal skutik Tanah Air, Kymco kini lebih banyak menyasar konsumen yang mencari alternatif dan karakter berbeda dari skutik arus utama.




















