ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)
Kebiasaan menyipitkan mata saat riding juga bisa menjadi tanda bahwa perlindungan mata belum optimal. Misalnya, visor helm terlalu buram, terkena goresan, atau tidak mampu mengurangi gangguan akibat angin dan debu dari depan.
Jika mata sering terasa silau atau pandangan kurang jelas meski visor sudah digunakan, kondisi penglihatan juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan diri berkendara jika pandangan terasa terganggu karena risiko salah melihat jarak, objek, atau kondisi jalan bisa meningkat.
Menggunakan helm dengan visor yang bersih dan sesuai kondisi berkendara dapat membantu menjaga pandangan tetap nyaman. Visor yang sudah banyak goresan atau buram sebaiknya diperiksa karena cahaya dari lampu kendaraan lain dapat menyebar dan terasa lebih menyilaukan.
Selain itu, pastikan perlengkapan berkendara tidak menghalangi pandangan. Jika kebiasaan menyipitkan mata terjadi berulang, termasuk saat tidak sedang terkena angin atau cahaya terang, sebaiknya jangan diabaikan dan pertimbangkan untuk memeriksakan kondisi penglihatan.
Pada akhirnya, riding yang aman membutuhkan pandangan yang jelas dan fokus yang terjaga. Mata yang nyaman membantu pengendara lebih cepat membaca situasi di depan maupun sekitar kendaraan.
Jadi, sering menyipitkan mata saat naik motor bukan sekadar masalah kenyamanan. Cari tahu penyebabnya, mulai dari kondisi visor, gangguan cahaya, hingga kualitas penglihatan. Semakin jelas pandangan saat berkendara, semakin besar pula peluang untuk merespons kondisi jalan dengan lebih baik.