Comscore Tracker

Benarkah Ban Tubeless Pakai Ban Dalam Lebih Aman saat Alami Kebocoran

Alternatif terjangkau yang bikin kondisi ban makin parah.

Jakarta, IDN Times - Di beberapa motor keluaran terbaru, ban-ban motor sudah menggunakan jenis ban tubeless yang dianggap lebih unggul dibandingkan ban biasa. Sehingga treatment untuk kedua jenis ban ini memang berbeda. Namun, banyak yang berinisiatif untuk menggunakan ban dalam saat ban tubeless mengalami kebocoran, agar lebih ringkas dan hemat biaya.

Apakah ban tubeless pakai ban dalam ini aman untuk digunakan? Untuk cari tahu lebih lanjut, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

1. Perbedaan ban tubeless dengan ban biasa

Benarkah Ban Tubeless Pakai Ban Dalam Lebih Aman saat Alami KebocoranIlustrasi ban. (IDN Times/Dwi Agustiar)

Sekilas mungkin perbedaan dari ban tubeless dengan ban biasa tak begitu terlihat. Namun, ada salah satu perbedaan yang paling mencolok dari ban tubeless dengan ban biasa, yakni pada bagian material di dalam ban nya. Bagian dalam ban tubeless menggunakan lapisan fluid sealant yang dapat menutup ban dengan lebih rapat. Sedangkan ban biasa menggunakan ban tambahan di dalamnya atau inner tube atau juga yang familiar disebut dengan ban dalam.

Untuk mencegah kebocoran, ban tubeless dapat menggunakan cairan anti bocor. Jika ban terkena benda tajam, cairan ini akan menjadi keras sehingga bagian lubang akibat benda tajam dapat tertutup sementara. Sedangkan jika benda tajam mengenai ban biasa, ban akan langsung kempis dan harus segera ditambal.

Penanganan pada ban bocor ini yang menjadi kelebihan dari ban biasa dibandingkan ban tubeless. Bengkel-bengkel biasa yang banyak tersebar di pinggir jalan lebih terbiasa menambal kebocoran di ban biasa, sehingga penanganan untuk kebocoran ban biasa akan lebih mudah teratasi.

Lain halnya dengan ban tubeless. Bengkel yang bisa menangani kebocoran pada ban tubeless lebih sedikit dibandingkan penanganan ban biasa, karena penanganan kebocoran di ban tubeless lebih tricky dengan metode perbaikannya yang sangat berbeda. Umumnya metode perbaikan kebocoran pada ban tubeless menggunakan metode string dan tip top.

Baca Juga: Ini Kelebihan Ban Tubeless Dibanding Ban Dalam

2. Apakah ban tubeless pakai ban dalam saat bocor aman untuk dilakukan?

Benarkah Ban Tubeless Pakai Ban Dalam Lebih Aman saat Alami KebocoranIlustrasi ban tubeless (pixabay.com/Emily Heidt)

Karena penanganan ban bocor untuk ban tubeless lebih tricky dibandingkan ban biasa, seringkali banyak yang sengaja memakaikan ban dalam saat ban tubeless bocor agar lebih ringkas karena pemakaian ban dalam ini bisa dilakukan di bengkel-bengkel pinggir jalan sekalipun.

Selain itu penggunaan ban dalam di ban tubeless ini sering dilakukan ketika ban sudah pernah bocor beberapa kali tapi pengguna motornya tak ingin mengganti dengan ban baru karena alur atau corak kembang ban masih cukup bagus, sehingga pergantian ban dirasa hanya membuang-buang uang semata.

Tapi apakah pemakaian ban dalam pada ban tubeless saat terjadi kebocoran ini memang aman untuk digunakan?

Ternyata penggunaan ban dalam pada ban tubeless yang mengalami kebocororan ini tak direkomendasikan. Penggunaan ban dalam di ban tubeless akan mengganggu kerja ban tubeless sehingga fungsinya tak akan berjalan dengan optimal.

Pemakaian ban dalam pada ban tubeless ini akan mengurangi kerapatan yang berfungsi untuk mencegah kebocoran, sehingga ban akan lebih gampang kempis dan bocor. Saat ban mengalami kempis dan bocor serta motor sedang dipacu dalam kecepatan yang tinggi, ban dalam akan terlipat dan bisa merusak bagian ban luar juga.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Setelah Mengganti Ban Motor 

3. Bagaimana kiat-kiat saat ban tubeless mengalami kebocoran?

Benarkah Ban Tubeless Pakai Ban Dalam Lebih Aman saat Alami KebocoranIlustrasi ban motor (IDN Times/Fadhliansyah)

Alih-alih menggunakan ban dalam sebagai alternatif saat ban tubeless mengalami kebocoran, sebaiknya segera periksakan dan lakukan penambalan di bengkel yang kredibel dan ahli dalam melakukan penambalan ban tubeless.

Metode penambalan tip top lebih disarankan saat ban tubeless mengalami kebocoran, karena penambalan tip top atau yang juga dikenal dengan sebutan press ini tak akan merusak bagian benang pada ban.

Selain itu perlu diingat bahwa penambalan pada ban tubeless hanya dapat dilakukan maksimal hingga 5 kali penambalan. Jika lebih dari itu, sebaiknya segera ganti ban tubeless dengan yang baru.

Ban tubeless pakai ban dalam ini tidak direkomendasikan untuk digunakan pada motormu karena dapat mengurangi fungsi ban tubeless yang rapat dan tak mudah kempis. Selain itu saat ban mengalami kempis dan motornya sedang melaju dengan kecepatan tinggi, ban dalam ini akan terlipat dan justru dapat merusak bagian ban luar juga.

Penulis: Syahrial Maulana Sudarto

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Dwi Agustiar
  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya