Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Menyipitkan Mata Saat Naik Motor, Bisa Ganggu Keselamatan!
ilustrasi touring motor (freepik.com/bublikhaus)
  • Terlalu sering menyipitkan mata saat naik motor dapat membatasi bidang pandang dan mempersingkat waktu pengendara menyadari kendaraan, pejalan kaki, atau perubahan situasi jalan.
  • Mata yang terus menyipit lebih cepat tegang dan lelah, sehingga fokus berkendara dapat menurun, terutama saat perjalanan jauh atau berpindah dari area terang ke gelap.
  • Kebiasaan ini bisa menandakan visor helm kurang optimal atau gangguan penglihatan; pengendara perlu menjaga visor bersih, memastikan perlengkapan tidak menghalangi pandangan, dan memeriksa mata bila keluhan berulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau naik motor sambil sering menyipitkan mata, jalan bisa jadi susah terlihat. Mata juga cepat capek karena kena angin, debu, dan cahaya. Pengendara bisa terlambat melihat mobil, motor, atau orang. Sekarang visor helm perlu dijaga bersih. Kalau mata tetap tidak jelas, penglihatan perlu diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyipitkan mata saat naik motor mungkin terlihat seperti hal sepele. Kebiasaan ini sering dilakukan ketika terkena sinar matahari, silau lampu kendaraan, terpaan angin, atau saat pandangan terasa kurang jelas.

Namun, jika terlalu sering dilakukan, mata yang terus menyipit bisa membuat pandangan tidak optimal. Saat berkendara, kemampuan melihat kondisi jalan dengan jelas sangat penting karena keputusan harus dibuat dalam waktu singkat.

1. Pandangan bisa menjadi lebih terbatas

ilustrasi touring motor (pexels.com/Efrem Efrem)

Saat mata menyipit, bidang pandang dapat terasa lebih terbatas dibandingkan ketika mata terbuka secara normal. Kondisi ini bisa membuat pengendara kurang nyaman saat harus memperhatikan kendaraan dari samping, membaca situasi jalan, atau melihat perubahan kondisi lalu lintas.

Masalahnya bisa semakin terasa ketika berkendara di jalan ramai. Motor, mobil, pejalan kaki, atau kendaraan lain dapat muncul dari berbagai arah. Jika pandangan terganggu karena terlalu sering menyipitkan mata, waktu untuk menyadari keberadaan objek di sekitar bisa menjadi lebih singkat.

2. Mata lebih cepat lelah saat perjalanan

ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

Menyipitkan mata terus-menerus juga dapat membuat area sekitar mata terasa tegang dan cepat lelah. Terlebih saat melakukan perjalanan cukup jauh, paparan angin, debu, sinar matahari, serta perubahan cahaya dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Ketika mata mulai lelah, fokus terhadap jalan dapat ikut menurun. Pandangan mungkin terasa kurang nyaman, terutama saat harus berpindah dari kondisi terang ke area yang lebih gelap, seperti memasuki terowongan, jalan rindang, atau berkendara menjelang malam.

3. Bisa menjadi tanda perlindungan mata kurang optimal

ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)

Kebiasaan menyipitkan mata saat riding juga bisa menjadi tanda bahwa perlindungan mata belum optimal. Misalnya, visor helm terlalu buram, terkena goresan, atau tidak mampu mengurangi gangguan akibat angin dan debu dari depan.

Jika mata sering terasa silau atau pandangan kurang jelas meski visor sudah digunakan, kondisi penglihatan juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan diri berkendara jika pandangan terasa terganggu karena risiko salah melihat jarak, objek, atau kondisi jalan bisa meningkat.

Menggunakan helm dengan visor yang bersih dan sesuai kondisi berkendara dapat membantu menjaga pandangan tetap nyaman. Visor yang sudah banyak goresan atau buram sebaiknya diperiksa karena cahaya dari lampu kendaraan lain dapat menyebar dan terasa lebih menyilaukan.

Selain itu, pastikan perlengkapan berkendara tidak menghalangi pandangan. Jika kebiasaan menyipitkan mata terjadi berulang, termasuk saat tidak sedang terkena angin atau cahaya terang, sebaiknya jangan diabaikan dan pertimbangkan untuk memeriksakan kondisi penglihatan.

Pada akhirnya, riding yang aman membutuhkan pandangan yang jelas dan fokus yang terjaga. Mata yang nyaman membantu pengendara lebih cepat membaca situasi di depan maupun sekitar kendaraan.

Jadi, sering menyipitkan mata saat naik motor bukan sekadar masalah kenyamanan. Cari tahu penyebabnya, mulai dari kondisi visor, gangguan cahaya, hingga kualitas penglihatan. Semakin jelas pandangan saat berkendara, semakin besar pula peluang untuk merespons kondisi jalan dengan lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article